Share

Napak Tilas Sejarah, 5 Tempat Mengenang Tragedi Berdarah G30S PKI di Jakarta

Najwa Avifah Octavia, Jurnalis · Jum'at 30 September 2022 06:00 WIB
https: img.okezone.com content 2022 09 28 408 2676916 napak-tilas-sejarah-5-tempat-mengenang-tragedi-berdarah-g30s-pki-di-jakarta-qqvwhMDtV1.jpeg Serambi Penyiksaan PKI di Lubang Buaya, Jakarta Timur (Okezone.com/Puteranegara)

GERAKAN 30 September atau G30S PKI merupakan peristiwa kelam dalam sejarah Indonesia. Aksi pembantaian terhadap enam jenderal dan satu perwira pertama Angkatan Darat dilakukan Tjakrawibawa, pasukan elite penjaga Presiden Soekarno, merupakan sebuah pengkhianatan besar dalam sejarah Tanah Air.

Para korban dibawa ke wilayah Lubang Buaya lalu jasadnya dimasukkan dalam sumur tua. Korban pembantaian malam upaya kudeta tersebut sekarang dinobatkan sebagah Pahlawan Revolusi.

Untuk mengenang peristiwa bersejarah itu, lokasi-lokasi terkait dalam tragedi tersebut kini dijadikan situs wisata sejarah dan edukasi untuk anak bangsa.

Berikut lima tempat bersejarah untuk mengenang peristiwa G30S PKI di Jakarta :

Museum Sasmita Loka Ahmad Yani

Museum Sasmita Loka Ahmad Yani dulunya merupakan rumah dinas pahlawan revolusi Jenderal Anumerta Ahmad Yani yang berada di Jalan Lembang Nomor 67, Kecamatan Menteng, Jakarta Pusat. Bangunan yang kini dijadikan sebagai museum Sasmita Loka Ahmad Yani, merupakan salah satu tempat pembantaian G30S PKI.

Ilustrasi

Museum Ahmad Yani (Okezone.com/Dimas)

Pasukan Tjakrabirawa membunuh enam jenderal dan satu kapten dengan tuduhan berafiliasi kepada PKI. Dari ketujuh perwira tersebut, salah satunya adalah Ahmad Yani yang dibunuh di kediamannya sendiri. Kini Museum Sasmita Loka Ahmad Yani dijadikan saksi bisu peninggalan masa lalu Ahmad Yani seperti foto, Patung, dan koleksi peninggalan lainnya.

Lubang Buaya

Museum Lubang Buaya ini menjadi lokasi dibuangnya para korban G30S PKI. Para mayat dibuang di sumur berdiameter 76 sentimeter dengan kedalaman 12 meter. Sumur ini menjadi spot utama di Kompleks Memorial Lubang Buaya dan terletak di Kecamatan Cipayung, Jakarta Timur.

Di Museum Lubang Buaya juga terdapat barang-barang peninggalan para pahlawan saat itu dan terdapat pula patung replika yang menggambarkan peristiwa penyekapan para Jenderal. Kini Lubang Buaya dijadikan sebagai museum yang dapat dikunjungi untuk umum dan menjadikan tempat wisata bersejarah sebagai edukasi dan pengetahuan akan sejarah Indonesia untuk anak sekolah.

Taman Makam Pahlawan Kalibata

Setelah diketahui bahwa tujuh Jenderal ditempatkan dalam satu Sumur pada peristiwa G30S PKI, akhirnya ketujuh Jenderal tersebut dimakamkan di Taman Makam Pahlawan yang terletak di Kalibata, Jakarta Selatan.

Ketujuh Jenderal tersebut yaitu Jenderal Ahmad Yani, Mayjen TNI Raden Suprapto, Letjen S. Parman, Letjen M.T. Haryono, Mayjen D.I. Panjaitan, Mayjen Sutoyo Siswomiharjo, Brigjen Katamso, Kapten (Anumerta) Pierre Tendean. Pemakaman yang kini dikenal sebagai Taman Makam Pahlawan Nasional Utama itu menjadi tempat untuk mengenang jasa para pahlawan.

Baca Juga: Lifebuoy x MNC Peduli Ajak Masyarakat Berbagi Kebaikan dengan Donasi Rambut, Catat Tanggalnya!

Museum AH Nasution

Museum AH Nasution berlokasi di Jalan Teuku Umar No.40, Menteng, Jakarta Pusat. Museum ini dulunya merupakan rumah singgah yang di kediami oleh AH Nasution. Saat terjadinya pemberontakan di kediamannya, AH Nasution kala itu mampu meloloskan diri dari sergapan pasukan Tjakrabirawa yang hendak menculiknya.

Keberhasilan meloloskan diri diperuntungkan bagi dirinya tetapi tidak dengan sang putri bungsunya, Ade Irma Suryani yang tertembak saat berusia 5 tahun. Nyawa sang putri tidak dapat diselamatkan setelah beberapa hari kemudian, ia harus merelakan anaknya meninggal dunia.

Kediaman AH Nasution kini dijadikan sebagai tempat saksi bisu atas meninggalnya Ade Irma Suryani dan tempat mengenang sejarah barang-barang pribadi milik Jenderal Nasution.

Ilustrasi

Makam Ade Irma Suryani Nasution

Hal yang paling memilukan dalam peristiwa G30S PkI atau Gerakan 30 September yaitu, tewasnya Gadis kecil berusia 5 tahun, Ade Irma Suryani. Makam Ade Irma Suryani ini terletak di area kantor Walikota Jakarta Selatan, Jalan Raya Prapanca, Petogogan Kebayoran Baru.

Dalam akhir kehidupan sang anak, AH Nasution menuliskan sebuah pesan yang menyentuh pada pemakaman sang anak yaitu, “Anak saja jang tertjinta engkau telah mendahului gugur sebagai perisai ajahmu”.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini