Share

Asyik! Presiden Joe Biden Bikin Pramugari Punya Lebih Banyak Waktu Istirahat

Sri Latifah Nasution, Jurnalis · Jum'at 07 Oktober 2022 17:34 WIB
https: img.okezone.com content 2022 10 07 406 2682818 asyik-presiden-joe-biden-bikin-pramugari-punya-lebih-banyak-waktu-istirahat-s9sij9Zv8Q.jpg Ilustrasi (Shutterstock)

PEMERINTAH Amerika Serikat di bawah Presiden Joe Biden mengeluarkan regulasi baru yang membuat pramugari bisa punya waktu istirahat lebih banyak, ketimbang aturan pada era Presiden Donald Trump. Jadi maskapai penerbangan wajib memberi waktu istirahat lebih ke awak kabinnya.

Kebijakan tersebut dikeluarkan oleh Badan Administrasi Penerbangan Federal Amerika Serikat atau FAA pada Selasa lalu. Aturan baru tersebut mengharuskan pramugari menerima setidaknya 10 jam waktu istirahat antar-setiap shift.

Selama ini maskapai hanya memberi waktu istirahat 9 jam kepada pramugari setelah bertugas selama 14 jam.

Melansir dari US News, Jumat (07/10/2022), aturan tersebut pertama kali diusulkan oleh FAA pada Oktober 2021.

Pejabat Administrator FAA, Billy Nolen dalam konferensi pers di Bandara Nasional Washington mengatakan bahwa pramugari juga perlu waktu istirahat yang sama seperti pilot.

Ilustrasi

Presiden Asosiasi Pramugari yang mewakili 50 ribu pekerja di 17 maskapai, Sara Nelson, mengatakan bahwa aturan lainnya adalah ‘jalan keluar yang harus mereka tutup’.

Di bawah pemerintahan Presiden Donald Trump, aturan tersebut diletakkan pada jalur regulasi untuk menghilangkannya.

Di bawah Trump, FAA mengeluarkan pemberitahuan lanjutan tentang pembuatan aturan yang diusulkan, tetapi tidak pernah mengusulkan aturan baru meskipun ada arahan dari Kongres pada tahun 2018.

Maskapai akan memiliki 90 hari untuk mematuhi aturan tersebut setelah pemberlakuannya. FAA memperkirakan maskapai perlu mempekerjakan 565 pramugari tambahan dengan biaya sekitar Rp2,6 triliun per tahun.

Baca Juga: Lifebuoy x MNC Peduli Ajak Masyarakat Berbagi Kebaikan dengan Donasi Rambut, Catat Tanggalnya!

Airlines for America, kelompok dagang yang mewakili maskapai besar, termasuk American Airline, Delta Air Lines, dan United Airlines, mengatakan bahwa mengistirahatkan serta mengingatkan pramugari sangat penting untuk keselamatan penerbangan. Mereka juga menambahkan tentang tindakan penanggulangan yang divalidasi secara ilmiah dan berbasis data untuk mencegah kelelahan.

“Pramugari memegang peran keselamatan penting atas nama publik penerbangan dan sejak lama layak mendapatkan waktu istirahat yang sama seperti yang diberikan kepada pilot,” kata ketua Komite Perdagangan, Senat Maria Cantwell.

Mayoritas pramugari Amerika Serikat menerima 10 jam istirahat dari maskapai penerbangan, tetapi aturan saat ini memberikan waktu yang lebih sedikit.

Setelah FAA menerbitkan pemberitahuan tentang aturan yang direncanakan pada 2019, Delta mengumumkan akan mengamanatkan persyaratan istirahat 10 jam pada Februari 2020.

“Kami senang mendengar bahwa aturan baru akan berlaku di seluruh industri, dan memastikan awak penerbangan di maskapai lain menerima istirahat yang mereka butuhkan, untuk menjaga keamanan langit kita,” kata Delta.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini