Share

Kisah Pramugari 2 Tahun Buka Layanan Seks di Toilet Pesawat, Rp32 Juta Sekali Main

Asthesia Dhea Cantika, Jurnalis · Rabu 28 September 2022 16:00 WIB
https: img.okezone.com content 2022 09 27 406 2675941 kisah-pramugari-2-tahun-buka-layanan-seks-di-toilet-pesawat-rp32-juta-sekali-main-RB9QDYNIQE.jpg Ilustrasi (Foto: Getty Images via Daily Star)

SEORANG pramugari meraup pendapatan hingga 650 ribu Pound atau sekira Rp14 miliar dalam kurun dua tahun melalui aksinya berhubungan seks dengan penumpang di toilet pesawat.

Wanita itu membuka bisnis prostitusi secara ilegal di pesawat tanpa sepengatuan kru lainnya. Kasus ini terungkap setelah dia tertangkap basah usai berhubungan intim di toilet pesawat.

Melansir dari Daily Mail, pramugari tersebut dilaporkan bekerja untuk maskapai penerbangan asal Timur Tengah. Tapi setelah kasus tersebut terungkap, dia langsung dipecat dari pekerjaannya dan dideportasi.

Peristiwa prostitusi pramugari itu terungkap pada 2017 dan sempat menghebohkan.

Sebuah sumber berbicara kepada harian berbahasa Arab, Sada mengatakan bahwa sang awak kabin telah melayani banyak penumpang dari berbagai tujuan penerbangan.

"Dia mengakui bahwa dia berhubungan seks dengan banyak penumpang lain selama penerbangan. Dia lebih suka penerbangan jarak jauh antara negara-negara Teluk dan Amerika Serikat."

Sumber-sumber maskapai penerbangan percaya bahwa wanita itu menetapkan tarif 1.500 Pound (Dh7.400) atau Rp32 juta untuk sekali berhubungan seks.

Baca Juga: Lifebuoy x MNC Peduli Ajak Masyarakat Berbagi Kebaikan dengan Donasi Rambut, Catat Tanggalnya!

Mengomentari kasus tersebut, Antoine Michelat, salah satu pendiri situs perbandingan penerbangan Jetcost.co.uk, mengatakan kepada MailOnline Travel bahwa pramugari selalu memiliki pesona khusus dengan penumpang mereka.

“Pramugari selalu memiliki pesona khusus dengan penumpang mereka; sementara beberapa petugas memilih untuk tidak melewati batas dan mengambil keuntungan dari ini, akan selalu ada orang yang melakukannya.” terangnya.

Ilustrasi

Ia mengungkapkan bahwa tarif tersebut sangat tinggi, dan tak percaya jika penumpang menerima tarif tersebut. Namun, tak menutup kemungkinan jika hal itu dilakukan dengan penumpang bisnis.

“Jumlah 650.000 poundsterling tampak seperti jumlah yang sangat tinggi dan kami tidak yakin seberapa percaya. Meskipun saya kira itu semua tergantung pada apakah orang tersebut memiliki hubungan terlarang dengan penumpang bisnis dan seberapa kaya mereka,” pungkasnya.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini