Share

Fakta-Fakta Lubang Misterius di Siberia, Bagaimana Asal-usulnya?

Syifa Fauziah, Jurnalis · Kamis 10 November 2022 00:02 WIB
https: img.okezone.com content 2022 11 08 406 2703583 fakta-fakta-lubang-misterius-di-siberia-bagaimana-asal-usulnya-ru3RAm6Dwd.JPG Para ilmuwan dari Russian Academy of Sciences Institute of Oil and Gas Probloms melihat lubang misterius di Siberia (Foto: Evgeny Chuvilin)

LUBANG misterius di Siberia seukuran setengah lapangan sepak bola yang tidak sengaja ditemukan oleh kru TV beberapa tahun lalu menghebohkan dunia.

Belum bisa dipastikan bagaimana lubang tersebut terbentuk. Berbagai teori muncul. Berikut fakta-fakta mengenai lubang misterius di Siberia.

1. Ada banyak lubamg serupa

Lubang misterius itu sudah ada sejak lama, bahkan jumlahnya 17 karena 16 lubang serupa sudah lebih dulu ditemukan di ujung barat laut Siberia.

 BACA JUGA:Catat! Begini Panduan Lengkap Berwisata ke Gili Trawangan, Pulau Pesta Favorit Turis

2. Munculnya lubang dari ledakan kawah

Dilansir dari BBC, para ilmuwan meyakini lubang yang berisi kawah di dalamnya itu terbentuk dari ledakan gas metana dan karbon dioksida yang terperangkap di dalam gundukan tanah dan es.

Hal itu terjadi ketika iklim di bumi panas dan gundukan es dalam tanah mencair.

 

Sementara itu, di studi lain menyebut penyebab munculnya lubang aneh itu dari mekanisme cryovolcanism, dimana letusan berbentuk lumpur beku atau cair daripada batuan yang membara.

Fenomena seperti itu, kata ahli, juga terdapat di tempat lain di tata surya ini, seperti yang muncul di bulan berair Saturnus, Enceladus.

 BACA JUGA:7 Tempat Wisata Terbaik di Tidore, Ada Masjid Kuno Berusia 3 Abad

3. Disebut sebagai lubang neraka

Seorang ilmuwan di Pusat Pemulihan Hidrokarbon Institut Sains dan Teknologi Skolkovo, Moskow, Rusia, Evgeny Chuvilin bersama ilmuwan Rusia melakukan penelitian pada lubang yang berada di Siberia pada 2020 lalu.

Dia menerbangkan drone ke dalam lubang itu hingga kedalaman 10 hingga 15 meter. Disebut sebagai lubang neraka karena memiliki kedalaman yang belum bisa diperkirakan para ilmuwan.

Baca Juga: Saatnya Anak Muda Bangkit Bersama untuk Indonesia Bersama Astra

Dalam prosesnya, Chuvilin dan para ilmuwan lainnya berhasil membangun model 3D dari lubang itu setelah mengambil 80 gambar lubang dengan menggunakan drone. Chuvilin menyebut lubang itu memiliki kedalaman hingga 30 m.

"Tiga kali kami nyaris kehilangan (drone), tapi berhasil mendapatkan data untuk model 3D," katanya.

 Ilustrasi

Hingga kini ilmuwan belum mengetahui secara pasti berapa jumlah lubang secara total atau kapan ledakan berikutnya terjadi. Para ilmuwan belum memiliki alat yang baik untuk mendeteksi dan memetakan wilayah emisi gas.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini