Share

Terungkap! Pilot Ternyata Lebih Suka Mendaratkan Pesawat dengan Keras, Ini Alasannya

Dita Mawanda, Jurnalis · Jum'at 04 November 2022 03:10 WIB
https: img.okezone.com content 2022 11 02 406 2699731 terungkap-pilot-ternyata-lebih-suka-mendaratkan-pesawat-dengan-keras-ini-alasannya-ExC8aC2ofL.jpg Ilustrasi (Shutterstock)

PENDARATAN atau landing bisa jadi momen paling menakutkan saat naik pesawat. Terutama jika pesawat mendarat dengan keras dan mengguncang. Bahkan sampai mengeluarkan bunyi yang keras saat ban menyentuh landasan.

Namun ternyata pendaratan yang keras dan terasa menakutkan sebenarnya lebih aman dari pada pesawat mendarat dengan lembut di landasan.

Seorang pilot, Eser Aksan E mengungkapkan dirinya dan penerbangan lain kadang lebih suka mendaratkan pesawat.

“Untuk memiliki pendaratan yang sangat lembut, Anda harus melayang di atas landasan untuk waktu yang lama, tetapi Anda tidak mendarat,” katanya seperti dilansir dari The Sun, Kamis (3/11/2022).

Menurutnya, pendaratan yang lembut ternyata paling dibenci pilot karena menghilangkan kecepatan mendaratnya pesawat.

“Anda memiliki sejumlah landasan pacu untuk mendarat, dan jika Anda terus mengambang, Anda akan berakhir tanpa landasan pacu setelah beberapa saat dan jarak lebih pendek untuk berhenti,” lanjutnya.

Hal itulah yang menyebabkan sebagian besar pilot lebih memilih pendaratan keras terutama saat hujan atau landasannya basah dan licin.

“Itu harus tegas dan harus segera. Dengan begitu, Anda memiliki jarak yang baik untuk berhenti, jadi jika Anda membuat kesalahan lain, Anda memiliki sisa landasan yang cukup bagus,” tutur Eser, sehingga jika seorang pilot terus membuat pesawat mengambang, maka pesawat tidak memiliki landasan yang tersisa.

Saat pilot mendarat, mereka memiliki titik bidik di dekat awal landasan yang mereka coba sentuh rodanya.

Namun, tidak selalu memungkinka karena bisa saja mereka kehabisan landasan hingga memiliki dua pilihan, yakni lepas landas lagi atau terus berjalan sampai akhirnya berhenti. Keputusan lepas landas lagi merupakan pilihan jika sistem dorong mundur belum dihidupkan.

“Ada jalan kembali, Anda masih bisa lepas landas lagi. Jika Anda terlalu jauh di sepanjang landasan, maka Anda memiliki pilihan,” ungkap Eser, ia menambahkan selama pilot tidak membuka pembalik, pesawat bisa lepas landas lagi tanpa masalah.

Follow Berita Okezone di Google News

Lanjutnya, alasan itulah mengapa pendaratan sangat mulus merupakan sesuatu yang tidak diinginkan sebagian besar pilot karena perlu untuk mengurangi kecepatan selama pendaratan. Jadi, sedikit benturan selalu bagus.

Walaupun begitu, bukan berarti pilot yang mendaratkan pesawatnya dengan lembut adalah pilot yang buruk. Pada dasarnya, Eser mengatakan ada banyak hal berbeda yang dapat memengaruhi bagaimana sebuah pesawat mendarat, sehingga sebagai penumpang tidak bisa menilai mereka baik atau buruk dari bagaimana pesawat mendarat.

Ilustrasi

“Saya tidak tahu apakah angin telah berubah, atau apa yang telah terjadi. Ini bisa menjadi hari buruk atau ada sesuatu yang bermasalah, jadi saya pikir kurang tepat jika menilai seorang pilot dari cara mereka mendaratkan pesawatnya,” tukasnya.

Eser mengungkapkan keputusan yang harus mereka ambil di kokpit ketika ada badai besar, serta pilot lain menjelaskan apa yang harus mereka lakukan agar pesawat tetap di udara.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini