Share

10 Kebiasaan Orang Betawi yang Tak Banyak Orang Tahu

Najwa Avifah Octavia, Jurnalis · Jum'at 28 Oktober 2022 11:00 WIB
https: img.okezone.com content 2022 10 26 406 2695070 10-kebiasaan-orang-betawi-yang-tak-banyak-orang-tahu-JpcuSKGEN3.jpg Ondel-Ondel Betawi (Okezone.com)

ADA 10 kebiasaan orang Betawi yang mungkin tak banyak orang tahu. Betawi adalah suku asli Jakarta. Masyarakat Betawi banyak tinggal di Jakarta dan kota penyangga di sekitarnya.

Meski hidup di wilayah metropolitan, sebagian besar masyarakat Betawi masih menjaga dengan baik adat dan budayanya. Bahkan ada kebiasaan-kebiasaan tertentu yang masih dilakoni warga Betawi.

Apa saja kebiasaan orang Betawi? Berikut ulasannya :

 BACA JUGA:5 Tradisi Unik Orang Sumba, dari Prosesi Pernikahan hingga Kematian

Kehidupan Religius

Sebagian besar masyarakat Betawi beragama Islam dan dikenal religius. Kehidupan sosial masyarakatnya banyak mengadopsi nilai-nilai agama. Anak usia dini telah dibekali dengan pengetahuan agama yang sangat baik.

 Ilustrasi

Selain mempelajari pendidikan formal di sekolah, orang tua biasanya menyekolahkan anaknya ke madrasah, sekolah khusu untuk mempelajari ajaran agama islam. Tak jarang dari mereka sangat fasih dalam melantunkan ayat suci Alqur’an.

Blak-Blakan atau Ceplas Ceplos

Jika Anda memiliki teman atau pernah berbicara dengan seseorang yang blak-blakan, maka sudah dapat dipastikan bahwa ia orang Betawi. Cara mereka berbicara memberikan argumen dengan nada yang lantang dan terus terang. Mereka cenderung berbicara langsung ke intinya dan tidak suka berbasa-basi.

Tak jarang orang jika mendengar nada bicara mereka menganggap kasar dan tak peduli dengan perasaan orang lain. Sebenarnya, itu hanya cara berbicara, setelah mengenal lebih dalam mereka juga dikenal ramah dan peduli terhadap sesama.

Suka Memakai Pakaian Tradisional

Ciri lain yang bisa kita lihat dari masyarakat Betawi adalah penampilan mereka. Kebanyakan dari mereka, terutama orang dewasa yang lahir di lingkungan Betawi, sangat gemar memakai pakaian adat yang sudah menjadi ciri khas bangsa ini sejak lama.

 BACA JUGA:Uniknya Noken Anggrek, Tas Tradisional Papua Seharga Motor Second

Jika diperhatikan, maka di daerah Betawi masih banyak masyarakat Betawi yang masih memakai pakaian adat Betawi seperti pakaian sadar (koko), celana batik kompren dan kopiah hitam. Sedangkan untuk wanita biasanya memakai kebaya Encim atau kebaya Kerancang.

Ngored

Kebiasaan masyarakat Betawi pun tak kalah menarik. Ngored adalah tradisi yang dilakukan oleh sebagian besar keluarga Betawi. Ngored sendiri merupakan kegiatan membersihkan makam anggota keluarga menjelang bulan Ramadhan. Merupakan akulturasi budaya masyarakat Jawa dan Betawi.

 

Kegiatan yang dilakukan hampir sama dengan nyekar yang dikenal masyarakat Jawa atau nadran yang biasa dilakukan oleh masyarakat Sunda. Kedua istilah tersebut merujuk pada kebiasaan masyarakat membersihkan kuburan dan mendoakan keluarga almarhum sebelum memasuki bulan puasa.

Nyambat

Kegiatan nyambat adalah kegiatan gotong royong tanpa ada pamrih atau meminta upah, seperti membangun tempat ibadah, rumah tetangga atau saat membajak sawah. Kegiatan nyambat sendiri merupakan tradisi yang cukup unik dan sangat bermanfaat.

Pihak yang mengadakan kegiatan Nyambat akan akan memberikan makanan dan minuman kepada para relawan sebagai bentuk rasa terima kasih atau bisa juga inisiatif tetangga untuk membantu memberi makan untuk orang-orang yang bekerja.

Follow Berita Okezone di Google News

Menabung

Kegiatan masyarakat Betawi yang satu ini wajib Anda terapkan. Menabung atau istilah masyarakat betawi “nyelengin”, adalah sesuatu yang telah diajarkan sejak dini oleh orang tua, Celengan yang digunakan terbuat dari bambu atau tanah liat.

Tujuan menabung sangat bermanfaat, tak hanya dilakukan oleh anak-anak tapi juga oleh orang dewasa untuk berbagai macam tujuan seperti, membeli barang elektronik, pendidikan anak, biaya haji, dan keperluan lainnya.

Nyorog

Setiap kegiatan masyarakat Betawi tak diragukan lagi manfaatnya. Begitu pula dengan kegiatan Nyorog, mereka saling menghantarkan makanan ke tetangga saat menjelang bulan puasa atau Idul Fitri.

Tradisi ini merupakan budaya yang masih dilakukan hingga kini. Selain dapat mempererat kerukunan antar tetangga, kegiatan ini juga sebagai bentuk rasa syukur dan upaya mewujudkan kebahagiaan bersama tetangga atau sanak saudara di hari yang penuh berkah.

 Ilustrasi

Tegas dan Berani

Betawi salah satu suku yang memiliki prinsip hidup yang kuat. Orang Betawi dikenal dengan sifat tabah dan berani. Hal ini terlihat dari cara mereka berbicara dengan orang lain, mereka terlihat sangat bersemangat, bahkan cenderung frontal untuk mengungkapkan maksud dan tujuan mereka. Tak jarang membuat orang salah paham dengan kepribadian masyarakat Betawi.

Tak Suka Merantau

Masyarakat Betawi dikenal jarang merantau ke daerah yang jauh atau ke luar pulau Jawa. hal ini disebabkan karena salah satu pusat perekonomian pulau Jawa terbesar berada di Betawi.

Rasa kekeluargaan yang sangat erat juga menjadi alasan orang Betawi. Mereka sendiri sudah terbiasa menjalani kehidupan yang utuh bersama dengan sanak saudara atau tetangga.

Suka Berpantun dan Pencak Silat

Masyarakat Betawi sangat menjunjung nilai budaya seperti halnya berpantun dan pencak silat. Terkadang mereka melakukan hal tersebut secara bersamaan. Tradisi ini sudah ada sejak nenek moyang dan sudah turun temurun hingga kini.

Jika Anda pernah mengunjungi pernikahan Betawi, maka menampilkan dua adat ini secara bersamaan. Masyarakat Betawi menyebutnya tradisi “palang pintu”, yaitu upacara penyambutan pengantin pria dengan seni pencak.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini