Share

Mengenal Festival Ghotul Suku Muria, Gadis Perawan dan Perjaka Bebas Bercinta

Destriana Indria Pamungkas, Jurnalis · Sabtu 24 September 2022 00:02 WIB
https: img.okezone.com content 2022 09 22 406 2673093 mengenal-festival-ghotul-suku-muria-gadis-perawan-dan-perjaka-bebas-bercinta-zY9Xo19YR5.jpg Tradisi suku Muria di India (Foto: Atlas of Humanity)

FESTIVAL Ghotul ala suku Muria sungguh unik. Festival budaya tersebut membolehkan gadis remaja dan pemuda perjaka berhubungan seks secara bebas. Mereka bisa memilih pasangan bercinta sesukanya. Jika ada yang cocok untuk saling mencintai, maka pasangan itu akan dinikahkan.

Suku Muria yang tinggal di wilayah Chhattisgarh, India menganut animisme serta memiliki dewanya sendiri. Tapi, mereka sangat terbuka terhadap hal-hal yang berbau seksualitas bahkan ada tradisi ghotul.

 BACA JUGA:Mengenal Tradisi Sekte Aghori di India Makan Mayat dan Setubuhi Wanita Menstruasi

Ghotul diikuti oleh remaja putra (Chelik) minimal berusia 21 tahun dan remaja putri (Motiari) minimal berusia 18 tahun.

Dalam festival ini, para peserta akan mempelajari banyak hal, seperti lagu, tarian, cerita rakyat, hingga melakukan hubungan seks.

 Ilustrasi

Festival Ghotul dimulai dengan perkenalan antar peserta putri dan putra. Peserta putri kemudian akan memilih pasangannya melalui sisir kayu yang ada di dalam pot. Pada sisir tersebut terdapat sebuah nama remaja putra.

Di malam harinya, remaja putri akan diberikan minuman keras yang dipercayai bisa mencegah kehamilan. Setelah itu, mereka akan dibawa ke sebuah asrama campuran untuk kemudian berhubungan seks.

Mereka bisa berhubungan seks dengan satu pasangan atau bisa juga dilakukan secara berkelompok. Meski demikian, selama festival ini berlangsung, para peserta tidak boleh melakukan hubungan seks lebih dari 3 malam.

Di hari ketujuh setelah festival, para peserta akan memutuskan akan memilih pasangan yang mana. Peserta putra akan memberikan bunga kepada gadis yang dipilih, jika bunga tersebut diterima, maka mereka bisa menikah. Namun, jika bunga tersebut ditolak, maka masing-masing akan mencari pasangan baru.

 

Festival Ghotul telah berlangsung lama. Suku ini juga sudah terbiasa dengan konsekuensi jika ada peserta yang hamil, maka bayi tersebut nantinya akan diasuh oleh seluruh warga.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini