Share

Mengenal Siapa Sebenarnya Pangeran Samudra di Gunung Kemukus, Pernah Berguru pada Sunan Kalijaga

Syifa Fauziah, Jurnalis · Jum'at 30 September 2022 14:02 WIB
https: img.okezone.com content 2022 09 29 408 2677342 mengenal-siapa-sebenarnya-pangeran-samudra-di-gunung-kemukus-pernah-berguru-pada-sunan-kalijaga-JVu9IePiqt.JPG Mengenal siapa sebenarnya Pangeran Samudra di Gunung Kemukus (Foto: travelink-indonesia)

MENGENAL siapa sebenarnya Pangeran Samudra di Gunung Kemukus. Pangeran Samudra menurut cerita ialah salah satu dari putra dari Prabu Brawijaya V, raja terakhir Kerajaan Majapahit. Ia melakukan perjalanan mencari Sunan Kalijaga untuk belajar agama Islam.

Pardi (50), seorang warga lokal yang mengaku mengetahui kisah Gunung Kemukus dari sang ayah menceritakan, Gunung Kemukus menjadi saksi bisu kemunculan Kerajaan Majapahit.

Konon, pada saat akhir runtuhnya kejayaan Majapahit yang diserang oleh Raden Patah dari Demak, Pangeran Samudra dan ibunya ikut ke Demak.

Selama tinggal di Demak, Pangeran Samudra belajar ilmu agama Islam dengan bantuan dari Sunan Kalijaga.

Infografis Gua Penuh Misteri di Indonesia

Pangeran Samudera diminta untuk menimba ilmu agama Islam kepada Kyai Ageng Gugur dari Desa Pandan Gugur di lereng Gunung Lawu. Sekian lama menimba ilmu dan dirasa cukup, akhirnya Pangeran Samudra berniat pulang kembali ke Demak.

Di perjalanan pulang, mereka melewati Desa Gondang Jenalas (sekarang wilayah Gemolong) niatnya hanya berhenti sejenak untuk beristirahat.

Namun Pangeran Samudra memilih tinggal lebih lama lagi untuk mensyiarkan agama Islam di desa tersebut.

Sayangnya, di tengah mensyiarkan agama Islam, Pangeran Samudra jatuh sakit. Karena tak kuat menahan sakit akhirnya berhenti di Dukuh Doyong (sekarang wilayah Kecamatan Miri) dan akhirnya Pangeran Samudra meninggal dan jasadnya dimakamkan di perbukitan Dukuh Miri.

Baca Juga: Lifebuoy x MNC Peduli Ajak Masyarakat Berbagi Kebaikan dengan Donasi Rambut, Catat Tanggalnya!

Oleh masyarakat sekitar, lokasi bekas perawatan atau peristirahatan Pangeran Samudro didirikan desa baru dan diberi nama 'Dukuh Samudro' yang sampai kini terkenal dengan nama 'Dukuh Mudro'.

Awalnya, Desa Samudra masih sangat sepi karena masih berupa hutan, dan masih banyak dihuni oleh binatang-binatang buas, namun makin ke sini mulai banyak orang mendiami desa tersebut.

Infografis Candi Borobudur

Selama berdiam di lokasi itu, masyarakat kerap melihat kabut hitam seperti asap yang berbentuk segitiga dan terlihat menyelimuti makam Pangeran Samudra yang dipercaya masih ada garis keturunan dengan Kerajaan Majapahit.

Kabut itu biasanya terlihat menjelang musim hujan atau musim kemarau. Karena itulah sampai saat ini gunung tempat lokasi makam Pangeran Samudra dikenal dengan nama Gunung Kemukus.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini