Share

Mengenal Gua Selarong, Tempat Pangeran Diponegoro Atur Siasat Hadapi Kelicikan Serdadu Belanda

Yohanes Demo, Jurnalis · Kamis 29 September 2022 11:30 WIB
https: img.okezone.com content 2022 09 28 408 2676504 mengenal-gua-selarong-tempat-pangeran-diponegoro-atur-siasat-hadapi-kelicikan-serdadu-belanda-bnGdQbEudn.JPG Gua Selarong di Bantul, DIY (Foto: Instagram/@defriana_lc)

GUA SELARONG merupakan satu dari sekian banyak tempat bersejarah di Yogyakarta. Terletak di Padukuhan Kembangputihan, Kalurahan Sendangsarii, Kapanewon Pajangan, Bantul, gua ini dijadikan tempat mengatur siasat oleh Pangeran Diponegoro dalam melawan pasukan Belanda pada tahun 1825-1830.

Suasana mistis sangat kental di area Goa Selarong ini, bahkan menurut cerita yang beredar gua ini tidak kasat mata dan tampak buntu apabila dilihat dari luar.

Namun Pangeran Diponegoro beserta pasukannya bisa keluar dan masuk seakan gua ini memiliki pintu gaib untuk bersembunyi.

Perang besar antara pasukan Pangeran Diponegoro dan tentara Belanda atau dikenal sebagai Perang Jawa diawali dengan pencabutan patok-patok jalan yang dipasang Belanda oleh pasukan Pangeran Diponegoro.

Infografis Gua Penuh Misteri di Indonesia

Akibat aksi nekat dan keberaniannya mencabut patok-patok Belanda itu, terjadi peristiwa pembakaran kediaman Pangeran Diponegoro di Tegalrejo pada bulan Juli 1825.

Namun, pasukan Belanda yang dipimpin oleh Residen Chevallier tak menemukan Pangeran Diponegoro beserta istrinya. Pangeran Diponegoro terlebih dahulu melarikan diri ke arah barat hingga menemukan tempat yang aman yang tidak lain adalah Gua Selarong.

Kala itu, kepergian Pangeran Diponegoro diikuti oleh masyarakat keraton yang berjumlah 77 orang. Dengan segera, Pangeran Diponegoro langsung membangun pertahanan dan menyusun strategi pembalasan di Gua Selarong.

Selama mengungsi di Gua Selarong, pasukan Pangeran Diponegoro bertambah jumlahnya bahkan sampai ribuan dari masyarakat sekitar gua.

Selama bersembunyi di Gua Selarong, tercatat pasukan Belanda pernah melancarkan serangan sebanyak 3 kali. Namun, upaya tersebut gagal karena Pangeran Diponegoro telah pergi ke gua sekitarnya.

Baca Juga: Lifebuoy x MNC Peduli Ajak Masyarakat Berbagi Kebaikan dengan Donasi Rambut, Catat Tanggalnya!

Uniknya, Gua Selarong yang digunakan sebagai persembunyian Pangeran Diponegoro ini memiliki ukuran yang cukup kecil. Bahkan sebetulnya tidak cocok jika diberi label goa. Bentuk Gua Selarong sendiri terbagi menjadi dua bagian yaitu Gua Kakung dan Goa Putri.

Di mana kedalaman dua goa ini hanya 1,5 meter, Gua Kakung yang ditempati Pangeran Diponegoro dan pasukannya memiliki lebar 2 meter dan Gua Putri yang digunakan untuk istri Pangeran Diponegoro, R.A Ratnangingsih memiliki ukuran 3 meter persegi.

Di Goa Selarong dibentuk beberapa batalyon yang dipimpin oleh Ing Ngabei Joyokusumo, Pangeran Prabu Wiromenggolo, dan Sentot Prawirodirjo dengan pakaian dan atribut yang berbeda. Sepanjang bulan Juli 1825 hampir seluruh pinggiran kota diduduki oleh pasukan Diponegoro.

Infografis Wisata Sejarah di Indonesia

Markas besar Pangeran Diponegoro di Gua Selarong dipimpin oleh lima serangkai yang terdiri dari Pangeran Diponegoro sebagai ketua markas, Pangeran Mangkubumi merupakan anggota tertua sebagai penasihat dan pengurus rumah tangga, Pangeran Angabei Jayakusuma sebagai panglima pengatur siasat dan penasihat di medan perang, Alibasah Sentot Prawirodirjo yang sejak kecil dididik di Istana dan setelah perang Diponegoro bergabung dengan Pangeran Diponegoro dan Kyai Modjo sebagai penasihat rohani pasukan Pangeran Diponegoro.

Pada tanggal 7 Agustus 1825, pasukan Diponegoro dengan kekuatan sekitar 6.000 orang menyerbu negara Yogyakarta dan berhasil merebutnya dari Belanda.

Meski demikian Pangeran Diponegoro tidak menduduki kota Yogyakarta hanya saja, Sultan Hamengkubuwono V berhasil diselamatkan dan diamankan di Benteng Vredeburg dengan pengawalan ketat dari Keraton.

Sempat frustrasi terhadap serangan yang dilancarkan pasukan Diponegoro, pihak Belanda mencoba mengirim surat untuk menawarkan perdamaian. Namun dengan tegas Pangeran Diponegoro menolaknya.

Karena penolakan itu, Jenderal De Kock memerintahkan Presiden Chevallier beserta pasukannya untuk menyerang Selarong. Namun selalu gagal karena pasukan Diponegoro sudah berpencar di berbagai daerah.

Menurut cerita Babad Tanah Jawa, selanjutnya Pangeran Diponegoro mendirikan markas di Dekso yang berlangsung kurang lebih 10 bulan dari tanggal 4 November 1825 sampai dengan 4 Agustus 1826.

Saat ini, Gua Selarong lebih dikenal sebagai salah satu objek wisata alam dan religi. Selain sebagai tempat tujuan mengirim persembahan dan doa, di sekitar Gua Selarong juga terdapat air terjun yang bisa memanjangkan mata.

1
3

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini