Share

Kisah Syekh Subakir dan Gunung Tidar yang Melegenda

Najwa Avifah Octavia, Jurnalis · Senin 17 Oktober 2022 20:01 WIB
https: img.okezone.com content 2022 10 17 406 2688615 kisah-syekh-subakir-dan-gunung-tidar-yang-melegenda-oyyCe71kX9.jpg Makam Syekh Subakir di Gunung Tidar, Magelang, Jawa Tengah (Okezone.com)

KISAH Syekh Subakir dan Gunung Tidar, Magelang, Jawa Tengah begitu melegenda di kalangan masyarakat tradisional Jawa. Cerita rakyat ini dituturkan secara turun-temurun. Syekh Subakir dikisahkan punya kesaktian mumpuni dan berhasil menumbalkan tanah Jawa dari pengaruh negatif.

Kisah Syekh Subakir turut dinukilkan dalam Babad Tanah Jawi, sebuah sastra berbahasa Jawa yang berisi sejarah Pulau Jawa.

Syekh Subakir disebut sebagai ulama asal Persia yang diutus oleh Sultan Muhammad I dari Kesultanan Turki Utsmaniyah atau Ottoman ke Pulau Jawa pada 1404 Masehi.

 BACA JUGA:10 Tradisi Unik yang Hanya Bisa Ditemukan di Indonesia, Nomor 6 Sangat Ekstrem!

Syekh Subakir ditugaskan untuk menyebarkan Islam di tanah Jawa, bersama pamannya Maulana Malik Malik Ibrahim atau Sunan Gresik yang merupakan generasi awal Wali Songo.

Menurut cerita legenda, Pulau Jawa diciptakan oleh sang Maha Pencipta berupa daratan yang terapung di lautan luas dan daratan itu selalu bergerak.

 

Seorang Dewa yang dari kayangan memaku tanah tersebut agar berhenti bergerak, kepala paku yang digunakan kini berakhir menjadi sebuah gunung yang dikenal sebagai Gunung Tidar. Masyarakat tradisional Jawa menyebutkan sebagai Pakuning Tanah Jawa atau paku tanah Jawa.

Tak mudah untuk memperkenalkan Islam ke pulau Jawa, banyak ulama yang diutus Utsmaniyah Turki pada umumnya mengalami kegagalan. lalu diutuslah Syekh Subakir, seorang ahli Ruqyah, ekologi, meteorologi dan geofisika.

 BACA JUGA:Tradisi Unik Suku Kalash, Wanita Boleh Kawin Lari dan Pria Bebas Tiduri Istri Orang

Tak hanya itu beliau dikhususkan untuk menangani hal gaib dan spiritual yang dinilai sebagai penghalang diterimanya islam oleh masyarakat Jawa. Para Jin, dedemit, dan lelembut dapat mengubah wujudnya menjadi ombak besar membuat kapal hancur, disertai angin puting beliung yang dapat menghancurkan apapun di atas ombak.

Masyarakat Jawa saat itu juga masih memegang teguh kepercayaan lama. Dengan karakter gaib dan mistis masih mendominasi hingga daratan dan lautan di sekitar pulau Jawa.

Follow Berita Okezone di Google News

Untuk mengatasi hal gaib, Syekh Subakir membawa batu hitam dari Arab yang telah dirajah. Batu tersebut diletakkan dengan nama Rajah Aji Kalacakra diposisikan di tengah-tengah tanah Jawa, Puncak Gunung Tidar, Magelang. Hal ini dipercayai sebagai titik sentral atau pakunya tanah Jawa.

Di atas Gunung Tidar, terdapat tugu dengan lambang Sa (dibaca Solok) dalam bahasa Jawa di tiga sisinya. Menurut penjaga, itu berarti Sapa Salah Seleh (siapa yang salah menemukan apa yang salah). Tugu ini diyakini oleh beberapa orang sebagai pakunya tanah Jawa yang membuat tenang dan aman.

Efek dari kekuatan batu hitam menimbulkan gejolak bagi para jin dan sejenisnya. Cuaca yang cerah berubah drastis menjadi gelap seperti malam hari selama tiga hari. cuaca yang ekstrim terjadi, petir, kilat dan angin saling beradu menyebabkan hujan api.

Hawa panas muncul dari dalam batu, membuat para jin, dedemit, siluman, lelembut dan makhluk sejenisnya menyelamatkan diri, mereka semua hanyut dalam air karena tak kuat menahan panas pancaran batu hitam.

 Ilustrasi

Menurut cerita penjaga Gunung Tidar, terdapat makam seluruh Kyai dan makam Sang Hyang Ismoyo (atau lebih dikenal dengan Kyai Semar). Sedangkan yang dikenal sebagai makam Syekh Subakir sebenarnya hanya tempat petilasan beliau.

Pengorbanan Syekh Subakir kini membuat beliau dikenal sebagai wali Allah yang menaklukan Jin dan makhluk halus di Gunung Tidar. Berkat beliau juga kini ajaran Islam sudah sangat meluas di Nusantara Indonesia.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini