Share

Misteri Suku Sentinel di Kepulauan Andaman, Hidup Primitif dan Menolak Kehadiran Orang Asing

Novie Fauziah, Jurnalis · Minggu 09 Oktober 2022 21:14 WIB
https: img.okezone.com content 2022 10 08 406 2683092 misteri-suku-sentinel-di-kepulauan-andaman-hidup-primitif-dan-menolak-kehadiran-orang-asing-D6CTMmZDZ6.jpg Penduduk Pulau Sentinel di Kepulauan Andaman (Foto: Allthebuzz)

MENGUAK misteri suku Sentinel di Kepulauan Andaman, India. Mereka masih hidup secara primitif dan menolak orang asing masuk ke dalam komunitasnya. Jika ada orang luar mendekati wilayahnya, mereka tak segan-segan menyerangannya bahkan bisa membunuhnya.

Misionaris Amerika Serikat, John Allen Chau tewas dibunuh saat memasuki wilayah suku Sentinel pada 2018. Mereka juga pernah menyerang dengan anak panah helikopter yang hendak memberi bantuan usai tsunami di Samudera Hindia pada 2004.

Suku Primitif

Sentinel adalah suku misterius dan terasing yang hidup dengan berburu dan meramu. Tinggal di Andaman, pulau di tengah Samudera Hindia. Meskipun saat ini era sudah sangat canggih, tapi mereka menolak adanya peradaban modern dan memilih mengisolasi di pulau terpencil.

 BACA JUGA:Liburan ke Andaman, Ini 7 Aktivitas Seru yang Bisa Traveler Nikmati

Suku Sentinel dipercaya berasal dari Afrika yang bermigrasi ke pulau itu sejak 60 ribu tahun yang lalu.

Populasi suku Sentinel pun diperkirakan mencapai 8.000 orang. Namun kini diduga hanya tersisa 150 jiwa yang masih hidup, dan menghuni pulau terpencil itu.

Tinggal di Pulau Terpencil

Sentinel merupakan salah satu dari penduduk asli Kepulauan Andaman yang terletak di Teluk Benggala, yakni antara India di arah barat dan Myanmar di arah utara dan timur.

 

Sebagian besar pulau tersebut merupakan daerah administratif Kepulauan Andaman dan Nikobar yang menjadi salah satu Wilayah persatuan India. Sementara beberapa bagian Kepulauan tersebut, terutama Kepulauan Coco, terletak di wilayah Myanmar.

Selain itu, pulau ini juga merupakan pulau terpencil yang berpenghuni. Ya, dihuni oleh suku primitif tersebut yang akan menyerang siapa saja, jika mendekatinya.

 BACA JUGA:Tradisi Unik Suku Kalash, Wanita Boleh Kawin Lari dan Pria Bebas Tiduri Istri Orang

Sudah Ada Korban yang Dibunuh Suku Sentinel

Suku Sentinel sangat menolak orang asing yang datang ke wilayahnya itu. Mereka tak segan-segan akan menyerang, membunuh dan melayangkan anak panah kepada siapapun yang berani dan nekad mendekatinya.

Pada 1967, pemerintah India mulai untuk berkomunikasi dengan mereka melalui seorang antropologis T.N Pandit yang memberikan mereka hadiah dan memberikan sinyal ke mereka.

Akan tetapi mereka malah berbalik badan dan memperlihatkan gerakan tidak ingin diganggu. Serta kedatangannya juga sebagai tanda berperang. Bahkan saat kapal hendak mendekat mereka berteriak dan kemudian menyerang.

Follow Berita Okezone di Google News

Kemudian pada 2004 silam, ketika tsunami melanda wilayah tersebut. Sebuah helikopter yang memberikan bala bantuan dan ingin menolong mereka malah dipanah, meskipun mereka sudah memberikan makanan ke pulau tersebut.

Selanjutnya misionaris asal Amerika Serikat, John Allen Chau juga mati dibunuh oleh Suku Sentinel. Kala itu dirinya ingin menyebarkan agama Kristen ke warga suku primitif tersebut.

Namun baru saja mendarat, John malah diserang dan dibunuh. Bahkan ia diseret beberapa meter kemudian menguburkannya di bibir pantai. Sayangnya jasad tersebut tidak bisa diambil, lantaran Suku Sentinel terus membentengi dirinya dan menganggap semua orang adalah ancaman.

 Ilustrasi

Pernah Ada yang Berhasil Bersahabat

Nah siapa sangka, antropolog yang tergabung dalam Anthropological Survey of India (AnSI). Ia adalah Madhumala Chattopadhyay, wanita asal India itu sukses mendekati dan bersahabat dengan Suku Sentinel.

Pada Januari 1991, Chattopadhyay mendapat kesempatan pertamanya untuk bergabung dengan tim yang akan mengunjungi Pulau Sentinel Utara. Namun, ada sedikit halangan. Dirinya ditugaskan untuk mendekat ke suku primitif itu.

Saat itu dirinya mencoba melemparkan buah kelapa ke arah Suku Sentinel yang ingin hendak menyerangnya. Ternyata upaya dan kerja kerasnya itu berhasil, Chattopadhyay bisa masuk bahkan bersahabat dengan kelompok yang dianggap berbahaya itu.

Chattopadhyay pun membuktikan, bahwa Sentinel bukanlah suku kanibal yang selama ini diisukan. Chattopadhyay bisa menggendong bayi dan berkomunikasi dengan mereka tanpa adanya ancaman sedikitpun.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini