Share

Kisah Legenda Roro Jonggrang dan Candi Prambanan

Muhamad Fadli Ramadan, Jurnalis · Minggu 06 November 2022 10:00 WIB
https: img.okezone.com content 2022 11 06 406 2701779 kisah-legenda-roro-jonggrang-dan-candi-prambanan-bJ2scM8o4z.jpg Taman Wisata Candi Prambanan di Sleman, DIY (Instagram @novemlawalata)

CANDI Prambanan berdiri megah di Desa Bokoharjo, Kecamatan Prambanan, Kabupaten Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta. Di balik keunikan arsitektur dan sejarahnya, Candi Prambanan memiliki cerita legenda yang menarik.

Adalah kisah pembuktian cinta Bandung Bondowoso ke Roro Jonggrang. Bandung Bondowoso dikisahkan sebagai pemimpin yang tegas, kejam, dan suka memerintah.

Memiliki pasukan yang kuat, membuatnya tak segan memberikan hukuman berat kepada siapa pun yang menentang dan tak mematuhi aturannya.

Bondowoso sendiri merupakan kesatria sakti dari Kerajaan Pengging. Kerajaan tersebut sangat terkenal arogan dan selalu ingin memperluas wilayah kekuasaan.

Nama Bandung Bondowoso didapatkan dari senjata yang sangat sakti bernama Bandung. Tidak hanya mempunyai senjata yang sakti, Bandung Bondowoso juga memiliki pasukan berupa jin.

Ilustrasi

Candi Prambanan

Raja Pengging memerintahkan Bandung Bondowoso untuk menyerang Kerajaan Prambanan yang merupakan salah satu kerajaan terbesar. Bandung Bondowoso pun memanggil seluruh pasukan jinnya dan menyerang Kerajaan Prambanan.

Raja Baka dari Kerajaan Prambanan dan pasukannya kalang kabut karena tak memiliki persiapan, dan para perang ini membuat Prabu Baka dan pasukannya tewas. Akhirnya Bandung Bondowoso berhasil menduduki Kerajaan Prambanan.

Saat Bandung Bondowoso menempati Istana Prambanan, ia melihat seorang wanita yang merupaan putri dari Prabu Baka bernama Roro Jonggrang. Tanpa pikir panjang, Bandung Bondowoso memanggil Roro Jonggrang dan melamarnya.

Mendengar pertanyaan tersebut, Roro Jonggrang menolak dan menyebut Bandung Bondowoso lancang. Tapi di sisi lain, Roro Jonggrang juga kebingungan dan takut karena bisa membuat Bandung Bondowoso marah dan membahayakan keluarga serta rakyat Prambanan.

Roro Jonggrang berfikir, hingga akhirnya menemukan satu cara agar Bandung Bondowoso tidak jadi untuk menikahinya. Roro Jonggrang memberikan syarat kepada Bandung Bondowoso untuk membuatkan seribu candi dan dua buah sumur dalam satu balam.

Mendengar syarat tersebut, Bandung Bondowoso pun dengan tegas menyetujui permintaan Roro Jinggrang. Ia menegaskan bahwa syarat tersebut sangat mudah karena mempunyai pasukan jin yang sangat banyak dan siap membantunya.

Pada malam hari, Bandung Bondowoso mengumpulkan semua pasukan jinnya. Setelah mendengar perintah dari Bandung Bondowoso, semua pasukannya langsung membuat sumur dan membangun seribu candi dengan sangat cepat.

Melihat kecepatan pasukan Bandung Bondowoso dalam membangun candi dan membuat sumur, Roro Jonggrang merasa ketakutan dan gelisah. Ketika dua per tiga malam sudah terlewati, hanya tinggal tiga buah candi dan satu sumur yang belum terselesaikan.

Roro jonggrang berfikir keras bagaimana cara menggagalkan pembangunan candi dan membuatnya tidak jadi menikah dengan Bandung Bondowoso. Jika syarat tersebut tidak dipenuhi tentunya pernikahan mereka tidak akan terlaksana.

Follow Berita Okezone di Google News

Akhirny, Roro Jonggrang pergi untuk mengumpulkan para dayang-dayang yang ada di dalam istana Prambanan. Para dayang-dayang tersebut diberi tugas untuk membakar jerami, membunyikan lesung dan menaburkan bunga berbau semerbak wangi.

Tak berselang lama, langit tampak kemerahan dan lesung pun mulai untuk dibunyikan. Bau harum dari bunga yang disebar mulai tercium dan membuat para ayam mulai berkokok.

Melihat langit berwarna kemerahan, lesung berbunyi dan bau harum bunga, membuat bala tentara jin Bandung Bondowoso pergi meninggalkan pekerjaan. Mereka berpikir bahwa hari telah beranjak pagi, dan mereka harus segera pergi.

Hal ini membuat Bandung Bondowoso marah karena pembangunan candi dan sumur belum selesai. Ia pun mengetahui bahwa hari belum pagi dan itu merupakan perbuatan dari Roro Jonggrang.

Ilustrasi

Bandung Bondowoso pun berusaha menyelesaikan sendiri sisa pembangunan candi. Namun sebelum Bandung Bondowoso selesai membangun sisa candi, hari sudah beranjak pagi dan gagal memenuhi syarat dari Roro Jonggrang untuk menikahinya.

Roro Jonggrang menghitung jumlah candi tersebut dan ternyata jumlahnya hanya 999 buah dan menyebut Bandung Bondowoso gagal memenuhi permintaannya. Melihat hal tersebut, Bandung Bondowoso murka dan meminta Roro Jonggrang melengkapi candinya.

Dengan kesaktian yang dimiliki oleh Bandung Bondowoso, Roro Jonggang pun menjadi arca keseribu dari Candi seribu yang ia syaratkan kepada Bandung Bondowoso. Seribu candi ini berada di Candi Prambanan, dan arca Roro Jonggrang dikenal dengan candi Roro Jonggarang diantara seribu candi lainnya yang diberi nama candi sewu.

Candi Roro Jonggang yang merupakan wujud arca dari Roro Jonggrang sampai saat ini masih bisa terdapat di Candi Prambanan. Candi Roro Jonggrang dikelilingi oleh candi-candi lain yang dibangun oleh para bala tentara jin Bandung Bondowoso.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini