Share

Target PBB, Penerbangan Sipil Bebas Emisi Karbon pada 2050!

Anya Azalia Faustina, Jurnalis · Senin 10 Oktober 2022 03:02 WIB
https: img.okezone.com content 2022 10 09 406 2683593 target-pbb-penerbangan-sipil-bebas-emisi-karbon-pada-2050-BkYx24kGhb.jpg Ilustrasi (Freepik)

PARA anggota badan penerbangan Perserikana Bangsa-Bangsa (PBB) menetapkan tahun 2050 sebagai target mereka untuk mencapai nol emisi karbon untuk perjalanan udara.

Industri penerbangan sendiri seringkali dikritik karena peran besarnya dalam perubahan iklim.

Majelis yang mempertemukan perwakilan 193 negara di markas Organisasi Penerbangan Sipil Internasional (ICAO) di Montreal, pada Jumat 7 Oktober 2022 telah mencapai “kesepakatan bersejarah tentang tujuan aspirasi jangka panjang kolektif nol emisi karbon pada tahun 2050!” cuit badan PBB itu di Twitter.

Melansir dari laporan VOA, Minggu (9/10/2022), PBB menambahkan bahwa pihaknya “terus mengadvokasi agar terdapat lebih banyak ambisi dan investasi berbagai negara untuk memastikan agar industri penerbangan benar-benar bebas karbon pada tahun 2050 atau lebih awal lagi.”

“Hasilnya sempurna,” kata seorang sumber diplomatik kepada AFP.

Ia mengungkap bahwa hanya terdapat empat negara, termasuk China, pendorong utama pertumbuhan global perjalanan udara, “yang menyatakan keberatan.”

Meski demikian, kesepakatan itu sama sekali tidak memuaskan bagi beberapa lembaga swadaya masyarakat, yang menganggapnya tidak cukup ambisius dan tidak mengikat secara hukum.

Industri transportasi udara telah menghadapi tekanan untuk mengatasi perannya yang besar dalam memperparah krisis iklim.

Follow Berita Okezone di Google News

Sektor yang saat ini menghasilkan 2,5–3 persen emisi karbon dioksida di dunia itu kesulitan beralih ke bahan bakar terbarukan, meskipun industri penerbangan dan perusahaan energi sendiri berupaya membuat kemajuan.

Ilustrasi

Menurut maskapai-maskapai penerbangan, dibutuhkan investasi besar-besaran untuk mendekarbonisasi penerbangan, yaitu $1,55 triliun atau sekitar Rp23.700 triliun)dalam rentang 2021 hingga 2050.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini