Share

Menguak Sejarah dan Asal Usul Kerajaan Kanjuruhan Malang

Najwa Avifah Octavia, Jurnalis · Selasa 04 Oktober 2022 01:07 WIB
https: img.okezone.com content 2022 10 03 406 2679997 menguak-sejarah-dan-asal-usul-kerajaan-kanjuruhan-malang-TKSDk0kIvg.jpg Candi Badut peninggalan Kerajaan Kanjuruhan (Okezone.com/Avirista)

KERUSUHAN mengerikan yang terjadi di Stadion Kanjuruhan, Malang, Jawa Timur seusai laga Arema FC versus Persebaya Surabaya, Sabtu 1 Oktober 2022 malam, menewaskan 125 orang. Tragedi Kanjuruhan mengundang keprihatinan dunia. Nama Kanjuruhan pun terkenal seantero jagat.

Kanjuruhan merupakan nama kerajaan Hindu aliran Siwa yang sempat Berjaya di masa lalu, dan kini namanya ditabalkan ke stadion kebanggaan Aremania.

Menurut riwayat, Kerajaan Kanjuruhan yang berdiri sejak abad ke 8 Masehi, berpusat di Malang. Salah satu kerajaan tertua di Jawa Timur.

Salah satu bukti keberadaan Kerajaan Kanjuruhan berada di Prasasti Dinoyo yang ditemukan pada tahun 682 Saka atau 760 Masehi. Prasasti ini ditemukan tak jauh dari aliran Sungai Metro. Ditemukan juga bangunan peninggalan Candi Badut tak jauh dari lokasi tersebut.

Menurut prasasti Dinoyo, letak pasti Kerajaan Kanjuruhan berada di sebelah barat daya Malang yaitu, Tlogomas, Merjosari, Ketawanggede, dan Dinoyo. Keempat daerah tersebut diyakini karena ditemukan berbagai peninggalan dari Kanjuruhan.

Pendiri Kerajaan Kanjuruhan tidak diketahui secara pasti. Prasasti Dinoyo menceritakan penguasa pertama Kanjuruhan adalah Dewa Singha, setelah kematian Dewa Singha kepemimpinan digantikan oleh putranya bernama Liswa. Liswa inilah yang diberi gelar Gajayana

Dalam kepemimpinan Gajayana Kanjuruhan mengalami masa kejayaan, menjadikan penguasa terbesar dimana pemerintahan berjalan dengan baik. Raja Gajayana memerintah dengan adil dan bijaksana. Hukum-hukum ditegakkan tanpa pandang bulu sehingga rakyatnya mendapatkan keadilan yang setara.

Kepemimpinan Raja Gajayana ini menguasai berbagai kerajaan meliputi lereng timur dan barat Gunung Kawi, bahkan sisi barat kekuasaannya mencapai ke area Pegunungan Tengger Semeru. Di sisi utara hingga mencapai pesisir laut Jawa. Sementara di wilayah selatan kekuasaannya mencapai pantai selatan Pulau Jawa.

Baca Juga: Lifebuoy x MNC Peduli Ajak Masyarakat Berbagi Kebaikan dengan Donasi Rambut, Catat Tanggalnya!

Dalam sektor pertanian dan perdagangan pada masa Gajayana sangat berkembang pesat. Sektor pertanian berkembang karena didukung kondisi geografis, sedangkan sektor perdagangan menghasilkan barang-barang komoditas dengan nilai jual berkualitas.

Berkembangnya Kerajaan Mataram Kuno, menjadi salah satu penyebab runtuhnya Kerajaan Kanjuruhan. Kerajaan Mataram Kuno mengembangkan daerah kekuasaannya khususnya Jawa Timur dengan perang dan damai.

Kanjuruhan pada akhirnya menjadi bagian dari wilayah kekuasaan Kerajaan Mataram. Tidak terdapat bukti mengenai perang antar kedua kerajaan. Hal ini menandakan kemungkinan Kerajaan Mataram menguasai Kerajaan Kanjuruhan dengan damai.

Ilustrasi

Kini Kerajaan Kanjuruhan dengan Raja Gajayana hanya sebuah nama dan sejarah yang dapat dikenang. Di Jawa Timur nama ‘Kanjuruan dan Gajayana’ dijadikan sebagai inspirasi nama dua stadion yang berada di Malang Raya. Tak hanya menjadi Kerajaan Kanjuruhan tertua, stadion dengan nama serupa juga menjadi stadion tertua di Indonesia.

Peninggalan Kerajaan Kanjuruhan yang hingga saat ini dapat Anda kunjungi yaitu Candi Badut, yang berada di Kecamatan Dau, Kabupaten Malang dan Prasasti Sangguran yang kini dijadikan untuk meresmikan Desa Sangguran menjadi cagar alam di Kota Malang, dan Prasasti Dinoyo, lokasinya berada di area kampus III Universitas Muhammadiyah Malang.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini