Share

Mantap! 4.000 Restoran Indonesia Ditargetkan Hadir di Luar Negeri pada 2024

Najwa Avifah Octavia, Jurnalis · Jum'at 11 November 2022 12:03 WIB
https: img.okezone.com content 2022 11 10 301 2704663 mantap-4-000-restoran-indonesia-ditargetkan-hadir-di-luar-negeri-pada-2024-JoJAuPvC4i.JPG Ilustrasi (Foto: Pexels)

SEBANYAK 4.000 restoran Indonesia ditargetkan hadir di luar negeri pada 2024, demikian menurut Direktur Tata Kelola Ekonomi Digital Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif/Badan Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Republik Indonesia (Kemenparekraf), Yuana Rochma Astuti,

"Kita akan mengenalkan program pemerintah bernama 'Indonesia Spice Up the World' dengan target hingga tahun 2024 hadirnya 4.000 restoran Indonesia di luar negeri dan memperkenalkan kuliner Nusantara seperti rendang, nasi goreng, sate, soto, dan gado-gado,โ€ kata Yuana dalam siaran pers, melansir Antara.

Dijelaskan Yuana, tahun ini terjadi perubahan paradigma dalam strategi pengembangan pariwisata yang diharapkan dapat menjadi kunci dalam mengantisipasi gelombang resesi global yang bisa menerpa ekonomi Indonesia tahun depan.

Infografis Kuliner Legendaris di Jakarta

Strategi pertama adalah From City to Countryside yang fokus pada destinasi yang mempromosikan aktivitas outdoor dan berkelanjutan (sustainable) sehingga dapat menyelesaikan isu over tourism capacity.

Kedua, Tweak Tourism Policies yang mengedepankan destinasi yang beragam guna mengurangi kepadatan di suatu destinasi.

Ketiga, Switching to Digital Economy, yakni pelayanan pariwisata dengan beralih ke digital ekonomi.

Sedangkan Keempat, Inclusive Growth yang menargetkan investasi untuk mengatur pertumbuhan pariwisata yang inklusif dan berkesinambungan.

Kemudian yang terakhir, Sustainable Tourism, yaitu pengembangan pariwisata yang mengarah pada eco tourism dan mengurangi dampak negatif dari aktivitas pariwisata seperti sampah, limbah, dan jejak karbon.

Baca Juga: Saatnya Anak Muda Bangkit Bersama untuk Indonesia Bersama Astra

Berdasarkan Undang-undang Nomor 24 Tahun 2019, ekonomi kreatif (ekraf) merupakan sektor perekonomian yang memiliki nilai tambah dari kekayaan intelektual yang bersumber dari kreativitas manusia berbasis warisan budaya, ilmu pengetahuan, dan teknologi.

Ekraf mencakup 17 subsektor di antaranya kuliner, kriya, dan fesyen yang menempati posisi paling atas. Sedangkan yang potensial dioptimalkan adalah game, animasi, dan aplikasi.

Infografis Destinasi Super Prioritas

โ€œKalau bicara tentang kontribusi ekraf kita terhadap PDB nasional, kita cukup berbangga hati karena kontribusinya sudah mencapai 7,5 persen. Ekraf Indonesia menempati peringkat ke-3 setelah Amerika Serikat dan Korea Selatan," kata Yuana.

Untuk ekspor ekraf yang paling tinggi dari produk fesyen yang pada triwulan I 2022 menyumbang sebesar 56,53 persen dari total ekspor ekraf, diikuti produk kriya dan kuliner. Negara tujuan ekspor ekraf terbesar adalah Amerika Serikat dengan USD3,13 miliar, Swiss dengan USD1,09 miliar, dan Singapura dengan USD0,38 miliar.

1
2

Berita Terkait

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini