Share

Misteri Terowongan Sasaksaat, Terpanjang di Indonesia

Novie Fauziah, Jurnalis · Minggu 25 September 2022 00:02 WIB
https: img.okezone.com content 2022 09 23 406 2673713 misteri-terowongan-sasaksaat-terpanjang-di-indonesia-ZKSXNKj4Mi.jpg Terowongan Sasaksaat tahun 1905 (Foto: media-kitlv.nl via Heritage KAI)

JIKA Anda naik kereta api dari Jakarta ke Bandung, maka akan melewati Terowongan Sasaksaat yang merupakan peninggalan kolonial Belanda dan saksi sejarah awal mula adanya kereta api di Indonesia. Ada cerita misteri di balik terowongan ini.

Terowongan Sasaksaat yang berada di Desa Sumurbandung, Kecamatan Cipatat, Kabupaten Bandung Barat, Jawa Barat panjangnya mencapai 949 meter. Ini merupakan terowongan aktif terpanjang di Indonesia.

Menurut cerita, tiap malam Jumat dan malam Senin, muncul hawa panas dalam Terowongan Sasaksaat. Kemudian setiap tahun di lokasi ini juga ada ritual pemotongan satu kambing dan satu ekor ayam untuk penolak bala, karena di sekitar itu banyak dikubur para pekerja yang tewas akibat kerja paksa, disiksa, maupun diserang penyakit.

 BACA JUGA:Misteri Arca Domas di Bogor, Jejak Peninggalan Pajajaran dan Makam Tentara Nazi

Konon, berdasarkan penuturan warga, pernah sekali telat dilakukan ritual pemotongan, maka ada hal aneh terjadi seperti terdengar suara gemuruh mirip suara kereta melintas di dalam terowongan, padahal tak ada kereta yang lewat.

Terowongan Sasaksaat yang membelah Perbukitan Cidepong antara Stasiun Maswati dan Stasiun Sasaksaat di KM 143+144, dibangun mulai tahun 1902 oleh Perusahaan Kereta Api Negara, Staatsspoorwegen (SS).

 

Melansir dari laman resmi Heritage KAI, sebelum pembangunan dimulai, masyarakat sekitar melakukan ritual sesajen, untuk meminta keselamatan agar tidak terjadi hal-hal yang buruk selama proses pengerjaannya.

Masyarakat sekitar waktu itu meyakini bahwa gunung yang akan dibolongin terowongan terdapat makhluk yang “menguasainya”.

 BACA JUGA:Misteri Hantu Banyu Penunggu Sungai Musi, Kerap Mengincar Orang yang Buang Hajat di Kali

Kala itu, pembangunan Terowongan Sasaksaat diserahkan kepada pemborong khusus orang Eropa. Mereka menggunakan teknik teknologi tinggi dari Belgia. Dalam prosesnya, terdapat kendala yaitu lahan yang memiliki kadar air tinggi sehingga air merembes ke terowongan dan beresiko terjadi longsor. Selain itu terdapat batuan cadas pada tanah yang digali.

Saat proses pembangunan terowongan ini cukup banyak memakan korban jiwa. Di mana kebanyakan dari mereka meninggal karena tertimpa batu, longsor dan kecelakaan lainnya.

Konon kecelakaan yang memakan korban jiwa itu dipercaya, bahwa makhluk penunggu di bukit tersebut meminta tumbal.

Baca Juga: Lifebuoy x MNC Peduli Ajak Masyarakat Berbagi Kebaikan dengan Donasi Rambut, Catat Tanggalnya!

Tak main-main dalam pengerjaan Terowongan Sasaksaat ini, dibangun siang dan malam dilakukan oleh tenaga kerja mulai dari orang pribumi, Cina dan Eropa.

Orang Pribumi dan China kebanyakan bekerja sebagai kuli. Sementara orang Eropa sebagai kepala cabang, mandor pekerja, pemborong dan teknisi.

Adapun teknis pembangunan terowongan ini dengan cara melakukan penggalian di bagian sisi arah utara dan selatan, yang kemudian dilakukan secara bersamaan.

 Ilustrasi

Setelah proses yang begitu panjang, akhirnya Terowongan Sasaksaat ini rampung. Awal pengoperasiannya, terowongan yang berada di koridor Purwakarta-Padalarang ini digunakan sebagai sarana penumpang serta pengangkutan komoditas ekspor seperti kopi, teh, beras serta pengangkutan hasil pertanian sehari-hari masyarakat di Wilayah Bandung.

Lalu saat ini terowongan yang berada di bawah KAI Daerah Operasi II Bandung dilewati oleh kereta api jarak jauh seperti Argo Parahyangan, Harina, Ciremai, Serayu, kereta api lokal Cibatu-Purwakarta dan kereta angkutan barang.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini