Share

10 Lembah Cantik di Indonesia, Pemandangannya Tak Kalah Indah dari Swiss

Novie Fauziah, Jurnalis · Kamis 06 Oktober 2022 18:00 WIB
https: img.okezone.com content 2022 10 05 408 2681263 10-lembah-cantik-di-indonesia-pemandangannya-tak-kalah-indah-dari-swiss-rsFLepO9w7.jpg Lembah Harau di Sumatera Barat (Instagram @visitsumatera)

SEDIKITNYA ada 10 lembah cantik di Indonesia yang pemandangannya tak kalah indah dari Swiss. Lembah-lembah ini mengundang daya tarik para wisatawan pencinta alam karena pesona dan viewnya yang eksotis.

Indonesia memang punya banyak sekali lembah yang tersebar dari Aceh sampai Papua. Tapi, sebagian besar belum terjamah wisatawan karena letaknya yang sulit diakses di pedalaman.

Tapi, ada beberapa lembah yang sudah ditata infrastrukturnya sehingga jadi objek wisata. Berikut 10 di antaranya.

1. Lembah Purba

Lembah Purba berada di Taman Nasional Gunung Gede Pangrango, Desa Sukamanis, Kecamatan Kadudampit, Kabupaten Sukabumi, Jawa Barat. Dari Jakarta bisa diakses 3 sampai 4 jam perjalanan dengan motor atau mobil.

Perjalanan ke Lembang Purba dimulai dari pintu gerbang Situgunung Suspension Bridge. Butuh waktu 1 jam untuk sampai. Tapi, sambil jalan, Anda bisa menikmati suasana hutan yang tenang.

 Ilustrasi

Jembatan Situgunung

Curug kembar atau Lembah Purba diapit oleh tebing tebing tinggi. Pemandangan di sekitarnya sangat memesona, udaranya sejuk. Tapi hati-hati, karena jalannya kadang licin.

2. Lembah Karacak Valley

Lembah Karacak berada di Margawati, Kabupaten Garut, Jawa Barat. Tempat ini merupakan hutan pinus, serta perkebunan kopi. Luas seluruhnya mencapai 10 hektar.

Anda bisa juga melihat pemandangan gunung Cikuray, terdapat Curug Ngebul hingga berkemah.

 BACA JUGA:5 Destinasi Glamping Terbaik Asia Tenggara, Nomor 1 Punya Indonesia Tiada Lawan!

3. Alun-alun Mandalawangi - Gunung Pangrango

Alun-alun Mandalawangi Gunung Pangrango jadi spot selanjutnya bagi Anda yang ingin melihat keindahan bunga keabadian itu.

Berada di puncak Gunung Pangrango dengan ketinggian 3.019 MDPL, Alun-alun atau lembah Mandalawangi jadi salah satu spot edelweis terbaik dan terindah.

Bahkan alun-alun Mandalawangi ini menjadi tempat favorit Soe Hoek Gie, seorang aktivis Indonesia berdarah Tionghoa yang namanya dikenal di kalangan mahasiswa dan dunia politik.

Soe Hoek Gie juga sempat menuliskan puisi, berjudul "Sebuah Tanya” dalam buku Catatan Seorang Demonstran, Gie menuangkan kekagumannya padang edelweis di Mandalawangi.

 Ilustrasi

Perkemahan Mandalawangi

4. Lembah Anai

Lembah Anai, Nagari Singgalang, Kecamatan Sepuluh Koto, Kabupaten Tanah Datar merupakan salah satu destinasi wisata di Sumatera Barat yang keindahannya tak kalah dengan di Swiss.

Anda akan melihat pemandangan yang sangat memesona, karena pemandangan alamnya bisa membuat mata Anda jadi terbelalak. Menariknya lagi, tempat ini juga memiliki air terjun sehingga membuatnya semakin cantik dan menarik untuk dikunjungi.

Memiliki ketinggian 50 meter. Aliran airnya berasal dari aliran Sungai Batang Lurah Dalam dari Gunung Singgalang yang menuju daerah Patahan Anai.

Jika Anda dari kota Padang, akan menempuh perjalanan darat selama kurang lebih 2 jam menggunakan angkutan umum, atau kereta api. Sementara dari kota Bukittinggi dibutuhkan waktu sekitar 1 jam perjalanan menunggu akan moda transportasi yang sama.

Baca Juga: Lifebuoy x MNC Peduli Ajak Masyarakat Berbagi Kebaikan dengan Donasi Rambut, Catat Tanggalnya!

5. Lembah Harau

 

Selanjutnya adalah Lembah Harau, yakni sebuah ngarai dekat Kota Payakumbuh di Kabupaten Limapuluh Koto, provinsi Sumatera Barat. Kawasan ini diapit oleh dia bukit cadas terjal dengan ketinggian mencapai 150 meter berupa batu pasir yang terjal berwarna-warni, dengan ketinggian 100 sampai 500 meter.

Pemandangan di Lembah Harau ini sangat menakjubkan, memesona dan dapat menyegarkan penglihatan Anda. Udaranya masih bersih dan sangat sejuk lho.

Saat ke Lembah Harau Anda tak hanya melihat pemandangan perbukitan saja, tapi ada juga tujuh air terjun di kawasan ini yaitu Air Terjun Aka Barayun, Sarasah Donat, Sarasah Boenta, Sarasah Talang, Sarasah Murai, Ketinggian masing-masing air terjun berbeda-beda antara 50-90 meter.

Air terjun tersebut mengalir dari atas jurang yang membentang di sepanjang Lembah Harau. Terbentuknya lembah harau dikarenakan adanya patahan turun atau block yang turun membentuk lembah yang cukup luas dan datar.

6. Alun-alun Surya Kencana - Gunung Gede

Kemudian ada Alun-alun Surya Kencana yang berada di Gunung Gede, Jawa Barat atau tepatnya di Taman Nasional Gunung Gede Pangrango. Gunung ini berada di dua wilayah kabupaten yaitu Kabupaten Cianjur dan Sukabumi, dengan ketinggian 1000 - 2958 MDPL.

Bagi para pendaki, Alun-alun Surya Kencana pastinya sudah tak asing lagi. Di sini Anda akan melihat keindahan bunga edelweis yang tumbuh memenuhi ladang.

Ditambah lagi dengan pemandangan alam sekitar pegunungan. Udara yang sejuk, serta keberadaan edelweis membuat suasana menjadi lebih indah.

Untuk menuju Alun-alun Surya Kencana, Anda akan melewati beberapa pos pendakian. Serta melewati hutan yang dipenuhi pepohonan tinggi besar dan lebat.

7. Lembah Ramma

Selanjutnya adalah Lembah Ramma yang berlokasi di Gowa, Sulawesi Selatan. Pemandangan di sini benar-benar sangat menakjubkan, dan Anda akan dibuat terpesona karena keindahannya.

Di Lembah Ramma, Anda akan diperlihatkan hamparan rerumputan hijau, serta nuansanya yang menenangkan dan udaranya pun sangat sejuk. Cocok bagi Anda yang ingin mencari tempat healing, dan jauh dari hiruk pikuk perkotaan.

Nah jika Anda tertarik datang ke Lembah Ramma, bisa datang ke Malino dari Makassar. Waktu perjalanan yang dibutuhkan sekitar dua jam. Setelah itu Anda bisa melanjutkannya pergi ke Desa Lembanna, ikuti jalan maka Anda akan sampai di tujuan.

8. Nuansa Riung Gunung

Bandung jadi salah satu wilayah favorit bagi para wisatawan, baik lokal maupun mancanegara. Pemandangannya indah, udaranya sejuk, serta banyak tempat wisata alam. Misalnya Nuansa Riung Gunung.

Nuansa Riung Gunung berlokasi di Pangalengan, Bandung Selatan, Jawa Barat atau jaraknya sekitar 2 jam dari pusat kota Bandung.

Dikutip dari akun TikTok @ajayahoo, Nuansa Riung Gunung merupakan perkebunan teh di Pangalengan ini menyuguhkan pemandangan yang memesona, asri, sejuk dan dapat menyejukkan penglihatan Anda.

Nuansa perkebunan teh satu ini nampak seperti Swissnya Bandung. Sebab pemandangannya sungguh menakjubkan, cocok bagi Anda penikmat alam

"Ternyata ada view yang gak kalah indah dari Swiss, ada dong. Di sini tempatnya," ujar pemiy akun TikTok tersebut.

Perkebunan teh ini juga dikelilingi pegunungan dan perbukitan, semakin mempercantik suasana liburan Anda.

 Ilustrasi

9. Lembah Bada

Lembah Bada juga bisa menjadi salah satu rekomendasi Anda yang ingin menikmati pemandangan Swiss di Indonesia. Lembah satu ini terletak di Kecamatan Lore Selatan, Poso Kabupaten Poso, Sulawesi Tengah. Lembah ini adalah bagian dari Taman Nasional Lore Lindu.

Secara geografis, Lembah Bada terletak di daerah yang relatif datar, yang dikelilingi perbukitan, sehingga awan yang tertahan di puncak bukit yang mengelilingi lembah menyuguhkan pemandangan cantik.

Kemudian di tengah Lembah Bada, mengalir Sungai Lariang yang menyatu dengan Sungai Malei. Sehingga aliran Sungai Lariang menjadi lebih deras. Maka untuk itulah Lariang dulu pernah dijadikan sebagai tempat olahraga pengarungan sungai. Di tengah Lembah Bada sendiri arus Sungai Lariang cukup tenang karena alur yang dilalui relatif datar.

10. Lembah Baliem

Lembah Baliem merupakan lembah di pegunungan Jayawijaya dan terkenal dengan keeksotisannya. Berada di ketinggian 1600 meter dari permukaan laut, serta dikelilingi pegunungan dengan pemandangannya yang indah dan masih alami. Suhu bisa mencapai 10-15 derajat celcius pada waktu malam.

Lembah ini juga dikenal sebagai grand baliem valley, di mana merupakan tempat tinggal suku Dani yang terletak di Kampung Wosilimo, 27 km dari Wamena, Papua Pegunungan. Selain suku Dani beberapa suku lainnya hidup bertetangga di lembah ini yakni suku Yali dan suku Lani.

Ilustrasi

Lembah Baliem

Panjang Lembah Baliem sekitar 80 kilometer, serta lebarnya lebar sekitar 20 kilometer dan terletak di ketinggian sekitar 1,600-1,700 m, dengan populasi sekitar 100.000 jiwa.

Penemuan Lembah Baliem dan kehadiran tak terduga dari populasi yang besar pertaniannya ditemukan oleh ekspedisi ketiga zoologi Richard Archbold untuk New Guinea pada 1938.

Kemudian pada 21 Juni sebuah selatan penerbangan udara Reconnaissance dari Hollandia (sekarang Jayapura) menemukan apa ekspedisi disebut 'Grand Valley'. Secara bertahap kemudian lembah sejak itu telah dibuka terbatas untuk pariwisata, yaitu dengan adanya Festival Lembah Baliem.

1
4

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini