Share

Rekomendasi 10 Makanan Tradisional Bali, Tuan Rumah KTT G20

Nur Afifah, Jurnalis · Jum'at 28 Oktober 2022 12:00 WIB
https: img.okezone.com content 2022 10 26 301 2695103 rekomendasi-10-makanan-tradisional-bali-tuan-rumah-ktt-g20-1f9DUGnYqc.jpg Sate lilit Bali (Foto: 9kitchen)

MENGULAS 10 makanan tradisional Bali. Puncak Konferensi Tingkat Tinggi atau KTT G20 akan digelar di Pulau Dewata pada 15 dan 16 November 2022. Kegiatan ini tentu saja memberi dampak positif bagi pariwisata.

Bali punya beragam tempat wisata, tradisi budaya unik, dan kuliner tradisional yang lezat. Makanan khas Bali tentu sangat beragam.

Jadi saat berkunjung ke Bali, Anda jangan lupa mencicipi aneka kuliner tradisionalnya.

Berikut rekomendasi 10 makanan tradisional Bali :

1. Bebek Betutu

Bebek atau ayam betutu diolah dengan bumbu rempah. Bebek betutu adalah kuliner raja Bali zaman dulu. Cara pengolahannya yaitu daging bebek yang sudah dibumbui, dipijat terlebih dahulu supaya lebih empuk dan meresap hingga ke tulang. Setelah itu, olahan daging tersebut dibungkus daun pisang atau daun pinang, dan dipanggang hingga matang.

 BACA JUGA:10 Oleh-Oleh Khas Toraja yang Unik dan Enak, dari Kuliner hingga Suvenir

Dalam proses pematangannya memakan waktu sehari semalam penuh menggunakan bara api dari kulit padi. Rasa dari hidangan ini yaitu gurih dan pedas. Biasanya, makanan tersebut dihidangkan pada upacara keagamaan. Tapi, saat ini menu tersebut sudah populer di restoran-restoran mewah. Salah satu restoran yang terkenal adalah Ayam Betutu Khas Gilimanuk.

 Ilustrasi

Ayam betutu

2. Sate Lilit

Sate lilit menjadi salah satu makanan khas Bali yang sudah dikenal di Nusantara. Sate ini menggunakan daging sebagai bahan utama. Sesuai dengan Namanya, olahan sate ini dibuat dengan cara melilitkan daging yang sudah dihaluskan pada sebuah daun serai atau tangkai bambu.

Beberapa daging yang digunakan untuk membuat sate lilit yaitu daging ayam, sapi, ikan tenggiri, dan bagi yang non – halal menyedikan babi. Daging tersebut nantinya dicincang terlebih dahulu dan diaduk atau dicampur dengan bumbu rempah khas Bali. Setelah halus, olahan makanan ini dililit dan dipanggang hingga matang.

Sate lilit cukup populer, sehingga Anda dapat dengan mudah menemukannya di setiap restoran Bali.

 BACA JUGA:5 Kuliner Lampung Paling Menggoyang Lidah, Nyesel Lho Kalau Nggak Coba!

3. Lawar Kuwir

Lawar Kuwir adalah makanan perpaduan antara daging cincang dengan aneka sayuran yang telah dibumbui rempah – rempah pilihan. Pada umumnya, makanan ini berbahan utama daging babi, namun bahan utama bebek / entog (kuwir) dengan lawar putih, dapat menjadi alternatif seorang muslim, sehingga Bagi Anda yang beragama muslim tidak perlu khawatir mencoba makanan ini karena telah tersedia daging yang halal.

Makanan ini terdiri dari daging yang telah dicacah dan sudah tercampur dengan sayuran, seperti kacang Panjang dan parutan kelapa beserta bumbu. Tambahan dalam menghidangkan makanan ini adalah dengan nasi putih, sate lilit, dan jukut ares.

Lawar terdapat bermacam – macam, jika dilihat dari warnanya, ada lawar merah dan ada lawar putih. Pada warna merah yang terdapat di lawar merah, dihasilkan dari campuran darah daging. Terdapat pula lawar yang diberi nama sesuai dengan jenis daging atau sayurannya, semisal lawar kuwir, lawar babi dan lawar nangka.

Anda dapat menemukan makanan Lawar Kuwir ini Warung Lawar Kuwir Bu Wit di Tabanan dan Warung Makan Pan Sinar di Denpasar.

 

4. Babi Guling

Makanan yang satu ini hanya direkomendasikan untuk Anda yang beragama non – muslim. Bagi Anda yang Muslim, makanan ini tidak disarankan untuk Anda. Makanan yang satu ini, biasanya menjadi primadona di kalangan para turis yang berkunjung ke Bali.

Makanan yang diolah dengan bumbu basa genep Bali serta daun ketela pohon yang dimasukkan ke dalam perut babi sebelum diguling sambil diputar-putar di atas bara api membuat rasanya gurih. Terlebih warna kulitnya yang kecoklatan sangat renyah di lidah.

Beberapa restoran telah menyediakan makanan ini adalah Warung Jero Kawan di Mengwi, Warung Babi Guling Pak Dobiel di Nusa Dua, Warung Babi Guling Candra di Denpasar.

Walaupun gurih, namun makanan ini hanya terkhusus bagi mereka yang non- muslim, dan diingatkan kemBali bahwa seorang muslim diharamkan untuk mencicipi makanan yang satu ini.

Baca Juga: Saatnya Anak Muda Bangkit Bersama untuk Indonesia Bersama Astra

5. Nasi Campur Ayam

Seperti dengan Namanya, hidangan ini berbahan utama daging ayam. daging ayam ini diolah menjadi berbagai macam misalnya seperti suwiran ayam sisit, lawar ayam, sate lilit, dan lain sebagainya. Walaupun berbahan utama ayam, namun makanan ini memiliki makanan pendamping yang diantaranya adalah sayur urap, kulit ayam goreng, telur sambal tomat, ikan pindang, daun umbi pedas dan kacang goreng.

Bagi Anda pecinta rasa pedas, makanan ini menyediakan sambal matah, atau sambal embe khas Bali.

Rekomendasi dari makanan ini dapat Ada temukan di Nasi Ayam Bu Oki di Jimbaran, Nasi Ayam Kedewatan Bu Mangku di Ubud atau Warung Men Weti di Sanur.

6. Tipat Cantok

Rekomendasi makanan yang satu ini memiliki nama yang unik namun memiliki arti di dalamnya. misalnya Bahasa Bali “Tipat” bearti ketupat, dan “Cantok” artinya diuleg atau dihaluskan.

Makanan ini terdiri dari ketupat yang diberi sayuran seperti kacang Panjang, kangkong, tauge, dan mentimun. Setelah itu, bahan tersebut dikumpulkan menjadi satu ke dalam satu piring dan disiram oleh bumbu kacang. Proses memasaknya mirip rujak betis, dan makanan ini mirip dengan “Gado – gado” yang Anda temukan di Jakarta.

 Ilustrasi

Tipat cantok cukup terkenal di Bali, sehingga tidak sulit untuk menemukan penjualnya. Anda bisa mencoba kuliner tersebut ala warung sederhana atau hotel berbintang.

7. Rujak Bulung dan Kuah Pindang

Rujak yang biasa Anda temui dibumbui dengan cuka, namun berbeda dengan rujak yang satu ini karena olahan rujak ini dihidangkan dengan kuah ikan tuna. Makanan bernama rujak kuah pindang ini terbuat dari irisan mangga muda dan kuah yang super pedas. Tapi, apabila ingin lebih komplit bisa menambah isian lain dengan berbagai macam buah, seperti bengkuang, kedondong atau rumput laut (rujak bulung).

Biasanya, jenis rumput laut yang digunakan adalah bulung boni. Dapat merasakan hidangan tersebut, Anda dapat berkunjung ke Warung Rujak Glogor atau Warung Rujak Kuah Pindang Bo Hwa di Denpasar.

8. Tipat Blayag

Makanan yang satu ini berupa ketupat, namun bentuk ketupat kali ini berbeda dengan biasanya, ketupat yang satu ini seperti lontong dan dililit Panjang dengan janur muda atau daun enau muda. Berbeda dengan ketupat biasa yang menggunakan bumbu kacang, Tipat Blayag ini cukup unik, hal tersebut karena bumbu yang dicampur ini menggunakan olahan tepung beras dan rempah khas Bali.

Hidangan ini, biasanya dihidangkan bersama sayur urap, ayam sisit, ceker ayam, kacang kedelai dan kerupuk kulit ayam.

9. Nasi Jinggo

Kuliner khas Bali selanjutnya, yang menjadi rekomendasi adalah “Nasi Jinggo.” Makanan yang satu ini tergolong murah, namun makanan ini memiliki rasa yang enak dan berkualitas.

Hidangan tersebut mirip dengan nasi kucing yang memiliki ukuran kecil dan dilapisi daun pisang. Isi dari hidangan tersebut berupa satu kepal nasi putih, daging ayam suwir, tempe goreng, mie goreng dan sambal yang ekstra pedas. Makanan ini memiliki sejarah yang unik yang berkaitan dengan harga makanan ini.

Tidak ada yang tahu, apa makna dari “Jinggo” atau “Jenggo.” Tapi, menurut beberapa orang kata tersebut, berasal dari Bahasa Hokkien yang berarti “Seribu Lima Ratus.” Pada tahun 1997, saat makanan ini baru populer, memang dijual dngan harga Rp1.500, namun adanya perubahan era, saat ini sudah terjual dengan harga Rp3.000-5.000.

 Ilustrasi

Nasi jinggo

Selain itu, makanan ini, dapat Anda temukan di pinggir – pinggir jalan Bali. Karena termasuk sebagai streetfood di Bali.

10. Nasi Tepeng

Nasi Tepeng berasal dari Gianyar. Makanan yang satu ini mirip dengan bubur karena, nasi yang terdapat dalam makanan ini dibuat lembek. Namun, yang membedakannya dengan bubur adalah bumbu dari makanan ini yang dibuat pedas.

Makanan ini disajikan dengan beberapa bahan seperti kacang panjang, daun kelor, nangka muda, terong, kacang merah dan kelapa parut. Untuk lauknya sendiri ada suwiran ayam goreng dan telur. Setelah itu, makanan ini disajikan dengan daun pisang sehingga membuat cita rasa yang khas.

Nasi tepeng tersedia di beberapa tempat, khususnya Pasar Senggol, Gianyar dan merupakan menu sarapan favorit warga di sana.

1
3

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini