Share

Bepergian Jauh dalam Waktu Lama Hanya Bawa 1 Tas Ransel Kecil, Bisa Kok!

Dita Mawanda, Jurnalis · Rabu 02 November 2022 10:03 WIB
https: img.okezone.com content 2022 11 01 549 2698445 bepergian-jauh-dalam-waktu-lama-hanya-bawa-1-tas-ransel-kecil-bisa-kok-20gzyRFUR2.JPG Ilustrasi (Foto: Shutterstock)

KETIKA berpergian, apalagi dalam jangka waktu cukup lama pasti Anda akan membawa banyak barang hingga mengharuskannya membawa beberapa koper dan tas jinjing.

Terbilang cukup aneh, jika ketika liburan hanya membawa tas ransel kecil padahal kebutuhan yang diperlukan begitu banyak, bukan? Meski rasanya tidak mungkin hanya membawa satu tas saja dengan ukuran minimal ketika liburan dalam waktu yang tidak sebentar, tapi seorang ahli pengepakan berhasil melakukannya.

Melansir Mirror, wanita bernama Brooke Shoenman, penulis Her Packing List mengaku suka membawa semua kebutuhannya dalam tas kecil agar ia dapat bergerak dengan mudah hingga meminimalkan risiko kehilangan barang bawaan.

Brooke mampu membawa semua kebutuhannya tersebut selama liburan tiga minggu dengan tas ransel kecil, lho!

Infografis Tips Traveling Aman

Bagi sebagian besar warga Inggris, mengemas barang untuk liburan memiliki makna tersendiri. Banyak orang memastikan hari sebelum perjalanan bebas dari kegiatan sibuk sehingga koper mereka dapat dimuat dengan tenang tanpa terburu-buru.

Beberapa maskapai di sana, seperti Ryanair dan easyJet cukup ketat mengawasi ukuran tas dan menerapkan aturan tas tangan.

Namun, wanita berpengalaman yang satu ini tidak merasa khawatir akan tas kabinnya yang memenuhi persyaratan penerbangan, demikian laporan dari Daily Star.

Brooke mengatakan, dirinya berhasil membawa semua kebutuhannya itu dalam tas ransel 12 liter, kira-kira seukuran ransel laptop.

Baca Juga: Saatnya Anak Muda Bangkit Bersama untuk Indonesia Bersama Astra

Ia pertama kali membawa koper kecilnya itu dalam perjalanan dari Sydney, Australia ke Amerika Serikat. Brooke menghabiskan waktu tiga minggu berpergian ke Portland, Las Vegas, Chicago, San Francisco, hingga menaiki kereta Amtrak.

“Ibu saya hanya tertawa ketika melihat tas saya dan menyadari itu semua barang bawaan saya,” kata wanita yang juga seorang blogger ini.

Uniknya, saat packing ia menggunakan kubus pengepakan yang diisi dengan pakaian yang dapat dikenakan di berbagai kegiatan apapun.

Infografis Kebiasaan Buruk Traveling

Pakaian ini didudukkan di samping sepatu lipat, keyboard mini untuk teleponnya, dan tas mini untuk menyimpan perlengkapan mandi penting.

Ia memertimbangkan fungsionalitas semua pakaiannya, memilih item yang dapat Brooke lapisi dengan item lain jika suhu berubah secara dramatis. Pengisi daya dan paspor menjadi barang-barang penting yang tak lupa dibawanya. Kemudian, ia juga membawa perhiasan kecil, sisir, obat-obatan, dan payung.

Pengepakan barang agar dapat berpegian seringan mungkin merupakan hal yang dirasakan Brooke bisa bergerak lebih leluasa, dan pastinya antiribet.

“Saya merasa seperti memiliki lebih banyak bandwidth mental dalam perjalanan ini ketika berpindah antar tujuan karena saya tidak perlu khawatir tentang barang bawaan saya, atau berpikir keras tentang apa yang akan saya kenakan dari pilihan pakaian yang terbatas,” tuturnya.

Caranya itu lanjut Brooke, dapat menghindarkan diri Anda menunggu terlalu lama di stand pengambilan bagasi selepas penerbangan, dan yang terpenting dapat meminimalisir risiko hilangnya barang bawaan.

1
3

Berita Terkait

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini