Share

Pilot Gugat Rekannya karena Perlihatkan Alat Kelamin dan Nonton Video Porno dalam Penerbangan

Dita Mawanda, Jurnalis · Minggu 09 Oktober 2022 01:35 WIB
https: img.okezone.com content 2022 10 08 406 2683062 pilot-gugat-rekannya-karena-perlihatkan-alat-kelamin-dan-nonton-video-porno-dalam-penerbangan-dPPDr1N8I4.JPG Ilustrasi pilot (Shutterstock)

SEORANG pilot wanita dari maskapai Southwest Airlines, Christine Janning menggugat rekan kerjanya sesama pilot karena melakukan pecehan seksual. Kasusnya bermula dari pilot Michael Haak memperlihatkan alat kelamin dan menonton video porno selama penerbangan.

Selain rekan seprofesinya, Janning juga menggungat Southwest Airlines dan Asosiasi Pilot Southwest Airlines, karena tidak mendukungnya sebagai korban atas peristiwa cabul yang terjadi pada 2020.

Sebelumnya Janning telah melaporkan Michael Haak ke Biro Investigasi Federal Amerika Serikat dan manajemen Southwest atas tindakan tak senonoh itu.

Melansir USA Today, Sabtu (8/10/2022), Janning mengkalim maskapai menahannya, dan Asosiasi Pilot berkonspirasi dengan Southwest Airlines yang tidak mendukungnya setelah insiden tersebut.

Janning menggugat Haak atas serangan seksual, kemudian Haak pun mengakui kesalahannya karena sengaja melakukan tindakan cabul dan tidak senonoh. Atas kesalahan yang diakuinya, dia dijatuhi hukuman percobaan dan denda $5.000 atau sekitar Rp76 juta lebih.

Pengakuan dari Haak, setelah penerbangan dari Philadelphia ke Orlando, Florida mencapai ketinggian jelajahnya, dia turun dari kursi pilot, melepas jubah dan menoton media pornografi di laptop yang dirilis dari Kantor Kejaksaan AS di Distrik Maryland.

Gugatan dari Janning telah diajukan minggu lalu di Orange Country, Floria. Dokumen pengadilan mengatakan, jika Janning menuduh Haak mengatakan ada “sesuatu” yang dia “ingin lakukan sebelum pensiun” dalam penerbangan sebelum Haak mengunci pintu kokplit, lalu memperlihatkan dirinya dan menonton video pornografi.

Tak sampai di situ, Janning juga menuduh Haak mengambil beberapa foto dan video dirinya, mendorong Janning untuk diambil foto yang Haak lakukan “untuk membuat rekor”.

Follow Berita Okezone di Google News

Michael Salnick sebagai pengacara Haak menjelaskan kepada USA Today, jika Janning bertanya kepada Haak apakah ada sesutu yang ingin dilakukan rekan kerjanya itu sebelum pensiun, dan terjadi begitu saja Haak melepaskan pakaiannya tanpa menyisakan satu busana pun. Pada sidang hukuman tahun lalu, Haak menyebut insiden itu “lelucon konsensual”.

Tak berhenti sampai di sana, tuduhan dari Janning kembali ditujukan untuk Haak karena melakukan masturbasi setelah menekspos tubuhnya, sedangkan Salnick membantah tuduhan atas kliennya tersebut.

Dari sekian tuduhan Janning kepada Haak, ia mengklaim setelah melaporkan insiden pada November 2020, Janning diberitahu bahwa penyelidikan Southwest atas Haak ditutup karena Haak telah pensun. Namun Janning pantang menyera, ia memutuskan pergi ke FBI untuk mengajukan tuduhan atas mantan pilot itu.

Janning bercerita, dirinya dihukum selama lebih dari tiga bulan, menghabiskan sebagian dari gajinya, serta ia diharuskan mengikuti pelatihan yang Janning rasa tidak perlu sebelum kembali bekerja. Selama kasus ini yang mengatakan jika Janning memiliki catatan bersih.

Ilustrasi

Serikat kerja atas insiden yang diangkat oleh Janning untuk memberikan komentar Southwest Airlens dalam sebuah pernyataan kepada USA TODAY, berikut komentarnya..

“Southwest Airlines menangani semua hal yang berkaitan dengan perilaku di tempat kerja dengan sangat serius, dengan kebijakan dan proses yang terdefinisi dengan baik untuk pelecehan seksual, diskriminasi, dan klaim pembalasan,” tuturnya.

Lebih lanjut, Southwest Airlines memiliki budaya yang dibangun di atas memperlakukan orang lain dengan saling menghormati dan bermatabat, serta mereka berencana utnuk membela nama baik perusahaan dengan penuh semangat terhadap tuduhan yang dibuat dalam pengaduan baru-baru ini.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini