Share

Sandiaga Uno Targetkan Labuan Bajo Dikunjungi 1,5 Juta Wisatawan per Tahun

Novie Fauziah, Jurnalis · Rabu 02 November 2022 09:01 WIB
https: img.okezone.com content 2022 11 01 406 2698441 sandiaga-uno-targetkan-labuan-bajo-dikunjungi-1-5-juta-wisatawan-per-tahun-qx0kOorC4x.JPG Menparekraf RI, Sandiaga Salahuddin Uno (Foto: Kemenparekraf)

MENTERI Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Menparekraf), Sandiaga Salahuddin Uno mengatakan, pengembangan pariwisata di Labuan Bajo, Nusa Tenggara Timur (NTT) sebagai salah satu destinasi super prioritas terus dilakukan.

Hal tersebut guna mendukung hadirnya pariwisata yang berkualitas dan berkelanjutan, ditargetkan jumlah kunjungan wisatawan dapat meningkat hingga 1,5 juta wisatawan per tahunnya.

Sandiaga menambahkan, pengembangan dan penataan kawasan serta infrastruktur di Labuan Bajo ditargetkan sepenuhnya selesai di tahun 2024.

Termasuk bandara yang kini telah dibangun, agar semakin memudahkan wisatawan berkunjung ke salah satu destinasi super prioritas tersebut.

Infografis Labuan Bajo

"Airport telah kita bangun, fasilitas juga sudah kita siapkan dan ini adalah investasi awal. Untuk penataan kawasan Labuan Bajo sudah dikucurkan Rp4 triliun lebih dan fasilitasnya sudah bisa kita nikmati sekarang," katanya dalam kegiatan The Weekly Brief with Sandi Uno secara virtual.

Lebih lanjut, adapun penataan yang dilakukan sejak 2020 tersebut, antara lain penataan bandara, pelabuhan peti kemas, pelabuhan pariwisata, waterfront, homestay, pengembangan SDM, dan produk ekraf hingga event.

Kemudian dalam waktu dekat setelah KTT G20, juga akan dibuka penerbangan langsung internasional dari Singapura, Australia, serta Kuala Lumpur ke Labuan Bajo.

Sandiaga menyebut, Labuan Bajo diproyeksikan juga akan menjadi destinasi MICE (Meeting, Incentive, Conference, Exhibition) unggulan dan akan dikembangkan yacht tourism juga wisata minat khusus.

Follow Berita Okezone di Google News

"Baru saja saya kembali dari Labuan Bajo bersama dengan Menteri Kesehatan Singapura, Mr. Ong Ye Kung dan memperlihatkan, mengenalkan Labuan Bajo. Ia baru pertama kali ke sana dan sangat terpesona dengan indahnya dan unique selling point dari Labuan Bajo. Ini menjadi potensi destinasi wisata terbaik bukan hanya di Indonesia dan Asia Tenggara, tapi juga dunia," tuturnya.

Mantan Wagub DKI Jakarta ini menambahkan, Labuan Bajo ditargetkan selesai pada 2024 mendatang dan siap tinggal landas, transisi dari quantity menjadi quality tourism. Serta nantinya targetnya 1,5 juta kunjungan wisatawan per tahun.

"Labuan Bajo juga akan menjadi destinasi circular economy serta pengembangan green tourism dan ecotourism dengan energi baru dan terbarukan," ujarnya.

Infografis Pulau Komodo

Tarif masuk Taman Nasional (TN) Komodo

Sementara itu, terkait dengan tarif masuk TN Komodo, pemerintah sebelumnya memutuskan untuk melakukan penundaan hingga Januari 2023. Pelaku pariwisata dan ekonomi kreatif di Labuan Bajo pun menyampaikan aspirasi agar biaya konservasi yang sebelumnya dijadikan dasar dalam menaikkan tarif masuk ke TN Komodo, dapat menjadi opsi yang bisa dipilih oleh wisatawan.

Menurutnya, saat ini dihadapkan pada keputusan kebijakan biaya konservasi tersebut dan sudah saring (masukan dari pelaku parekraf). Serta kemudian pada intinya, Sandiaga berharap agar disiapkan sistem atau skema opsional.

"Bukan mengacu pada sistem yang mewajibkan tapi memberikan opsi atau voluntary base untuk biaya tambahan konservasi," katanya.

Direktur Utama Badan Otorita Labuan Bajo Flores (BPOLBF), Shana Fatina menambahkan, pelaku pariwisata dan ekonomi kreatif di Labuan Bajo sebagian besar merekomendasikan untuk bisa dipertimbangkan kembali (kenaikan tarif TN Komodo) dan kemudian bisa dibuat sistem opsional.

Nantinya, para wisatawan dapat memilih untuk berkontribusi lebih untuk biaya konservasi atau tidak.

"Karena kaitannya melihat hingga tahun depan ini masih banyak calon wisatawan yang ragu untuk memutuskan datang ke Labuan Bajo," katanya.

Infografis Destinasi Super Prioritas

Shana mengatakan, opsi dari asosiasi, komunitas, baik pelaku industri maupun masyarakat langsung, telah merekomendasikan apabila bisa dibuat opsional sehingga bisa bangkit dulu, pulih dari pandemi.

Selanjutnya, kata Shana, pihaknya akan sambil melihat mekanisme yang akan dilakukan oleh para pelaku parekraf nanti. Bahkan tidak menutup kemungkinan jika ada yang ingin berkontribusi, maka akan lebih besar lagi untuk konservasi dengan kegiatan.

"Tapi tidak bersifat wajib, hanya opsional," demikian Shana.

1
3

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini