Share

13 Kuliner Khas Bengkulu, Nomor 1 Terbuat dari Daging Hiu Favorit Bung Karno

Destriana Indria Pamungkas, Jurnalis · Senin 07 November 2022 19:02 WIB
https: img.okezone.com content 2022 11 07 301 2702397 13-kuliner-khas-bengkulu-nomor-1-terbuat-dari-daging-hiu-favorit-bung-karno-cRZBDUB22J.JPG Bagar Hiu, kuliner khas Bengkulu favorit Bung Karno (Foto: Instagram/@akubengkuluselatan)

DERETAN kuliner khas Bengkulu ini wajib Anda coba ketika menyambangi Bumi Raflesia. Aneka makanan ini memiliki cita rasa beragam yang akan memanjakan lidah Anda. Berikut deretan makanan khas Bengkuku yang layak dicicipi.

1. Bagar Hiu

Menu pertama dalam daftar ini adalah Bagar Hiu. Selain menjadi menu favorit warga Bengkulu saat Ramadan, makanan ini juga hidangan yang selalu dicari Soekarno selama diasingkan ke Bengkulu sepanjang 1938-1942.

Seperti namanya, Bagar Hiu terbuat dari daging hiu jenis punai dan tanduk yang diolah dengan bumbu rempah kaya rasa. Daging tersebut diolah dengan bumbu yang terdiri dari cabai merah, bawang merah, bawah putih, lengkuas, kayu manis, cengkih, asam kandis, pala, lada, ketumbar, kelapa goreng, garam, dan air.

2. Lontong Tunjang

Nah, menu satu ini biasanya disantap warga Bengkulu sebagai sarapan. Dinikmatinya bersama segelas teh talua alias teh telur. Lontong Tunjang biasanya disajikan bersama sayuran (nangka muda dan buncis), kuah santan, dan kikil alias kaki sapi yang terdiri dari kulit, tulang rawan, dan otot sapi.

3. Rebung Asam Undak Liling

Makanan khas Bengkulu lainnya yang tak kalah nikmat adalah Rebung Asam Undak Liling. Menu ini terbuat dari dua bahan utama, liling (keong hitam) dan rebung yang sudah didiamkan beberapa hari untuk mendapatkan rasa asam.

Infografis Kuliner Khas Jambi

Rebung Asam itu kemudian dimasak bersama bumbu yang terdiri dari cabai, bawang putih, bawang merah, kunyit, serai, jahe, dan lengkuas. Jangan lupa tambahkan santan dan masak hingga matang.

4. Pendap

Makanan khas Bengkulu satu ini biasanya terbuat dari ikan kembung, kakap, terusan, atau gemuru. Ikan diolah dengan kelapa muda dan bumbu halus yang terdiri dari bawang merah, bawang putih, cabai, lengkuas, jahe, kencur, merica, garam, serta penyedap rasa.

Bumbu halus tersebut kemudian dicampur dengan ikan dan dibungkus dalam daun talas untuk kemudian direbus selama 8 jam.

5. Gulai Kemba’ang

Kuliner khas Bengkulu satu ini datang dari Kabupaten Mukomuko. Umumnya hidangan satu ini disajikan saat bulan Ramadan atau Idul Fitri.

Ia terbuat dari iga sapi yang diolah bersama daun talas, pakis, dan bumbu halus seperti bawang merah, bawang putih, cabai merah, lengkuas, kunyit, jahe, dan ketumbar. Dalam prosesnya, Anda menerlukan kelapa sangrai dan santan untuk mengolah menu ini

Baca Juga: Saatnya Anak Muda Bangkit Bersama untuk Indonesia Bersama Astra

6. Gulai Pisang

Jika pisang biasanya diolah menjadi makanan manis, beda dengan Bengkulu. Di Bumi Rafflesia ini, pisang tak hanya dijadikan olahan makanan manis, namun juga diolah menjadi gulai dengan cita rasa gurih. Umumnya penduduk lokal menggunakan pisang kepok, raja, atau tanduk dengan tekstur lebih padat untuk membuat menu ini.

Sementara bumbu yang digunakan adalah cabai, bawang merah, bawang putih, lengkuas, jahe, kunyit, pala, jintan, kemiri, cengkeh, kayu manis, kapulaga, ketumbar, kelapa sangrai, santan, garam, dan penyedap rasa jika diperlukan.

Bumbu-bumbu inilah yang membuat rasa Gulai Pisang begitu kuat.

7. Lema-Lema

Lema-Lema alias Lemeah atau Lemag merupakan hidangan khas Suku Rejang di Rejanglebong, Kepahiang, Bengkulu, selama ratusan tahun. Menu ini biasanya dihidangkan saat perayaan keagamaan, pesta pernikahan, hingga menyambut tamu.

Makanan satu ini terbuat dari rebung (bambu muda) yang diiris tipis lalu dicampur dengan potongan ikan air tawar, seperti mujair, mas, atau sepat. Setelah tercampur, kedua bahan itu akan ditambah air dan ditempatkan dalam sebuah wadah beralaskan daun pisang.

Infografis Kuliner Banda Aceh

Bahan ini kemudian akan didiamkan selama 3-5 hari, hingga terjadi proses fermentasi. Dalam prosesnya, air endapan rebung dan ikan harus diganti dengan yang baru setiap 8 jam sekali. Setelah membusuk, artinya Lema siap digunakan.

8. Kue Bay Tat

Kue satu ini biasanya disajikan dalam hajatan atau saat Lebaran. Bay Tat terbuat tepung terigu, telur, gula pasir, mentega, selai nanas dan keju. Hal inilah yang membuat kue satu ini memiliki cita rasa gurih, manis, sekaligus asam.

9. Teh Sle dan Kopi Bengkulu

Tak hanya makanan, Bengkulu juga punya minuman khas yang layak dicoba. Pertama Teh Sle yang terbuat dari aneka rempah, seperti kayu manis, jahe, kulit jeruk purut, dan gula merah.

Terkadang, minuman ini dicampur nanas untuk memberi rasa segar. Sementara bagi Anda pencinta kopi khas Nusantara, kopi khas Bengkulu bisa menjadi pilihan. Pasalnya, kopi Bengkulu ini punya aroma dan cita rasa yang cukup khas.

Kopi tersebut dibudidayakan masyarakat setempat dengan cara organik, sehingga lebih sehat.

10. Bubur Sekoi

Kuliner khas Bengkulu lainnya adalah Bubur Sekoi yang terbuat dari biji jewawut yang dalam bahasa setempat disebut sekoi. Bahan tersebut kemudian diolah bersama santan, jahe, gula pasir, gula merah, dan daun pandan. Biasanya, masyarakat setempat kerap menikmati bubur sekoi disantap saat sore hari.

11. Kue Lepek Binti

Kudapan satu ini merupakan salah satu jajanan tradisional Bengkulu yang selalu ada saat hajatan atau Lebaran.

Ia terbuat dari ketan dengan isian daging sapi giling yang diolah bersama santan, lengkuas, daun salam, dan garam. Dalam penyajiannya Kue Lepek Binti dibungkus daun pisang yang membuatnya wangi dengan cita rasa legit, gurih, dan asin.

12. Kue Perut Punai

Menu khas Bengkulu satu ini bercita rasa manis dengan bentuk spiral yang unik. Ia terbuat dari tepung beras, tepung tapioka, telur, gula, parutan keju, margarin, susu bubuk, dan air panas. Untuk lapisan karamelnya bisa menggunakan gula pasir dan air.

13. Lempok Durian

Jika Anda masih bingung mau membawa oleh-oleh apa dari Bengkulu, singgahlah ke Jalan Soekarno. Di sana, Anda akan sangat mudah menemukan pedagang yang menjajakan Lempuk Durian alias dodol durian.

Lempok terbuat dari buah durian yang dicampur merata dengan tepung gandum dan gula lalu dimasak selama 8 jam hingga mengental. Meski pengolahannya tanpa bahan pengawet, namun Lempuk Durian bisa bertahan selama 2-3 minggu. (put)

1
3

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini