Share

10 Destinasi Wisata Bersejarah Saksi Bisu Kejamnya Perang di Indonesia, Dikenal Angker!

Asthesia Dhea Cantika, Jurnalis · Jum'at 07 Oktober 2022 19:00 WIB
https: img.okezone.com content 2022 10 06 408 2681963 10-destinasi-wisata-bersejarah-saksi-bisu-kejamnya-perang-di-indonesia-dikenal-angker-amjgvIUM1h.jpg Pulau Onrust di Kepulauan Seribu, DKI Jakarta (Foto: Mitra Museum Jakarta)

ADA 10 destinasi wisata bersejarah bekas peninggalan kolonial dan sisa kejahatan perang di Indonesia. Indonesia pernah dijajah Belanda selama 350 tahun kemudian dilanjutkan pendudukan Jepang selama 3,5 tahun. Pada masa itu, hampir semua wilayah Nusantara dikuasai oleh penjajah.

Kolonial Hindia Belanda kala itu membangun sejumlah bangunan untuk menunjang pemerintahannya. Sekarang, bangunan-bangunan tersebut masih tersisa dan sudah jadi milik pemerintah Indonesia. Beberapa di antaranya jadi objek wisata sejarah.

Lantas, mana saja destinasi wisata bersejarah bekas peninggalan kejahatan perang? Simak ulasannya :

1. Lawang Sewu di Semarang

Bangunan ikonik kota Semarang ini termasuk bangunan bersejarah kejahatan perang yang menjadi destinasi wisata. Sesuai namanya, bangunan ini memiliki banyak pintu.

Pada masa kolonial Belanda, Lawang Sewu adalah kantor Nederlands-Indische Spoorweg Maatschappij atau NIS. Bangunan ini beralih fungis menjadi penjara bawah tanah untuk menyiksa orang pribumi di masa penjajahan Jepang.

Tak hanya itu, Lawang Sewu juga menjadi tempat pertempuran antara Jepang melawan Angkatan Pemuda Kereta Api (AMKA) dimana jenazah para pemuda AMKA dimakamkan di halaman Lawang Sewu sebelum akhirnya dipindahkan ke Makam Pahlawan. Oleh sebab itu, di depan Lawang Sewu dibangun sebuah tugu bernama Tugu Muda.

Ilustrasi

Lawang Sewu

2. Museum Fatahillah di Jakarta Barat

Museum ikonik Kota Tua di Jakarta ini sekarang menjadi salah satu destinasi menarik yang tak pernah sepi pengunjung. Bagaimana tidak, museum ini memiliki banyak spot bangunan klasik yang instagramable.

Kendati demikian, dibalik megahnya bangunannya museum ini juga menjadi tempat bersejarah kejahatan perang. Di abad 17 hingga 19, museum ini menjadi balai kota Batavia yang juga pusat tongkrongan penduduk setempat.

Sama halnya dengan Lawang Sewu, museum ini juga pernah difungsikan sebagai penjara dan tempat eksekusi. Pada 1740, museum ini menjadi saksi bisu atas tragedi pembantaian ribuan orang Tionghoa yang dikenal sebagai tragedi Geger Pecinan.

3. Hutan Jati Petak 45F di Kendal

Dari bangunan bersejarah kini beralih ke destinasi alam yang pernah menjadi saksi bisu kejahatan perang. Ya, Hutan Jati Petak 45F yang berada di Kabupaten Kendal ini dipercaya sebagai tempat bersejarah kejahatan perang yang membuatnya dikenal menjadi hutan angker.

Pada 1965, kawasan hutan ini menjadi lokasi pembantaian para terduga pengikut PKI. Konon, para pengikut PKI tersebut dipaksa menggali lubang makam mereka sendiri sebelum akhirnya ditembak mati.

4. Goa Jomblang di Gunung Kidul

Salah satu destinasi wisata alam di kabupaten Gunung Kidul yang satu ini memang tak pernah sepi. Ya, Goa Jomblang ini sangat digandrungi oleh wisatawan, terutama bagi pecinta aktivitas ekstrim.

Goa ini memiliki keindahan yang luar biasa sebab memiliki “Cahaya dari Surga”, yakni proyeksi cahaya yang masuk dalam kegelapan goa lewat mulut goanya.

Namun, dibalik keindahannya goa ini menjadi tempat pembantaian para terduga pengikut PKI. Konon, mereka ditangkap dan dibariskan pada pinggir mulut goa dengan tangan saling terikat kemudian ditembak. Sehingga, ketika salah satu ditembak dan tewas, maka yang lain akan terseret jatuh ke dalam goa hingga tewas.

Baca Juga: Lifebuoy x MNC Peduli Ajak Masyarakat Berbagi Kebaikan dengan Donasi Rambut, Catat Tanggalnya!

5. Goa Belanda – Jepang di Bandung

Bandung juga memiliki destinasi wisata bersejarah kejahatan perang, yaitu Goa Belanda – Jepang. Goa ini berlokasi di Taman Hutan Raya Ir Juanda, Dago Atas, Bandung.

Diketahui, goa ini dibangun oleh Belanda pada awal 1941 dan difungsikan sebagai area persembunyian Belanda dari serangan udara. Dulu, lorong-lorong di goa ini menjadi saksi bisu tewasnya ratusan pekerja paksa atau romusha. Mereka tewas dalam proses pembangunan goa ini selama tiga tahun.

Tak hanya itu, goa ini juga menjadi tempat terbunuhnya ratusan prajurit Jepang yang dibantai oleh sekutu di akhir 1945.

6. Pulau Morotai di Maluku Utara

Peninggalan kejahatan perang yang ada di Indonesia tak hanya berupa bangunan dan wisata alam namun juga pulau. Salah satunya adalah Pulau Morotai di Maluku Utara.

Ilustrasi

Pulau Morotai

Pulau yang berbatasan langsung dengan Samudra Pasifik ini menjadi basis tentara Jepang untuk melawan Sekutu. Tak heran jika saat bertandang ke pulau ini tampak berbagai benda peninggalan Perang Dunia Ke-II.

7. Pulau Biak di Papua

Selain Pulau Morotai, tempat bersejarah kejahatan perang selanjutnya adalah Pulau Biak di Papua. Pulau ini juga menjadi salah satu tempat berlangsungnya penyerangan tentara Jepang melawan sekutu dalam Perang Dunia Ke-II.

Bagaimana tidak, disini ditemukan beragam sisa-sisa peperangan yang masih terjaga, seperti peluru, meriam dan alat peperangan lainnya.

Tak hanya itu, di pulau ini juga banyak ditemukan ribuan tulang belulang manusia yang dipercaya sebagai tulang para tentara Jepang yang tewas diserang sekutu. Hingga kini, banyak wisatawan Jepang yang datang ke Pulau Biak, beberapa dari mereka mengambil tulang belulang tersebut untuk dibawa pulang.

8. Pulau Nusa Barong di Jember

Pulau Nusa Barong yang berada di Jember, Jawa Timur ini terkenal lantaran keindahan pantainya. Bahkan, pulau ini kerap disamakan dengan Phi-Phi Island yang ada di Thailand.

Meski begitu, dibalik keindahannya Pulau Nusa Barong ternyata menjadi tempat bersejarah kejahatan perang. Dulunya pulau ini diperebutkan lantaran menjadi penyokong perekonomian di masa Kerajaan Blambangan.

Lantara potensinya ini, Belanda akhirnya tertarik untuk menguasainya. Saat berusaha menguasai pulau ini, pada 1777 pecahlah pertempuran yang memakan banyak korban.

Alhasil, setelah peperangan tersebut, muncul larangan bagi penduduk untuk mengunjunginya hingga 1920, pulau ini diresmikan sebagai kawasan cagar alam.

9. Gili Trawangan, Lombok Utara

Gili Trawangan di Lombok Utara menjadi salah satu destinasi wisata yang sangat menarik. Tak hanya wisatawan lokal, banyak wisatawan mancanegara yang turut berbondong-bondong untuk berlibur di pulau yang cantik ini.

Banyak yang tak tahu, Gili Trawangan juga menjadi tempat bersejarah kejahatan perang. Hal ini bisa ditemukan di bawah laut Gili ini berupa bangkai kapal perang yang karam pada Perang Dunia Ke-II, yaitu Japanese Wreck dan Bounty Wreck.

Tak hanya kapal karam, terdapat pula beberapa Goa Jepang yang ada di pulau ini. Bahkan, di beberapa area banyak ditemukan sisa-sisa alat perang.

10. Pulau Onrust di Kepulauan Seribu

Pulau Onrust adalah pulau yang terkenal memiliki pemandangan laut yang sangat menawan. Namun, tak sedikit pula wisatawan yang datang hanya ingin berwisata sejarah disini.

Pulau Onrust dulunya dijadikan tempat peristirahatan keluarga Kerajaan Banten, kamp tawanan dalam peristiwa Zeven Provincien hingga menjadi tempat pangkalan militer VOC melawan Banten. Setelah itu, pada 1962, pulau ini menjadi saksi bisu di mana para pemimpin DI/TII dieksekusi mati.

Itulah 10 destinasi wisata bersejarah bekas peninggalan kejahatan perang.

1
3

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini