Share

Tradisi Unik Suku Kalash, Wanita Boleh Kawin Lari dan Pria Bebas Tiduri Istri Orang

Syifa Fauziah, Jurnalis · Rabu 05 Oktober 2022 16:25 WIB
https: img.okezone.com content 2022 10 04 406 2680514 tradisi-unik-suku-kalash-wanita-boleh-kawin-lari-dan-pria-bebas-tiduri-istri-orang-F9JXMfyz63.jpg Wanita suku Kalash, Pakistan (Foto: ancient-origins.net)

ADA tradisi unik di suku Kalash di mana kawin lari jadi hal biasa. Kalash adalah penduduk asli Dardik di Pakistan. Meski penduduk Pakistan mayoritas Muslim, tapi warga Kalash kebanyakan masih menganut anismisme.

Sejak dahulu, suku Kalash terkenal dengan perempuannya yang cantik dan kerap mengenakan pakaian yang unik. Seperti kepala warna-warni, jubah hitam panjang, aksesori manik-manik, serta tampil dengan rambut dikepang.

Sementara pria Kalash menggunakan pakaian yang mencerminkan gaya populer Pakistan, Shalwar Kameez.

 BACA JUGA:Uniknya Tradisi Suku Musou, Wanita Bebas Bercinta dengan Pria Mana Saja Tanpa Nikah

Penduduk Kalash diperkirakan berjumlah 3.000 sampai 4.000 orang. Mereka juga disebut sebagai Kafir, Black Robe, dan Siah Posh, yang tinggal di tiga sub-lembah, yakni Bumburet, Rumbor, dan Birir di Provinsi Khyber Pakhtunkhwa, perbatasan Afghanistan.

Lokasi tersebut dianggap cukup berbahaya sehingga ketika turis datang, maka harus dikawal polisi.

Salah satu tradisi unik dari suku Kalash adalah Festival Chamos yang digelar setiap tahunnya pada Desember. Saat festival itu berlangsung perempuan muda Kalash boleh kawin lari bersama pria yang dicintai.

Hal tersebut tentu bertolak belakang dengan penduduk Pakistan yang mayoritas Muslim dan sangat konservatif. Bahkan, perceraian juga hal yang lumrah dilakukan perempuan Kalash. Jika istri meminta cerai, suami hanya bisa pasrah.

Tradisi unik lainnya adalah para pria Kalash diasingkan ke pegunungan dan tinggal bersama kambing. Selama masa pengasingan itu, mereka ditantang untuk bertahan hidup hanya dengan mengonsumsi daging dan susu kambing.

 BACA JUGA:Mengenal Mangokal Holi, Tradisi Memindahkan Tulang Belulang Leluhur Suku Batak

Jika lulus, para pemuda itu boleh mengikuti ritual selanjutnya. Mereka diperbolehkan berhubungan badan dengan perempuan desa, baik perawan maupun yang sudah bersuami.

Tradisi itu tidak hanya berlaku pada laki-laki, tapi juga perempuan. Namun bedanya, ketika perempuan Kalash menstruasi atau datang bulan mereka tidak boleh tinggal di desa. Mereka juga tidak boleh berhubungan bahkan kontak fisik dengan keluarga atau orang lain.

Baca Juga: Lifebuoy x MNC Peduli Ajak Masyarakat Berbagi Kebaikan dengan Donasi Rambut, Catat Tanggalnya!

Para perempuan yang datang bulan diasingkan ke bashaleni, sebuah bangunan mirip asrama yang letaknya jauh dari desa, sebagai tempat bermukim dan beristirahat selama masa pengasingan.

Dan yang terakhir ada tradisi Suri Jagek atau tradisi mengamati matahari. Yang unik tradisi ini masuk dalam Warisan Budaya Tak Benda atau Intangible Culture Heritage UNESCO pada 28 November 2018.

 Ilustrasi

Suri Jagek adalah praktik meteorologi dan astronomi tradisional yang didasarkan pada pengamatan matahari, bulan, dan bintang yang mengacu pada topografi setempat. Hal ini merupakan pengetahuan asli Kalash mengenai alam dan semesta.

Suri Jagek memainkan peran penting bagi Suku Kalash dalam mengadakan acara sosial di komunitasnya, seperti festival, pesta, serta ritual peternakan dan pertanian.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini