Share

Menelusuri Petilasan Prabu Siliwangi di Kaki Gunung Ciremai, Suasana Mistis Kental Terasa

Najwa Avifah Octavia, Jurnalis · Selasa 20 September 2022 21:04 WIB
https: img.okezone.com content 2022 09 20 408 2670974 menelusuri-petilasan-prabu-siliwangi-di-kaki-gunung-ciremai-suasana-mistis-kental-terasa-kzpU0kecmN.JPG Petilasan Prabu Siliwangi di Majalengka, Jawa Barat (Foto: Instagram/@fal.fawl)

BAGI orang Sunda, nama Prabu Siliwangi tentu tidak asing di telinga. Prabu Siliwangi disebutkan merupakan raja yang berhasil membawa Kerajaan Pajajaran ke puncak kejayaannya di masa lalu.

Mengutip keterangan dari buku 'Hitam Putih Kerajaan Pajajaran: dari Kejayaan hingga Keruntuhan Kerajaan Pajajaran' karya Fery Taufiq El Jaquene, Prabu Siliwangi punya nama lengkap Prabu Dewantaprana Sri Baduga Maharaja. Ia adalah putra Prabu Dewa Niskala, yang lahir pada tahun 1401 Masehi di Kawali, Ciamis, Jawa Barat.

Prabu Siliwangi mengawali karier politiknya saat memerintah sebagai raja pada 1482 Masehi. Di bawah kepemimpinannya, Kerajaan Pajajaran menjelma menjadi kerajaan kuat yang ditakuti hingga berada pada puncak kejayaannya.

Sebagai seorang raja di Jawa Barat, Prabu Siliwangi kerap berpindah dari satu tempat ke tempat lain. Tempat yang pernah disinggahi lazimnya dalam bahasa Jawa disebut petilasan. Melansir Itrip, terdapat suatu tempat yang kini menjadi objek wisata yang memiliki suasana religi dan bersejarah.

Berada di daerah Pajajar, Kecamatan Rajagaluh, Kabupaten Majalengka, Jawa Barat, konon tempat ini pernah disinggahi atau jadi petilasan Prabu Siliwangi, tepatnya di kaki Gunung Ciremai.

Petilasan Prabu SIliwangi
(Foto: Instagram/@fal.fawl)

Petilasan Prabu Siliwangi memiliki tempat yang asri dan udara yang sejuk khas pegunungan, meski tak dipungkiri nuansa mistisnya juga sangan terasa. Petilasan Prabu Siliwangi sudah dikelola sejak tahun 1990 oleh kelompok penggerak pariwisata sebagai objek wisata dan hutan lindung.

Memiliki luas lahan 3 hektare membuat penduduk sekitar dan pengelola saling menjaga petilasan tersebut. Sesuatu benda yang berhubungan dengan peninggalan Prabu Siliwangi, dianggap keramat oleh masyarakat sunda.

Faktor tersebut karena Prabu Siliwangi merupakan raja yang memiliki pengaruh besar pada masa kejayaannya. Berikut sejumlah fakta terkait petilasan Prabu Siliwangi di Majalengka, Jawa Barat:

Telaga Emas

Di tempat yang asri ini terdapat Telaga Emas. Telaga tersebut dipercaya sebagai tempat mandinya para 'bidadari' dari langit. Jika Anda mengunjungi telaga ini, Anda akan mencium wangi bunga dan kemenyan yang tersaji di dekatnya.

Termasuk dalam hal mistis dan keramat, membuat Telaga Emas tak boleh sembarangan dipakai mandi atau berendam. Anda harus meminta izin kepada juru kunci yang menjaga tempat Telaga Emas, jika Anda benar-benar ingin mandi atau berendam.

Situ Beber dan Situ Cipadung

Jika Telaga Emas tidak boleh sembarangan untuk berendam, berbeda dengan Situ Beber yang diperbolehkan bagi pengunjung untuk menceburkan diri ke dalam air. Kejernihan airnya membuat para pengunjung betah menikmati air di dalamnya.

Sedangkan Situ Cipadung letaknya agak jauh dari Situ Beber. Situ Cipadung ini lebih dekat dengan gerbang masuk Petilasan Prabu Siliwangi. Di Situ Cipadung ini terdapat sumur kejayaan yang dipercaya tidak akan pernah habis walau musim kemarau melanda.

Kawasan Hutan Lindung

Suasana yang asri dan sejuk, menjadi salah satu faktor adanya hutan lindung. Hutan lindung ini menjadi objek wisata unggulan di Kabupaten Majalengka.

Petilasan Prabu SIliwangi

(Foto: Instagram/@ariditadisi)

Tak perlu jauh-jauh ke Uluwatu Bali, Anda bisa menikmati kebersamaan dengan berbagai jenis monyet di Hutan Lindung ini, dan Anda perlu berhati-hati dengan barang bawaan Anda agar tidak dirampas oleh monyet.

Sumur Tujuh

Sesuai namanya, di petilasan Prabu Siliwangi terdapat tujuh sumur dengan tujuh mata air yang kini telah dipisahkan dengan sumur sesuai dengan jumlah mata airnya.

Sumur Tujuh ini diyakini keramat karena, tujuh mata air tersebut, memiliki cerita sendiri-sendiri dan dapat diyakini memiliki khasiat yang berbeda-beda untuk pengobatan.

1
2

Berita Terkait

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini