Share

Hotel Majapahit, Saksi Bisu Arek Suroboyo Melawan Belanda

Syifa Fauziah, Jurnalis · Rabu 09 November 2022 19:02 WIB
https: img.okezone.com content 2022 11 08 406 2703498 hotel-majapahit-saksi-bisu-arek-suroboyo-melawan-belanda-JpNzdQ1OKn.jpg Hotel Majapahit Surabaya (Foto: all.accor.com)

HOTEL Majapahit salah satu saksi bisu arek Suroboyo melawan Belanda. Banyak kisah tragis yang terjadi di hotel yang terletak di Jalan Tunjungan, Kota Surabaya, Jawa Timur ini. Saksi sejarah perang mengusir penjajah.

Hari Pahlawan Nasional diperingati tiap 10 November, untuk mengenang jasa-jasa para pahlawan dalam melawan penjajah. Tanggal tersebut merupakan hari terjadinya Pertempuran Surabaya pada 1945, di mana arek-arek Suroboyo melawan pasukan Belanda,

Banyak cerita sejarah tentang perjuangan pahlawan saat berperang. Salah satu yang perlu Anda ketahui adalah mengenai Hotel Majapahit melawan Belanda.

 BACA JUGA:Catat! Begini Panduan Lengkap Berwisata ke Gili Trawangan, Pulau Pesta Favorit Turis

Nah kali ini Okezone.com akan merangkum kisah Hotel Majapahit yang jadi saksi bisu arek Suroboyo melawan Belanda. Berikut ulasannya :

 

1. Kerap berganti nama

Sebelum menjadi Hotel Majapahit, tempat ini bernama LMS, lalu berganti menjadi Hotel Oranye, berganti lagi Hotel Yamato, Hotel Hoteru dan terakhir menjadi Hotel Majapahit. Hotel ini dibangun oleh Sarkies Bersaudara dari Armenia pada tahun 1910.

 BACA JUGA:7 Tempat Wisata Terbaik di Tidore, Ada Masjid Kuno Berusia 3 Abad

2. Pernah terjadi peristiwa perobekan bendera Belanda

Pda 1 September 1945, Presiden Soekarno mengeluarkan keputusan agar seluruh wilayah Indonesia mengibarkan bendera merah putih. Namun sejumlah orang Belanda yang dipimpin oleh Pluegman justru mengibarkan bendera merah putih biru di puncak kanan Hotel Majapahit pada 19 September 1945.

Hal itu membuat arek Suroboyo marah karena melihat bendera Belanda kembali berkibar di langit Surabaya kala itu. Perwakilan pemerintah Indonesia, Ruslan Abdul Gani pun datang ke hotel untuk melakukan perundingan. Mereka melakukan perundingan di kamar 33. Dahulu kamar itu dijadikan markas oleh orang Belanda karena kamar inilah yang memiliki bagian belakang dan bisa tembus ke daerah Pasar Genteng Surabaya. Kini kamar tersebut dijadikan sebagai ruang merdeka.

Follow Berita Okezone di Google News

3. Arek Suroboyo marah

 

Selama perundingan itu, seluruh arek Suroboyo menunggu di depan hotel tersebut. Karena perundingan itu dianggap terlalu lama, para arek Suroboyo itu pun langsung masuk ke dalam hotel dan menurunkan bendera Belanda kemudian menyobek warna biru sehingga menjadi merah putih. Akibat kejadian itu, membuat Pluegman dan empat pejuang Arek Suroboyo meninggal dunia.

 Ilustrasi

4. Kejadian itu dijadikan sebagai Hari Pahlawan

Pertempuran antara Indonesia Belanda pun terjadi pada 27 Oktober 1945. Sempat terjadi gencatan senjata, namun peperangan tak dapat dihindari. Hingga akhirnya mencapai puncak pada 10 November 1945. Momen ini jadi peperangan terberat sepanjang sejarah kemerdekaan Indonesia.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini