Share

Turis Australia Ditemukan Tak Sadarkan Diri di Bali Usai Diserang Anjing Liar

Prisca Arianto, Jurnalis · Rabu 21 September 2022 17:26 WIB
https: img.okezone.com content 2022 09 21 406 2672186 turis-australia-ditemukan-tak-sadarkan-diri-di-bali-usai-diserang-anjing-liar-L24l9TidgU.JPG Tey Evans dan tunangannya Jessica Dennis (Yahoo News Australia)

SEORANG turis asal Melbourne, Australia masih dirawat di sebuah rumah sakit di Bali, setelah ditemukan tidak sadarkan diri di pinggir jalan dengan beberapa luka.

Pria bernama Tey Evans (35) tersebut diduga kuat mengalami kecelakaan tunggal saat mengendarai skuter dari arah Kuta Selatan. Dia kecelakaan saat menghindari serangan tiga anjing liar yang mengintainya.

Tey Evans sedang menikmati perjalanan selancar dengan teman-temannya sebulan setelah bertunangan dengan pasangannya Jessica Dennis.

Keduanya berusia 35 tahun, tetapi sebuah kecelakaan tragis membuatnya berjuang untuk hidupnya.

 BACA JUGA:Sandiaga Uno Sebut Permintaan Turis Australia ke Bali Membeludak

Melansir dari Yahoo News Australia, Rabu (21/9/2022), Jessica Dennis menyampaikan bahwa ia baru saja melangsungkan pertunangan dengan Tey Evans.

"Saya kembali bekerja sebagai guru. Kami baru saja berlibur ke Eropa, dan di sanalah kami bertunangan. Segalanya tampak luar biasa," kata Dennis.

"Dia punya sedikit waktu sebelum bekerja, saya kira itu beberapa tahun yang sulit, dan kemudian ini terjadi."

Kecelakaan itu terjadi pada 25 Agustus 2022, namun butuh beberapa waktu sebelum siapa pun, termasuk Dennis, mengetahui apa yang terjadi.

Ketika Evans terbangun dari koma dua hari kemudian, Dennis menerima panggilan telepon pada malam hari, dan melakukan penerbangan ke Bali keesokkan harinya.

 

Ketika tragedi terjadi, awalnya diketahui Evans sendirian mengendarai skuter dari arah Kuta Selatan, Bali.

Diketahui bahwa tiga anjing liar mengintainya, menyebabkan ia menghindari anjing tersebut dan berputar arah keluar sehingga ia terlempar dari skuter dan menghantam beton.

Akibat insiden tersebut, Evans mengalami beberapa tulang rusuk patah, paru-paru tertusuk, organ limpa pecah, siku patah, tulang belakang dan panggul serta ginjal yang rusak, dan menyebabkan pendarahan dalam yang parah.

 BACA JUGA:Daftar 5 Bule yang Berulah di Tempat Wisata Indonesia, Nomor 4 Bugil di Pohon Keramat

Tragedi semakin rumit saat rumah sakit kehabisan darah ketika dia tiba di rumah sakit, dokter tidak menemukan denyut nadi, Dennis mengungkapkan bahwa Evans harus segera di operasi.

Tapi, dokter menyadari bahwa rumah sakit tidak cukup menyediakan darah golongan O negatif Evans tidak bisa melewatinya yang berarti peluangnya untuk bertahan sangat tipis.

"Saya diberitahu bahwa kemungkinan dia bertahan hidup adalah 60 persen. Ketika mereka menyadari bahwa mereka tidak memiliki cukup darah, itu turun menjadi 30 persen," kata Dennis.

"Saya tidak tahu itu adalah peluang besar dia tidak akan berhasil, saya tidak tahu dan saya tidak tahu apakah saya bersyukur untuk itu atau tidak."

Penduduk Bali setempat membantu menyelamatkan nyawa Evans ketika dia tiba di rumah sakit BIMC di Nusa Dua pada hari Sabtu, Dennis mengetahui bahwa pasangannya telah selamat dari operasi selama 11 jam.

Tetapi, tanpa bantuan penduduk Bali setempat yang bersatu menyelamatkan hidupnya, mengetahui Evans kekurangan darah, seorang teman Evans, Michael, yang berada di Bali bersamanya, memanggil seorang pria lokal yang dikenalnya.

"Mereka berhasil mendapatkan bus yang penuh dengan penduduk setempat dan mereka semua menguji semua orang sampai mereka mendapatkan golongan darah yang tepat," ungkap Dennis

Mereka bahkan memanggil dokter untuk membuka rumah sakit terdekat dimana mereka mengambil cukup darah sebelum dibawa ke rumah sakit BIMC sebelum operasi Evans.

"Kantong demi kantong akhirnya mereka mendapatkan cukup darah. Sungguh banyak ungkapan terima kasih karena Tey masih hidup hari ini. Luar biasa," kata Dennis.

Jalan menuju pemulihan, dokter takjub karna Mr.Evan sekarang keluar dari ICU dan dalam perawatan yang sangat baik di rumah sakit umum.

 Ilustrasi

Mereka akan tinggal di Bali setidaknya selama sebulan sampai Evans bisa terbang pulang. Keluarga 35 tahun tersebut lega karena Evans tidak mengalami cedera kepala, berkat helm yang dia kenakan yang ditemukan di dekatnya dengan kerusakan yang signifikan.

"Sekarang saya menyadari betapa beruntungnya kita sebenarnya. Jika dia tidak memakai helm itu, segalanya akan jauh berbeda," kata Dennis.

Pria berusia 35 tahun itu diperkirakan akan pulih sepenuhnya bahkan dokter takjub oleh kemajuannya.

"Dia bangun dari tempat tidur untuk pertama kalinya (minggu lalu), didukung dan dibantu, tetapi dia mengambil beberapa langkah kemudian harus kembali ke tempat tidur, tetapi saya pikir sedikit demi sedikit akan sampai di sana," kata Dennis.

Untuk saat ini, pernikahan yang mereka rencanakan untuk Februari telah ditunda untuk memberi waktu bagi Evans untuk pulih.

"Fokusnya tidak lagi pada pernikahan. Itu akan terjadi tetapi kami harus mengesampingkannya untuk saat ini, karena yang terpenting adalah kesembuhannya," katanya.

Keluarga tersebut telah memulai halaman GoFund Me (penggalangan dana pribadi pada fitur instagram) untuk membantu pemulihan Mr Evans dan sejauh ini telah mengumpulkan setengah dari jumlah target mereka sebesar $80.000 atau sekira Rp1,2 miliar.

"Kami telah memulai kampanye Go Fund Me ini untuk mencoba meringankan beban keuangan besar yang akan ditanggung oleh biaya medis dan rehabilitasinya di masa depan untuk dia dan keluarganya," tulis mereka.

1
3

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini