Share

Dongkrak Wisatawan, Pengelola Kebun Teh Kulonprogo Tawarkan Paket Wisata Edukasi

Antara, Jurnalis · Senin 03 Oktober 2022 18:03 WIB
https: img.okezone.com content 2022 10 03 406 2679529 dongkrak-wisatawan-pengelola-kebun-teh-kulonprogo-tawarkan-paket-wisata-edukasi-NfaBX4qGaY.JPG Kebun teh Nglinggo, Kulonprogo, DIY (Foto: Instagram/@rimbono_homestay)

PENGELOLA Desa Wisata Kebun Teh Nglinggo di Kabupaten Kulonprogo, Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) berinovasi dengan menawarkan paket edukasi hingga wahana jip guna mendongkrak kunjungan wisatawan di tengah kenaikan harga bahan bakar minyak.

"Terkait kenaikan harga BBM sementara belum begitu berdampak untuk kunjungan wisatawan di wilayah Nglinggo. Kami berlakukan tarif lama dan inovasi paket wisata yang kami tawarkan," kata Pengurus Desa Wisata Kebun Teh Nglinggo, Makful, melansir Antara.

Ia mengatakan, jumlah kunjungan masih stabil, rata-rata untuk hari Sabtu dan Minggu untuk kebun teh dan Bukit Ngisis biasanya 600 tiket terjual bisa lebih. Kunjungan wisatawan yang paling banyak Tumpeng Menoreh untuk hari Minggu bisa 1.000 tiket terjual.

Infografis Kebun Raya di Indonesia

"Di kawasan Kebun Teh Nglinggo dibuat spot-spot khusus untuk menarik kunjungan wisatawan dan dikenakan tarif sendiri-sendiri," katanya.

Sementara Ketua Pengurus Pokdarwis Kalibiru Sumarjana mengatakan, Jumlah kunjungan wisatawan setiap akhir pekan rata-rata per hari sebelum ada kenaikan BBM di atas 70 orang, saat ini di bawah 50 orang.

"Penurunan kunjungan wisatawan ini sangat berdampak pada pelaku wisata di Kalibiru. Retribusi yang masuk tidak menutup biaya operasional," katanya.

Follow Berita Okezone di Google News

Saat ini, pihaknya mencoba merangkai paket-paket yang murah meriah walaupun BBM naik. "Kami harus bertahan dengan kondisi saat ini dengan adanya penurunan kunjungan wisatawan," katanya.

Sementara itu, Kepala Dinas Pariwisata Kulon Progo, Joko Mursito memastikan tidak ada dampak kenaikan harga BBM terhadap kunjungan wisatawan ke Kulon Progo, khususnya di desa-desa wisata. Menurutnya, kunjungan wisatawan ke Kulon Progo lebih disebabkan faktor cuaca.

"Kami tidak melihat penurunan kunjungan wisatawan karena pengaruh BBM. Yang kami tahu, penurunan kunjungan ke desa wisata karena sudah turun hujan. Sehingga wisatawan tidak nyaman lagi berwisata, apalagi wisata desa lebih mengutamakan alam, sehingga saat musik hujan menjadi persoalan sendiri," ungkap Joko.

1
2

Berita Terkait

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini