Share

Intip Sejarah dan Keunikan Museum Wayang yang Berdiri di Bekas Gereja Belanda

Annastasya Rizqa, Jurnalis · Selasa 08 November 2022 12:00 WIB
https: img.okezone.com content 2022 11 07 406 2702471 intip-sejarah-dan-keunikan-museum-wayang-yang-berdiri-di-bekas-gereja-belanda-oZRXPVgYYj.jpg Museum Wayang di Kota Tua Jakarta (Foto: Museum Wayang)

MENGUAK sejarah dan keunikan Museum Wayang di Jalan Pintu Besar Utara Nomor 27, Kota Tua, Jakarta Barat. Museum yang berisikan koleksi wayang-wayang, boneka hingga berbagai lukisan ini jadi salah satu objek wisata menarik di Kota Tua Jakarta.

Museum bisa menjadi sarana edukasi untuk para pengunjung. Di Indonesia sendiri, ada banyak museum-museum menarik dengan segala keunikannya, salah satunya Museum Wayang.

Museum Wayang diresmikan pada tahun 1975. Tempat tersebut juga memiliki keunikan tersendiri karena merupakan bekas bangunan peninggalan Hindia Belanda.

 BACA JUGA:Museum Aceh Pamerkan Rekam Jejak Bencana Tsunami, 11 Kali Tanah Rencong Diterjang Air Bah!

Sejarah Museum Wayang

 

Dirangkum dari beberapa sumber, Museum Wayang berdiri di sebuah bangunan yang dulunya merupakan Gereja milik pemerintah Hindia Belanja. Gereja bernama De Oude Hollandsche Kerk dibangun pada 1640.

 Ilustrasi

Museum Wayang

Gedung tersebut berfungsi sebagai tempat peribadatan penduduk sipil dan tentara Belanda yang tinggal di Batavia (sekarang Jakarta) hingga tahun 1732.

Gereja tersebut sempat direnovasi hingga berganti nama menjadi De Nieuwe Hollandse Kerk atau Gereja Baru Belanda. Perubahan nama itu terjadi pada tahun 1732.

Sayangnya, bangunan Gereja Belanda tersebut sempat rusak akibat gempa bumi. Bangunan tersebut akhirnya dialih fungsikan sebagai gudang milik perusahaan Geo Wehry & Co.

 BACA JUGA:3 Museum Kota Tua Dikenal Paling Mistis dan Bikin Merinding, Kerap Muncul Penampakan!

Pada 14 Agustus 1936 gedung beserta tanahnya ditetapkan menjadi monumen. Kemudian bangunan itu dibeli oleh Bataviaasch Genootschap van Kunsten en Wetenschappen (BG) yaitu lembaga independen yang bertujuan memajukan penelitian dalam bidang seni dan ilmu pengetahuan khususnya dalam bidang-bidang ilmu biologi, fisika, arkeologi, kesusastraan, etnologi dan sejarah, serta menerbitkan hasil penelitian.

Pada tahun 1937 bangunan tersebut dijadikan museum dengan nama “de oude Bataviasche Museum “ atau museum Batavia Lama. Pembukaan musem tersebut dilakukan oleh Gubernur Jenderal Hindia Belanda terakhir, Jonkheer Meester Aldius Warmoldu Lambertus Tjarda van Starkenborg Stachouwer, pada 22 Desember 1939.

Kini, di lokasi tersebut dibangunlah Museum Wayang yang kita kenal sampai sekarang. Museum tersebut kemudian diresmikan pada 13 Agustus 1975.

Follow Berita Okezone di Google News

Keunikan Museum Wayang

Museum Wayang sendiri memilki keunikan yang bisa dirasakan para pengunjung. Di halaman museum yang dulunya merupakan bangunan gereja Belanda, terdapat sembilan prasasti-prasasti yang menampilkan nama-nama pejabat Belanda yang pernah dimakamkan di halaman gereja tersebut.

Seperti namanya, Museum Wayang berisikan koleksi sejumlah jenis wayang sperti wayang kulit dan wayang golek. Tak cuma itu, ada pula koleksi lukisan, gamelan hingga koleksi boneka dari berbagai negara seperti Malaysia, Thailand, Suriname, Cina, Vietnam, Perancis, India dan Kamboja.

 Ilustrasi

Keunikan lainnya ialah adanya koleksi barang-barang Belanda yang juga bisa kamu temukan di museum ini. Salah satunya koleksi piring sebagai tanda batu nisan Jan Pieterszoon Coen.

Jika berkunjung ke sini, Anda bisa juga bisa menikmati teater wayang serta workshop tentang pembuatan wayang secara berkala juga diselenggarakan di Museum Wayang.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini