Share

Tradisi Unik Suami Tawarkan Istri Ngeseks Bareng Tamu di Namibia Utara

Dita Mawanda, Jurnalis · Selasa 08 November 2022 16:00 WIB
https: img.okezone.com content 2022 11 07 406 2702710 tradisi-unik-suami-tawarkan-istri-ngeseks-bareng-tamu-di-namibia-utara-UDxJAmYqMb.jpg Suku Himba di Namibia Utara (Foto: Pulse Nigeria)

ADA tradisi unik suami tawarkan istri ngeseks bareng tamu di Namibia Utara, Republik Namibia. Orang-orang suku Ovahimba dan Ovazimba di wilayah Kunene dan Omusati di Namibia Utara memiliki budaya yang dijunjung tinggi yang menentang pengaruh dan agitasi barat.

Dengan populasi lebih dari 50.000 orang, para wanita suku Ovahimba dan Ovazimba sehari-hari bekerja memerah susu sapi, merawat anak-anak dan tugas-tugas secara penuh lainnya. Sedangkan para pria berburu di hutan dan tekadang mereka pergi dalam waktu lama.

Melansir dari Guardian.ng, sebagai orang poligami, gadis-gadis Himba dinikahkan dengan pasangan pria yang dipilih oleh ayahnya, begitu mereka mencapai pubertas.

Suku Himba juga terkenal di antara para wanita yang suka mengoles tubuh mereka dengan otjize pasta. Otjizte pasta berasal dari kombinasi lemak mentega dan pigmen oker, ini adalah komestik para wanita asal suku Namibia Utara.

Fungsi kosmetik itu sendiri untuk melindungi kulit mereka dari sinar matahari dan gigitan serangga.

Para wanita suku Himba juga dipandu dengan kepercayaan mereka, jika warna merah mengartikan “bumi dan darah”.

Hal itu disebabkan ketersediaan air di wilayah mereka sangat terbatas, sehingga para wanitanya membalut kulit mereka dengan otjize layaknya sedang melakukan mandi dan mengoleskan aromatik pada kulitnya.

Tradisi unik lainnya berasal dari pepatah ini, “Berikan kehormatan kepada siapa yang berhak” yang terus dipelihara oleh suku Himba. Orang-orang di suku tersebut menawarkan tamu-tamu mereka dengan layanan seks dari wanita setempat.

Follow Berita Okezone di Google News

Penawaran itu disebut Okujepisa Omukazendu yang merupakan amalan yang ditawarkan oleh para suami yang memberikan istrinya melakukan hubungan seksual dengan tamu mereka. Mereka diizinkan bercinta dengan tamu di kamar rumahnya, sementara sang suami tidur di kamar lain. Jika kamar tidak tersedia, maka suami sah akan tidur di luar rumah.

Tradisi ini terus dilakukan secara turun temurun karena dipercaya dapat mengurangi kecemburuan dan membina hubungan baik. Dalam hal ini, para wanita memiliki hak yang terbatas dalam pengambilian keputusan. Mereka diharuskan tunduk kepada suami dan itu adalah hal yang paling utama berlaku di suku ini.

Ilustrasi

Para wanita diperbolehkan menolak tidur dengan tamu, tetapi dia harus tidur di kamar yang sama dengan tamu. Dia juga mempunyai hak untuk memberikan suaminya kepada tamu yang berkunjung, namun hal itu jarang terjadi.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini