Share

Mengenal Tari Merak, Jadi Warisan Budaya Tak Benda Indonesia Loh!

Agung Bakti Sarasa, Jurnalis · Senin 19 September 2022 11:28 WIB
https: img.okezone.com content 2022 09 19 406 2670292 mengenal-tari-merak-jadi-warisan-budaya-tak-benda-indonesia-loh-3ljcJlWXhe.jpg Tari Merak di Gedung Sate (dok MPI/Agung)

SEKITAR 1.027 orang menarikan tari merak secara kolosal yang dilaksanakan di Gedung Sate, Jalan Diponegoro, Kota Bandung, Minggu 18 September 2022. 

Kegiatan tersebut menjadi salah satu upaya untuk melestarikan tari merak sekaligus bentuk kebahagiaan warga Jabar terhadap tarian yang telah ditetapkan sebagai salah satu warisan budaya dunia tak benda oleh Unesco itu.

Gubernur Jabar, Ridwan Kamil menuturkan, pagelaran tari merak kolosal merupakan upaya Pemprov Jabar untuk melestarikan sebuah budaya. Ke depan, tari merak akan menjadi tarian yang dibawakan dalam berbagai kegiatan formal di Jabar.

"Kita akan gunakan tari merak di berbagai kesempatan dan event di Jabar," ujar Ridwan Kamil.

Menurut Gubernur yang akrab disapa Kang Emil ini, kegiatan ini pun menjadi momentum untuk menguatkan kebudayaan di Tanah Air, khususnya Jabar di tengah perkembangan media sosial (medsos) dan digitalisasi yang berhasil memasukkan budaya luar negeri ke Indonesia.

infografis

Kang Emil pun berharap, melalui pagelaran tari merak kolosal, kebudayaan Indonesia tetap terjaga dan tidak terkikis, khususnya pada diri anak muda.

"Makanya kami dukung tari merak ini bisa dilestarikan, mulai dari anak-anak di sekolah hingga ibu-ibu," ujarnya.

Lebih lanjut Kang Emil mengatakan, dengan kebudayaan yang semakin kuat, maka komplit sudah trisaksi Indonesia, yakni ekonomi yang berdikasi dan politiknya yang berkedaulatan.

Baca Juga: Dua Kapal Ikan Asing Pelaku IUU Fishing Berhasil Diamankan BAKAMLA dan KKP RI

Adapun, pemerhati budaya dari Rumpun Indonesia, Marintan Sirait menuturkan, kegiatan tari merak kolosal ini diinisiasi oleh Dinas Pariwisata dan Kebudayaan (Disparbud) Jabar bersama gabungan pegiat kemanusiaan dan komunitas seni dan budaya, yakni Rumpun Indonesia, Pusat Bina Tari Bandung, Sasikirana KoreoLab & Dance Camp, serta Jabar Masagi.

"Kegiatan ini bermaksud untuk mengajak perempuan lintas disiplin, lintas wilayah dengan beragam latar belakang, untuk menari bersama dengan narasi yang menunjukkan semangat persatuan, upaya pemajuan kebudayaan, dan membangun toleransi," tuturnya.

Menurutnya, tari merak merupakan simbol tepat yang merepresentasi kepedulian perempuan terhadap lingkungan. Tari merak juga membangun semangat gotong royong bagi perempuan yang masih memiliki keterbatasan bersuara dan dukungan terhadap gerakan inklusivisme.

"Kami meyakini bahwa pendekatan seni mampu membuka ruang ekspresi sekaligus menjadi jembatan untuk berpikir secara kritis mengenai persoalan sosial yang berkembang di Tanah Air dan dunia," katanya.

Sementara itu, Kepala Disparbud Jabar, Benny Bachtiar mengatakan, tema "Merak Sadunya" yang diusung dalam kegiatan itu merupakan simbol menjaga kerukunan dan membangun penghargaan terhadap keberagaman saudara sebangsa se-Tanah Air dengan merawat semangat gotong royong.

"Selain itu, kegiatan ini bagian dari sosialisasi dan promosi bahawa budaya sunda itu indah," katanya.

Kepala Bidang Kebudayaan, Febiyani menambahkan, kolaborasi Disparbud Jabar bersama pegiat kemanusiaan dan perempuan bukan pertama kali dilakukan. Sebelumnya, pihaknya juga menggelar seminar "Gerakan Perempuan untuk Kehidupan yang Lestari".

"Jadi acara ini merupakan bentuk dukungan dari Pemprov Jabar untuk komunitas kemanusiaan dan perempuan dalam membentuk narasi persatuan dalam konsep seni dan budaya," katanya.

1
2

Berita Terkait

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini