Share

Kisah Calon Arang, Janda Sakti 'Pencetus' Wabah karena Murka Putrinya Tak Laku

Destriana Indria Pamungkas, Jurnalis · Jum'at 04 November 2022 17:09 WIB
https: img.okezone.com content 2022 11 04 406 2701076 kisah-calon-arang-janda-sakti-pencetus-wabah-karena-murka-putrinya-tak-laku-KDo7UIDyLX.jpg Petilasan Calon Arang di Kediri, Jawa Timur (Foto: petilasan-majapahit.blogspot.com)

ADA cerita legenda menarik dari Kediri, yang terjadi 1.000 tahun silam. Sebuah kisah tentang janda sakti bernama Calon Arang yang dikenal karena kebengisannya.

Kisah tentang si janda sakti ini bisa Anda ikuti di Petilasan Calon Arang yang terletak di Desa Girah (kini Desa Sukorejo), Kecamatan Gurah, Kabupaten Kediri, Jawa Timur. Dia digadang-gadang tinggal di desa itu bersama putrinya, Ratna Manggali.

Ketika Ratna beranjak dewasa, Calon Arang kesal saat melihat tak seorang pun pria di desa mereka yang mau melamar sang putri. Mengetahui pria-pria itu takut pada dirinya, sang janda pun mengutuk desa tersebut.

Dia menggelar ritual khusus di sebuah kuburan sambil mengucap mantra yang ditujukan kepada Dewi Durga. Langit pun mewujudkan Keinginan sang janda dan menjatuhkan wabah penyakit mematikan di seluruh desa.

Kabar terkait wabah tersebut kemudian sampai ke telinga Raja Airlangga, yang kala itu memerintah Kediri. Dia pun mengutus pasukan militer ke Desa Dirga yang justru memicu kemarahan Calon Arang.

Menyadari rencananya gagal, Raja Airlangga pun meminta pendapat dari gurunya, Mpu Badarah. Untuk meredam kemarahan sang janda, pendeta sakti agama Buddha itu mengutus Mpu Bahula salah satu muridnya untuk menikahi Ratna Manggali.

Setelah menikah, Bahula kemudian tinggal bersama istri dan Calon Arang sang mertua. Saat itulah dia mengetahui bahwa mertuanya itu kerap membaca kitab dan menggelar ritual di kuburan.

Mpu Bahula kemudikan mencuri salah satu kitab milik sang mertua dan menyerahkannya kepada Mpu Baradah. Setelah mengetahui isi kitab tersebut, sang pendeta sakti pun menemui Calon Arang dan memintanya untuk mencabut kutukannya.

Follow Berita Okezone di Google News

Sang janda sakti pun menyetujui permintaan Mpu Baradah namun dengan satu syarat. Dia meminta pendeta sakti itu untuk meruwat dirinya sebagai pengampunan dosa. Sayang, permintaan itu ditolak Mpu Baradah karena menilai dosa Calon Arang terlalu besar.

 Ilustrasi

Hal itu memicu pertikaian keduanya hingga Calon Arang tewas di tangan Mpu Baradah. Namun Mpu Baradah kemudian memutuskan menghidupkan kembali sang janda dan memberikan ajaran baik padanya.

Setelah Calon Arang merasa bahagia, sang pendeta kembali membunuhnya dan membakar jasadnya. Ketika itulah wabah penyakit mematikan yang melanda Desa Girah pun menguap dan warga kembali hidup tenang.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini