Share

Menguak Asal Usul Mitos Orang Pati Dilarang Nikahi Orang Kudus

Novie Fauziah, Jurnalis · Sabtu 01 Oktober 2022 00:03 WIB
https: img.okezone.com content 2022 09 29 406 2677699 menguak-asal-usul-mitos-orang-pati-dilarang-nikahi-orang-kudus-a4ffrRHi0T.jpg Ilustrasi pernikahan (Muslim Girl)

MITOS yang beredar di masyarakat soal larangan pernikahan antara orang Pati dengan orang Kudus. Padahal kedua kabupaten di Jawa Tengah ini saling bertetangga atau berdekatan. Dari mana asal usul mitos ini?

Kisahnya berawal dari Syekh Jangkung atau Saridin. Ia dianggap sebagai salah seorang ulama yang punya kesaktian. Sebagai muridnya Sunan Kudus, Saridin ikut menyiarkan Islam di Pati dan pesisir Pulau Jawa.

 BACA JUGA:7 Mitos Tentang Pramugari yang Sering Dipercaya Banyak Orang, Apa Saja?

Syeh Jangkung hidup di abad ke-16. Ia pernah menimba ilmu kepada Sunan Kudus, ketika usianya masih muda. Kemudian hingga akhirnya oleh Sunan Kudus diusir secara halus, sebab ia dianggap sudah memiliki kemampuan yang besar untuk berkelana.

 

Namun ternyata Saridin tidak terima. Kemudian ia memberi warisan untuk anak cucunya, beserta keturunannya di Kabupaten Pati untuk tidak menikah dengan orang-orang keturunan Sunan Kudus yang berada di Kudus. 

 BACA JUGA:Menguak Weton Ferdy Sambo Menurut Primbon Jawa, Punya Watak Keras dan Ganas

Selanjutnya, setelah menimba ilmu dengan Sunan Kudus di Kudus, dirinya melanjutkan mengembara ke berbagai daerah. Di antaranya seperti kabupaten Pati, Rembang, Cirebon hingga pesisir Palembang, Sumatera Selatan.

Sementara itu Syekh Jangkung adalah salah satu penyebar agama Islam di Indonesia yang terkenal di Karesidenan Pati. Selain terkenal di Pati, Saridin ternyata juga diakui sebagai leluhur atau nenek moyang warga Dusun Dukuh yang terletak di Desa Glagah Kecamatan Glagah Kabupaten Banyuwangi, Jawa Timur.

Baca Juga: Lifebuoy x MNC Peduli Ajak Masyarakat Berbagi Kebaikan dengan Donasi Rambut, Catat Tanggalnya!

Kemudian untuk asal usul namanya, yaitu untuk memudahkan dalam berucap kata Syarifuddin dalam logat Jawa memang agak kesulitan, sehingga kata Syarifuddin berubah menjadi “Saridin”.

Gelar “Syeh” bagi Saridin, beliau mendapatkannya dari negara Ngerum (Andalusia, saat itu sebagai pusat perawi Hadits dan pusat kerajaan Islam terbesar di dunia).

 Ilustrasi

Adapun gelar “Syeh Jangkung” beliau dapat dari gurunya dan juga kakeknya yaitu Raden Syahid Sunan Kalijaga. Karena Saridin ini selalu dijangkung oleh gurunya. Makna kata di jangkung menurut bahasa Indonesia dilindungi, diayomi, dipelihara, dididik, dan selalu dalam naungannya.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini