Share

Kisah Kru Kapal Pesiar Berlayar di Wilayah Perompak dan Cara Cruise Tangkal Bajak Laut

Dita Mawanda, Jurnalis · Senin 24 Oktober 2022 01:20 WIB
https: img.okezone.com content 2022 10 22 406 2692470 kisah-kru-kapal-pesiar-berlayar-di-wilayah-perompak-dan-cara-cruise-tangkal-bajak-laut-ycFiWYjn2s.jpg Ilustrasi kapal pesiar (Freepik)

SEORANG pekerja kapal pesiar bernama Erica berbagi pengalaman mereka menjaga keselamatan penumpang dan awak saat berlayar melalui salah satu wilayah paling berbahaya di dunia untuk kapal.

Erica menceritakan dirinya pernah diundang untuk keliling dunia dengan kapal pesiar atau cruise dan punya beberapa momen menegangkan seperti saat kapal melewati wilayah paling berbahaya karena rawan diserang bajak laut.

“Dua tahun lalu, saya ditawari tur dunia dan saya sangat senang,” katanya seperti dilansir dari Express, Minggu (23/10/2022).

Dia membagikan video perjalanannya lewat akun TikTok @ericafromamerica yang memiliki lebih 500,4 ribu pengikut.

Tur tersebut berlayar melalui Teluk Aden, Somalia, wilayah sangat berbahaya bagi kapal di dunia.

Teluk Aden berada di Samudra Hindia antara Yaman di pantai selatan Semenanjung Arab dan Somalia di Afrika. Di barat laut berhubungan dengan Laut Merah melalui suara Bab el Mandeb.

“Teluk Aden merupakan daerah yang dikenal dengan tindakan pembajakan, membuatnya berbahaya untuk kapal persiar sehingga harus berhati-hati saat transit,” ujar para ahli dari Cruisers Wiki.

Insiden diserang bajak laut itu pernah dialami oleh kapal pesiar mewah Amerika Seabourn Spirit pada tahun 2006 yang membawa 210 awak dan penumpang.

Para perompak mengendarai dua speedboat kecil seraya menembaki kapal dengan senapan mesin dan granat berpeluncur roket. Tak tinggal diam, kru kapal mengusir mereka dengan selang air dan perangkat akustik jarak jauh.

Beruntung, insiden tersebut jarang ditemukan. Selama 10 tahun trakhir, para perompak yang mencoba menyerang kapal pesiar hanya enam laporan didapati. Tidak ada serangan bajak laut yang berhasil di kapal pesiar berkat peralatan dan pelatihan keselamatan di atas kapal.

Meskipun melalui Teluk Aden yang cukup berisiko, tentu setiap kapal memiliki langkah-langkah keamanan ketat bagi penumpang mereka untuk menjaga keselamatan semua orang saat berada di dalam kapal.

“Selama empat hari kami berlayar, tidak ada yang diizinkan berada di luar kapal,” lanjut Erica.

Baca Juga: Saatnya Anak Muda Bangkit Bersama untuk Indonesia Bersama Astra

Selama di dalam kapal, Erica dan penumpang lain tetap latihan bajak laut dengan para tamu dalam keadaan darurat. Berjalannya semua pesta pun, berada di dalam dan semua lampu di kapal gelap pada malam hari.

“Ada dukungan militer tambahan juga. Saya benar-benar siap untuk pengalaman gila ini,” ungkap Erica.

Walaupun begitu, Erica mengatakan jika ia tetap bersenang-senang, seperti melihat pemandangan ke luar jendela setiap hari untuk mencoba dan menemukan sesuatu.

Sampai kapal yang ditumpangi Erica berhasil mencapai Terusan Suez, Afrika di satu sisi dan Asia di sisi lain dengan perairan yang aman dan lancar.

Perairan ini juga diketahui telah menurun drastis jumlah serangan bajak laut hanya delapan dalam periode enam tahun antara 2016 dan 2021. Selama periode itu, penurunan ini secara luas dianggap sebagai hasil dari upaya bersama untuk mengurangi kejahatan di laut.

Ilustrasi

Bagaimana kapal pesiar menangkal bajak laut?

Setelah mengetahui bagaimana resiko kapal berlayar yang diserang oleh para perompak, Anda akan mengetahui bagaimana setiap kapal pesiar yang berlayar di wilayah berisiko ini tetap dalam keadaan aman.

Teknologi ledakan sonik dikenal sebagai Perangkat Akustik Jarak Jauh, yakni cara kapal untuk mengusir penyerang yang tidak mematikan. Sebuah alat yang mengeluarkan suara menusuk dalam pancaran sinar terarah, sehingga memekakkan telinga hingga menyebabkan kerusakan telinga permanen bagi orang yang berjarak lebh dari 300 meter.

Terdapat beberapa kapal juga dilengkapi dengan senjata air ekstrim, dapat menembakkan tirai air dengan kecepatan tinggi meledakkan bajak laut dan menangkis serangan mereka.

Kemudian, menempatkan kawat berduri di sekitar tepi luar pegangan tangan untuk mencegah bajak laut menggunakan pengait karena mereka biasanya akan memanjat ke atas kapal.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini