Share

Dorong Desa Wisata Mandiri, Kemenparekraf Gelar Pelatihan bagi Pelaku Pariwisata di Kawasan BYP

Dita Mawanda, Jurnalis · Senin 24 Oktober 2022 15:30 WIB
https: img.okezone.com content 2022 10 24 406 2693381 dorong-desa-wisata-mandiri-kemenparekraf-gelar-pelatihan-bagi-pelaku-pariwisata-di-kawasan-byp-WMhx7jK6fK.JPG Menparekraf RI, Sandiaga Salahuddin Uno (Foto: Kemenparekraf)

KEMENTERIAN Pariwisata dan Ekonomi Kreatif/Badan Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Kemenparekraf/Baparekraf) mendorong pelaku wisata desa dapat menemukan potensi pengembangan desa guna menyusun proposal project menuju desa wisata mandiri.

Untuk itu, Kemenparekraf menggelar pelatihan tahap dua bagi pelaku pariwisata di Kawasan Borobudur-Yogyakarta-Prambanan (BYP).

Pelatihan Pengembangan Kewirausahaan Desa Wisata ini digelar dua tahap yakni pada 22-27 Oktober dan 23-28 Oktober 2022 untuk 20 Kampung/Desa Wisata dan bertempat di Kabupaten Magelang, Jawa Tengah.

Pelatihan kewirausahaan tersebut merupakan kegiatan yang termasuk dalam rangkaian kegiatan Kampanye Sadar Wisata 5.0 yang bertujuan mendukung peningkatan dan penyiapan Sumber Daya Menusia (SDM) andal dan profesional di bidang pariwisata dan ekonomi kreatif.

Infografis Desa Wisata Adat Indonesia

Acara ini jadi bagian dari Program Pembangunan Pariwisata Terintegrasi dan Berkelanjutan (P3TB), yang sebelumnya telah disampaikan oleh Menparekraf Sandiaga Salahuddin Uno, mencakup 6 Destinasi Prioritas Pariwisata mulai dari Danau Toba, Borobudur-Yogyakarta-Prambanan, Bromo-Tengger-Semeru, Lombok, Labuan Bajo dan Wakatobi.

“Melalui berbagai pelatihan yang diberikan, harapannya kampung atau desa wisata mampu terus berbenah diri meningkatkan keterampilan dan kapasitasnya, sehingga menjadi desa wisata mandiri, memiliki daya saing, serta menjadi lokomotif kebangkitan perekonomian di sektor parekraf,” ungkap Menparekraf, Sandiaga Salahuddin Uno.

Kualitas dan kompetensi SDM pariwisata berperan signifikan dalam pembangunan dan pengembangan pariwisata, termasuk di desa wisata. Seperti dikatakan Deputi Bidang Sumber Daya dan Kelembagaan Kemenparekraf/Baparekraf, Martini Mohamad Paham pada kesempatan terpisah.

“Upaya mensinergikan desa dengan pariwisata, dapat dilakukan dengan pendekatan 3C (commitment, competence, champion). Yakni membangun komitmen pemerintah daerah, didukung kompetensi masyarakat untuk mengembangkan desanya sebagai desa wisata. Kemudian champion yaitu dengan menciptakan agen perubahan melalui masyarakat unggul yang berkontribusi bagi perekonomian,” tuturnya.

Follow Berita Okezone di Google News

Terkait champion dimaksud, terdapat 1 orang local champion yang dipilih dari setiap desa wisata yang mengikuti pelatihan. Local champion ini menjadi pemimpin dari 15 orang peserta atau perwakilan dari masing-masing desa wisata.

Sementara itu, Direktur Pengembangan SDM Pariwisata Kemenparekraf/Baparekraf, Florida Pardosi menjelaskan, local champion memiliki andil besar untuk pengembangan desa wisata menuju desa wisata mandiri. Tak berhenti pada jenjang menimba ilmu, para local champion ini juga diharapkan dapat menyusun proposal project guna peningkatan kepariwisataan di desa masing-masing.

“Para local champion diharapkan menyusun proposal atau project, bagaimana mereka menemukenali, mengindetifikasikan kebutuhan tiap desa wisata, sehingga mempunyai ‘keranjang belanja’ untuk desanya agar menjadi desa wisata mandiri,” kata dia.

Kemenparekraf Gelar Pelatihan bagi Pelaku Pariwisata

(Foto: Kemenparekraf)

Ia pun mendorong para peserta untuk memanfaatkan sebaik mungkin kesempatan mengikuti 17 modul pelatihan, terlebih mengingat belum semua desa wisata di Indonesia bisa memperoleh kesempatan berharga ini.

Hal senada disampaikan Husni Eko Prabowo dari Dinas Pariwisata Kota Yogyakarta yang juga turut hadir. Selain menyampaikan apresiasi atas terpilihnya wilayah BYP sebagai lokasi pelatihan, Husni mengatakan bahwa pemilihan tersebut sangat tepat, karena pelaku pariwisata adalah aset penting bagi Kota Yogyakarta.

“Pelaku pariwisata di Yogyakarta menyadari bahwa hidup kami lebih banyak dari pariwisata. PAD (Pendapatan Asli Daerah) kami, 70 persen berasal dari sektor pariwisata. Kami tidak punya Sumber Daya Alam, jadi apa pun yang ada di kota Yogyakarta kami ingin jadikan sebagai destinasi. Sudah menjadi tekad kami bahwa sejengkal tanah pun di kota Yogyakarta bisa jadi destinasi wisata,” ungkap Husni.

Pelatihan kewirausahaan di lokasi pertama (22-27 Oktober 2022) diikuti perwakilan desa wisata di kota Yogyakarta meliputi, Kampung Wisata Kadipaten, Taman Sari (Patehan), Kauman (Ngupasan), Sosromenduran, Purbayan, Warungboto, Rejowinangun, Sayidan (Prawirodirjan), Cokrodiningratan, dan Pakualaman (Gunung Ketur).

Adapun yang di lokasi kedua (23-28 Oktober 2022), melibatkan perwakilan desa wisata yang berada di Kabupaten Magelang, Sleman, Klaten dan sekitarnya, meliputi Desa Wisata Prenggan, Candirejo, Tanjungsari, Ngargogondo, Wanurejo, Mendut, Bugisan, Kebondalem Kidul, Pereng, dan Bokoharjo.

Menparekraf Sandiaga Uno

Secara keseluruhan, peserta pelatihan memperoleh materi yang terdiri dari 3 Paket, meliputi Paket A, terkait pengembangan dan inovasi produk wisata, Paket B terkait paket wisata, homestay, kuliner, dan cenderamata, serta Paket C mengenai kewirausahaan, meliputi perencanaan bisnis dan digitalisasi keuangan, marketing, dan SDM.

Setelah menyelesaikan pelatihan, para peserta akan mendapat pendampingan dari para master trainer untuk menyusun proposal pengembangan desa wisata masing-masing. Pada tahap akhir akan diberikan apresiasi kepada para kader dengan project pengembangan desa wisata terbaik, disertai bentuk dukungan agar kegiatan tersebut dapat diterapkan secara berkelanjutan.

1
3

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini