Share

Kursi Rodanya Hilang, Pria Penyandang Disabilitas Telantar di Bandara

Sri Latifah Nasution, Jurnalis · Sabtu 08 Oktober 2022 00:03 WIB
https: img.okezone.com content 2022 10 06 406 2682164 kursi-rodanya-hilang-pria-penyandang-disabilitas-telantar-di-bandara-WpXgLdwKnd.JPG Mark Parrin bersama istrinya (Nicola Ann Parrin/Independent)

SEORANG pria penyandang disabilitas bernama Mark Parrin (57) mengalami pengalaman buruk saat di Bandara Gatwick. Dia telantar selama 1 jam lebih di bandara terbesar kedua di London, Inggris itu karena harus kehilangan kursi rodanya.

Kursi roda yang jadi andalannya bergerak mengalami kerusakan parah akibat kesalahan penempatan di konveyor bagasi.

Melansir dari Independent, Jumat (7/10/2022), Mark Parrin tiba di Bandara Gatwick, pada Rabu 28 September, bersama istrinya, Nicola setelah menghabiskan liburan selama tiga pekan di Pulau Tenerife, Spanyol.

Meskipun telah meminta bantuan khusus sebelum penerbangan mereka dengan Pesawat easyJet di Bandara Gatwick, pasangan tersebut dibiarkan terlantar selama 1 jam 20 menit.

Ketika bantuan tiba, pasangan tersebut diberi tahu bahwa kursi roda Mark telah dipindahkan salah dari ruang tunggu dan dikirim ke pengambilan bagasi.

Ayah dari tiga anak tersebut telah menggunakan kursi roda sejak tahun 1990, setelah mengalami cedera tulang belakang yang serius.

Ketika pasangan itu sampai ke ruang bagasi, mereka menemukan kursi roda Mark seharga lebih dari Rp30 juta, mengalami kerusakan setelah pemindahan, termasuk roda kanan yang bengkok.

“Anda bisa memaklumi keterlambatan selama 15 menit, tapi ini bahkan sampai satu jam 20 menit. Kami membuat sopir taksi menunggu lebih dari dua jam. Saya awalnya cukup tenang, tapi seiring berjalannya waktu saya mulai sedikit terganggu,” kata Mark.

Mark juga menambahkan bahwa dia mengalami kesulitan tanpa kursi rodanya. Dengan bantuan istrinya dan salah satu penyedia layanan, ia tertatih-tatih menuju ke kereta bandara terdekat.

Dia mengklaim bahwa ini adalah pelayanan terburuk yang pernah ia diterima di bandara.

Sebagai seorang pengguna kursi roda, Mark mengaku sedih setelah di melihat (kondisi kursinya). Pergerakan dan kebebasannya menjadi terbatas.

Baca Juga: Lifebuoy x MNC Peduli Ajak Masyarakat Berbagi Kebaikan dengan Donasi Rambut, Catat Tanggalnya!

Pihak registrasi yang sudah dihubungi oleh Mark juga hanya bisa memberi arahan untuk menghubung maskapai easyJet dan melakukan klaim melalui mereka.

Seorang juru bicara Gatwick mengatakan kepada The Independent bahwa mereka menyesal mendengar insiden tersebut dan telah melaporkan ke penyedia layanan bantuan milik mereka, Wilson James, untuk dijadikan prioritas penyelidikan.

Ilustrasi

“Pengalaman Tuan Parrin jauh di bawah standar pengiriman kami. Kami telah menyelidiki insiden ini dan mengkonfirmasi bahwa penundaan itu disebabkan oleh lonjakan permintaan operasional yang tidak terduga selama waktu tersebut. Untuk itu, kami bertanggung jawab,” jelas juru bicara Wilson James.

Ia juga menambahkan bahwa pihaknya telah melakukan kontak langsung dengan Mark Parrin untuk meminta maaf secara pribadi, serta mendiskusikan tentang perbaikan layanan.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini