Share

Mengenal Malana, Pedalaman Himalaya Surga Ganja Termahal Dunia

Andini Putri Nurazizah, Jurnalis · Rabu 05 Oktober 2022 15:55 WIB
https: img.okezone.com content 2022 10 05 408 2681228 mengenal-malana-pedalaman-himalaya-surga-ganja-termahal-dunia-G4tsGmaa1Q.JPG Desa Malana, penghasil ganja termahal di dunia (Foto: Wikimedia.Org)

MALANA cream merupakan jenis ganja terbaik dan termahal di dunia. Ganja tersebut berasal dari desa yang terpencil di kaki pegunungan Himalaya, bernama Malana.

Melansir laman BBC, kendati ganja telah lama menjadi tulang punggung perekonomian desa kecil ini, ganja telah menimbulkan persoalan sosial-budaya.

Mungkin karena itulah beberapa tahun silam, petinggi desa Jamdagni ishi - yang secara lokal dijuluki Jamlu Devta dan merupakan orang bijak dalam mitologi Hindu - mengharuskan semua penginapan di seluruh desa harus tutup, dan desa hanya terbuka bagi orang luar di siang hari saja.

Jamlu Devta merupakan sosok pemimpin penting dalam pemerintahan desa, yang membuat bingung para peneliti dan pendatang yang tidak dapat memahami bagaimana bentuk pemerintahan yang begitu maju bisa hadir di wilayah pedesaan Himalaya yang terpencil.

Infografis Tempat Paling Misterius di Dunia

Selain terkenal dengan ganjanya, desa Malana juga terkenal dengan kemisteriusan penduduknya yang diselimuti oleh mitos. Orang-orang sangat penasaran dengan keberadaan desa tersebut, selain dari ganjanya.

Kehidupan penduduk di sana juga kian berubah, sejak pemerintah India mengesahkan Undang-Undang Narkotika dan Zar Psikotropika (NDPS), pada tahun 1985. Hal tersebut sangat memengaruhi penghasilan warga di desa tersebut.

Baca Juga: Lifebuoy x MNC Peduli Ajak Masyarakat Berbagi Kebaikan dengan Donasi Rambut, Catat Tanggalnya!

Petani mengalami kerugian yang sangat besar. Razia polisi pun gencar dilakukan, mulai dari penebangan pohon sampai pada tahap pembakaran. Bahkan segala aktivitas jual beli ganja juga dipersulit, membuat petani mengalami kerugian.

Kini penduduk desa Malana mempunyai listrik tenaga air di sepanjanh sungai. Akses jalan pun dibuka untuk mempermudah penduduk desa, maupun wisatawan yang ingin berkunjung.

Anak muda disana bahkan sudah mempunyai ponsek masing-masing, dan banyak mengenal dunia luar. Meski demikian generasi tua di sana masih berhati-hati dalan bergaul dengan orang luar.

1
2

Berita Terkait

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini