Share

Tiket Pesawat Tujuan Phuket Lebih Murah dari Bali, Turis Australia Pilih ke Thailand

Antara, Jurnalis · Kamis 22 September 2022 02:04 WIB
https: img.okezone.com content 2022 09 21 406 2671775 tiket-pesawat-tujuan-phuket-lebih-murah-dari-bali-turis-australia-pilih-ke-thailand-zluOx9xoKg.jpg Ilustrasi (Foto: Freepik)

KETUA Bali Tourism Board (BTB), Ida Bagus Agung Partha Adnyana menyebut, salah satu penghambat pemulihan pariwisata Bali ialah karena mahalnya harga tiket pesawat.

"Salah satu yang menghambat kedatangan wisatawan mancanegara ke Bali adalah harga tiket yang mahal, Gubernur sebagai kepala daerah menyampaikan usulan ke Menteri Perhubungan agar harga tiket turun dan semoga ini bisa terealisasi," kata Bagus Agung, seperti dikutip dari Antara.

Dari pantauannya, salah satu imbas dari harga tiket mahal adalah berkurangnya wisatawan mancanegara asal Australia yang justru beralih ke Thailand.

Tiket pesawat dari Australia menuju Phuket, Thailand lebih murah daripada Sydney ke Bali (Bandara Ngurah Rai, Denpasar), meskipun dari segi lama perjalanan Pulau Dewata masih menang.

Infografis Wisata Bawah Laut Indonesia

"Kurang lebih harga tiket lebih setengahnya naik, karena tiket Sydney ke Bali 1.500 AUD sekarang dari Sydney ke Phuket bisa setengahnya, 700-800 AUD. Jadi kalau harganya sekarang Rp7 juta ke Bali itu masih mahal, normalnya Rp3-4 juta sebelum naik," ujarnya.

Sebelumnya, Gubernur Bali Wayan Koster pada Senin, 19 September 2022 lalu menyampaikan bahwa telah mengusulkan kepada Menhub agar menambah jumlah penerbangan menuju Bali sehingga dapat menurunkan harga tiket dan wisatawan bertambah.

Bagus Agung akhirnya menyampaikan bahwa Pemerintah Provinsi Bali menargetkan kunjungan wisatawan mencapai 2 juta hingga akhir tahun, sementara pusat menargetkan 3 juta kunjungan.

"Kita optimis 2 juta wisatawan bisa masuk sebelum China masuk, kalau China masuk 3 juta bisa tercapai. Kalau tahun ini kan tinggal beberapa bulan saja, karena rata-rata 10 ribu satu hari dikalikan 300 penerbangan kurang lebih seperti itu," kata Bagus Agung di Denpasar.

Baca Juga: Dua Kapal Ikan Asing Pelaku IUU Fishing Berhasil Diamankan BAKAMLA dan KKP RI

Pihaknya berharap adanya dukungan penambahan maskapai salah satunya milik Indonesia yaitu maskapai Garuda. Ia menilai apabila adanya pertambahan penerbangan dari Garuda maka kondisi Bali akan cepat normal seperti Thailand.

Sementara itu hingga saat ini Bali sebagai daerah dengan 54 persen perekonomian bergantung dari sektor pariwisata masih dalam tahap pemulihan akibat dua tahun pandemi Covid-19.

Gubernur Wayan Koster menyampaikan bahwa pertumbuhan negatif dialami Bali ada tahun 2020 yang mencapai -9,31 persen sebagai yang tertinggi di Indonesia, kemudian membaik pada 2021 menjadi -2,47 persen.

Pertumbuhan positif baru dirasakan Bali pada Maret 2022 sejak dibukanya gerbang internasional melalui Bandara I Gusti Ngurah Rai, yaitu pertumbuhan ekonomi naik menjadi +1,46 persen, dilanjutkan pada triwulan kedua +3,04 persen.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini