Share

7 Fakta Stadion Kanjuruhan, Saksi Bisu Tragedi Berdarah Sepakbola Indonesia yang Gemparkan Dunia

Prisca Arianto, Jurnalis · Kamis 06 Oktober 2022 13:02 WIB
https: img.okezone.com content 2022 10 05 408 2681420 7-fakta-stadion-kanjuruhan-saksi-bisu-tragedi-berdarah-sepakbola-indonesia-yang-gemparkan-dunia-ylZL9Q6GYk.JPG Stadion Kanjuruhan, Kepanjen, Kabupaten Malang, Jawa Timur (Foto: Instagram/@aremafcofficial)

NAMA Stadion Kanjuruhan di Kecamatan Kepanjen, Kabupaten Malang, Jawa Timur mendadak viral di media sosial hingga jadi perhatian dunia.

Bukan karena prestasi atau puji-pujian positif, nama Kanjuruhan justru ternoda oleh tragedi berdarah yang menewaskan ratusan nyawa suporter fanatik sepakbola pasca kelar laga Arema vs Persebaya Surabaya yang berkesudahan dengan skor 2-3 untuk kemenangan Bajul Ijo.

Bicara soal Stadion Kanjuruhan, markas Arema FC ini memiliki sejarah panjang naik turunnya prestasi tim berjuluk Singo Edan itu. Berikut Okezone rangkumkan 7 fakta menarik tentang Stadion Kanjuruhan, Malang.

Diambil dari nama kerajaan kuno di Malang

Nama Kanjuruhan, diambil dari nama salah satu kerajaan kuno di Malang, Jawa Timur. Mengutip Wikipedia, Kanjuruhan merupakan kerajaan Hindu di Jawa Timur, yang pusatnya berada di dekat Kota Malang. Kanjuruhan diduga telah berdiri pada abad ke-8 Masehi. Bukti tertulis mengenai kerajaan ini adalah Prasasti Dinoyo di mana rajanya yang terkenal ialah Gajayana.

Stadion Kanjuruhan Malang
(Foto: Instagram/@aremafcofficial)

Menelan biaya Rp35 miliar

Stadion Kanjuruhan yang berstandar FIFA ini dibangun pada 1997 atau setahun sebelum Presiden Soeharto lengser. Pembangunan stadion ini menelan biaya lebih dari Rp35 miliar.

Diresmikan Megawati Soekarnoputri

Stadion Kanjuruhan diresmikan oleh Presiden Megawati Soekarnoputri pada 9 Juni 2004. Saat acara pembukaan digelar pertandingan kompetisi Divisi I Liga Pertamina 2004 yang mempertemukan Arema Malang versus PSS Sleman yang berakhir untuk kemenangan Arema 1-0.

Markas Arema FC

Stadion Kanjuruhan hingga saat ini menjadi homebase klub elite Tanah Air, Arema FC. Arema kerap tampil dominan manakala bermain di Stadion Kanjuruhan.

Stadion Kanjuruhan pernah menjadi saksi kehebatan Arema saat menaklukkan klub Bundesliga, Eintracht Frankfurt dengan skor 3-2 pada Sabtu, 5 Oktober 2013 dan menahan imbang Hamburg SV yang kala itu diperkuat Rafael van Der Vaart dengan skor 2-2 pada Senin, 6 Januari 2014.

Follow Berita Okezone di Google News

Berkapasitas 40.000 penonton

Stadion Kanjuruhan mampu menampung sekitar 42.449 orang penonton. Stadion ini juga sudah dilengkapi LED board di lapangannya.

Punya ikon patung singa

Di Stadion Kanjuruhan terdapat patung singa bermahkota yang jadi ikon di markas Arema itu. Monumen kepala singa bermahkota itu diresmikan pada 11 Agustus 2022 lalu. Makna kepala singa tersebut sebagai bentuk optimisme jiwa pemenang yang memang sudah mengakar di tubuh Arema, sebagai salah satu klub elite di Jawa Timur.

Tragedi Berdarah di Stadion Kanjuruhan

(Foto: MPI/Avirista Midaada)

Saksi tragedi berdarah tewaskan ratusan nyawa

Stadion Kanjuruhan turut menjadi saksi tragedi kerusuhan berdarah di laga pekan ke-11 Liga 1 2022-2023 pasca Arema FC kandas di tangan Persebaya Surabaya 2-3, Sabtu 1 Oktober 2022 lalu. Tembakan gas air mata ke arah tribun penonton oleh petugas keamanan yang bermaksud menghalau suporter Arema yang turun ke lapangan justru berbuah ratusan nyawa melayang.

Tragedi ini turut menyita perhatian dunia. Tragedi berdarah itu menghiasi sejumlah pemberitaan pada media asing. Bahkan, pelatih Manchester United, Erik ten Haag dan juru racik Manchester City, Pep Guardiola kompak menyampaikan keprihatinannya atas tragedi tersebut.

Teranyar, legenda hidup Brasil, Pele juga ikut berduka. “Akhir pekan ini, kita menyaksikan salah satu bencana terbesar dalam sejarah sepakbola. Setidaknya ada 32 anak-anak, di antara 125 orang tewas,” tulis Pele di akun instagram-nya, @pele, Selasa, 4 Oktober 2022 lalu.

1
2

Berita Terkait

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini