Share

Ngamuk di Pesawat, Pemuda Mabuk Minta Oral Seks pada Pramugari

Violleta Azalea Rayputri, Jurnalis · Minggu 02 Oktober 2022 04:00 WIB
https: img.okezone.com content 2022 09 30 406 2678487 ngamuk-di-pesawat-pemuda-mabuk-minta-oral-seks-pada-pramugari-cYHCMouhKR.jpg Ilustrasi penumpang di pesawat (Travel and Leisure)

AKSI Kieran Harris sungguh keterlaluan. Disuruh pakai masker oleh pramugari, pemuda 19 tahun ini malah mengamuk di pesawat. Dia mengancam tembak awak kabin. Bukan hanya itu, pria asal Garston, Liverpool, Inggris juga melecehkan pramugari dengan meminta dioral seks.

Akibat dari perilaku buruknya, Harris dihukum penjara selama 12 minggu atau tiga bulan. Dia juga diwajibkan membayar uang kompensasi kepada pramugari yang sudah dilecehkannya sebesar £250 atau sekira Rp5 juta.

Melansir dari laporan The Leader, peristiwa itu terjadi dalam penerbangan dengan pesawat easyJet dari Alicante, Spanyol menuju Manchester, Inggris. Di dalamnya ada 177 penumpang termasuk Harris.

 BACA JUGA:Curhat Pramugari Diajak Ngamar Bareng Pilot Nakal hingga Tak Kuasa Menangis

Dalam peristiwa yang terjadi pada Mei 2021 tersebut, Harris yang terbang sendirian tanpa teman dilaporkan dalam kondisi mabuk karena minum vodka.

Pramugari sudah empat kali memintanya mengenakan masker wajah yang berlaku dalam penerbangan untuk mencegah tertular virus COVID-19. Tapi, Harris mengabaikannya. Ia malah memaki pramugari dan mengaku dirinya tak takut kalau dilapor ke polisi.

"Saya kenal orang-orang, saya tidak takut pada polisi," kata Harris kepada seorang pramugari bernama Caroline Callaghan.

 Ilustrasi

Pramugari Dorota Kazimierczak lantas meminta Harris untuk tetap di kursinya dan mengenakan sabuk pengaman selama di pesawat. Celakanya, Harris malah menuntut pramugari itu agar melakukan seks oral padanya.

Dia kemudian meneriakkan pelecehan rasis dan mengancam akan menembaknya dan pacarnya.

“Selama empat tahun saya terbang, saya tidak pernah menghadapi situasi seperti ini. Dia agresif kepada banyak orang dan tidak terkendali dan saya merasa takut. Saya hanya senang atas bantuan kapten dan polisi,” kata Callaghan menceritakan kasus dialaminya.

“Situasinya menyedihkan dan sangat sulit untuk dihadapi. Dia menjadi mabuk dengan sangat cepat. Saya tidak yakin apakah ini karena alkohol atau obat-obatan, karena mulutnya berbusa.”

Baca Juga: Lifebuoy x MNC Peduli Ajak Masyarakat Berbagi Kebaikan dengan Donasi Rambut, Catat Tanggalnya!

Ketika kru mencoba menghubungi polisi, Harris berteriak “Apakah Anda memanggil polisi untuk saya? Aku telah membunuh orang, dan aku akan membunuhmu juga.”

Harris harus dikawal dari pesawat. Para penumpang lain kesal dengan ulahnya.

Harris kemudian diadili di pengadilan Manchester. Di depan hakim, Harris mengaku bersalah karena mabuk di pesawat dan mengakui mengancam awak kabin.

Pengacaranya Harris, Georgia Maudsley mengatakan, kliennya minum minuman beralkohol untuk mengatasi kecemasan.

“Dia masih remaja dan belum dewasa, dia bertindak sangat tidak dewasa. Jelas, ada kesusahan yang disebabkan oleh awak kabin dan penumpang dan dia malu dengan perilakunya sendiri," kata pengacara.

Harris dipenjara selama 12 minggu dan diperintahkan membayar kompensasi kepada Kazimierczak sebesar £250 atau Rp5 juta.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini