Share

Misteri Fakfak dalam Negarakertagama dan Jejak Majapahit di Bumi Cenderawasih

Kiki Oktaliani, Jurnalis · Senin 31 Oktober 2022 21:01 WIB
https: img.okezone.com content 2022 10 29 406 2696907 misteri-fakfak-dalam-negarakertagama-dan-jejak-majapahit-di-bumi-cenderawasih-PILDTl8v7c.JPG Ilustrasi (Foto: Twitter/@ndorokakung)

KERAJAAN Majapahit merupakan kemaharajaan Hindu-Buddha terakhir yang menguasai Nusantara sekaligus monarki terbesar dalam sejarah Indonesia.

Tak hanya menguasai kepulauan di Indonesia, namun kekuasaan pemerintahan Majapahit kala itu terbentang hingga semenanjung Malaya, dan Kepulauan Sulu, Filipina.

Melihat fakta sejarah tersebut, tak heran jika Fakfak yang masuk wilayah Papua Barat juga tak luput dari kepemimpinan Hayam Wuruk.

Fakfak juga dikenal sebagai Kota Tua, karena sejarah dan perjuangannya di masa kolonial. Selain itu kota ini dijuluki dengan kota pemerintahan dan Kota Pala karena komoditasnya.

Bahkan kota ini juga disebutkan dalam kitab klasik Negarakertagama (1365 M) yang menyatakan sejumlah daerah yang terletak di bagian timur Indonesia yakni nama Wwanin, Sran dan Timur.

Fakfak, Papua Barat

Wwanin menurut ahli Jawa Kuno adalah nama lain daerah Onin (Jazirah Onin) di Fakfak yang hingga kini menjadi kabupaten tertua di Papua.

Menurut Johszua Robert Mansoben dalam penelitiannya yang berjudul Sistem Politik Tradisional di Irian Jaya, jauh sebelum penegakan Pemerintah Kolonial Belanda di Provinsi Papua, dan Provinsi Papua Barat di daerah pantai barat Papua terdapat beberapa daerah kerajaan pada awalnya di Semenanjung Onin.

Wilayah pantai Barat Papua terdapat tiga kerajaan tradisional, yaitu Kerajaan Rumbati, Kerajaan Fatagar, dan Kerajaan Atiati.

Di mana kerajaan Fatagar merupakan Kerajaan Islam yang didirikan klan Uswanas yang berada di sebelah timur Distrik Fakfak, Papua Barat. Kerajaan atau Petuanan Fatagar ini memiliki wilayah adat di Distrik Fakfak dan Pariwari.

Terdapat dua asal muasal Kerajaan Fatagar, yang salah satunya menyatakan penguasa Ugar merupakan asal muasal leluhur Raja Fatagar.

Follow Berita Okezone di Google News

Dalam publikasinya salah satu wilayah dalam pengaruh Kerajaan Majapahit adalah Onin yang dicatat sebagai Wwanin atau Wanin.

Ekspedisi pada tahun 1937 dilakukan, oleh Leo Frobenius menemukan adanya bukti permukiman di Ugar. Sehingga bisa dipastikan benar adanya penguasa di Ugar.

Berdasarkan publikasi tersebut juga disebutkan pula kisah penduduk lokal di antara Teluk Patipi dan Rumbati tentang ekspedisi Jawa pada abad ke-15.

Hal ini kemudian diperkuat oleh adanya penyebutan nama di Kitab Klasik Negarakertagama (1365 M), seperti berikut:

โ€œIkang sakasanusanusa Makassar Butun Banggawai Kuni Ggaliyao mwang I (ng) Salaya Sumba Solot Muar Muwah tigang i Wandan Ambwan athawa Maloko Wwanin ri Sran in Timur ning angeka nusatutur,โ€

Infografis Tempat Paling Misterius di Dunia

Dalam kitab ini, khususnya ditemukan nama-nama tempat di Pulau Papua bagian barat yang dianggap sebagai bagian dari wilayah kedaulatan Negara Nusa Majapahit, seperti Wwanin (sama dengan Onin, dekat Fakfak), Sran (sama dengan Kowiai, nama tempat yang letaknya dekat Kaimana), dan Wandan (suatu tempat di Pulau Papua).

Dengan disebutkannya nama-nama wilayah di Pulau Papua bagian barat di dalam Kitab Negarakertagama itu merupakan suatu bukti tentang adanya kontak penduduk Papua dengan penduduk wilayah barat Nusantara pada masa pemerintahan Majapahit.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini