Share

Siap Dikunjungi Delegasi KTT G20, Apa Keunggulan Wisata Tahura Ngurah Rai?

Andini Putri Nurazizah, Jurnalis · Jum'at 11 November 2022 01:30 WIB
https: img.okezone.com content 2022 11 10 408 2704573 siap-dikunjungi-delegasi-ktt-g20-apa-keunggulan-wisata-tahura-ngurah-rai-H4aAsVwohh.JPG Tahura Ngurah Rai, Bali siap dikunjungi para delegasi G20 (Foto: ANTARA)

PRESIDEN Joko Widodo (Jokowi) sudah meninjau sejumlah kesiapan fasilitas untuk mendukung perhelatan Konferensi Tingkat Tinggi Presidensi Group to Twenty atau G20 (KTT G20), termasuk Taman Hutan Rakyat (Tahura) Ngurah Rai yang akan menjadi salah satu tempat dilaksanakannya rangkaian perhelatan KTT G20 di Nusa Dua, Bali pada 14-16 November 2022.

Kepala Negara mengemukakan bahwa Tahura Ngurah Rai nantinya akan menjadi sebuah tempat yang dapat memperlihatkan kepedulian Indonesia terhadap lingkungan kepada dunia.

Menurut Presiden, empat itu nantinya yang menjadi titik utama, terutama dalam hal fokus terhadap lingkungan, fokus terhadap penghutanan kembali, baik itu mangrove maupun tropical rainforest. Para pemimpin dunia yang hadir pada KTT G20 akan diundang ke tempat itu sehingga bisa melihat secara langsung keberadaan tahura.

Pemerintah Provinsi (Pemprov) Bali secara bertahap berupaya memperbaiki dan menata Tahura Ngurah Rai yang akan menjadi kunjungan delegasi Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) Presidensi G20 diselenggarakan di kawasan Nusa Dua, Kabupaten Badung pada 14-16 November 2022.

Wisata Kebun Raya di Indonesia

Tahura dengan luas sekitar 1.375 hektare ini adalah satu-satunya hutan yang memiliki kekayaan flora dan fauna dengan aneka jenis mangrove.

Kawasan Tahura Ngurah Rai ini juga terbuka bagi pengunjung. Selain sebagai tempat jalan-jalan atau berwisata, kawasan tersebut juga untuk belajar lebih mendalam mengenai lingkungan hutan bakau.

Oleh karena itu, pemerintah pusat dan daerah menjadikan kawasan tersebut sangat layak akan dikunjungi para delegasi Presidensi G20. Untuk menjadikan tempat tersebut lebih asri, Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) mendukung perbaikan dan mempercantik lokasi itu.

Selaras tema yang diusung pada ajang Presidensi G20 yakni 'Recover Together, Recover Stronger', memberikan dorongan bagi kelestarian lingkungan ke depan melalui pengelolaan yang lebih ramah lingkungan.

Baca Juga: Lifebuoy x MNC Peduli Ajak Masyarakat Berbagi Kebaikan dengan Donasi Rambut, Catat Tanggalnya!

Pembenahan itu sudah dilakukan Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR), yaitu dilengkapi sejumlah infrastruktur pendukung meliputi preservasi jalan dan jembatan, penataan kawasan mangrove tahura, dan rehabilitasi Waduk Nusa Dua, Bali.

Kawasan Tahura ini bersebelahan dengan Waduk Muara Nusa Dua memiliki sumber air baku dengan kapasitas 500 liter/detik untuk menyuplai kawasan Kuta, Nusa Dua, dan Tanjung Benoa. Air baku itu dikelola oleh PDAM Kabupaten Badung.

Kawasan Tahura

Keberadaan Tahura Ngurah Rai untuk mereduksi hantaman gelombang dari lautan. Hutan bakau ini berfungsi sebagai laboratorium alam untuk penelitian dan lahan konservasi bagi beberapa jenis burung maupun hewan langka.

Tahura Ngurah Rai menjadi rumah bagi beberapa jenis satwa, seperti biawak dan burung bangau. Hutan ini memiliki konfigurasi medan berupa daratan yang dipengaruhi pasang surut air laut dan kemiringan tanah ke arah timur, dengan ketinggian antara 0-3 meter di atas permukaan laut.

Infografis Keunikan Keris Aeng Tong-Tong

Potensi biotik yang terperam dalam tahura ini, antara lain jenis tumbuhan perepat (Sonneratia alba), benuang laki (Duabanga moluccana), mangrove hitam (Aegiceras corniiculatum), bakau kurap (Rhizophora mucronata), serta tumbuhan bawah semisal tuba laut (Derris heterophylla), bakau suci (Acanthus ilicifolius), dan api-api putih (Avicennia maria).

Adapun burung yang hidup dalam kawasan ini adalah burung jenis cikalang besar (Fregeta minor), angsa batu cokelat (Sula leucgaster), dara laut (Sterna hirundo), cekakak sungai (Halcyon chloris), perkutut (Geopelia striata), dan tekukur (Streptopelia chinensis). Ada juga penyu hijau (Chelonia mydas), penyu sisik (Eretmochelys imbricata), dan teripang (Echinodermata).

Untuk menikmati keindahan tahura ini bisa berjalan kaki menyusuri titian yang terbuat dari kayu. Di kanan-kirinya, bisa melihat tanaman bakau yang tumbuh menjulang.

Sebagai kawasan ekowisata, Tahura Ngurah Rai belum sepenuhnya terbebas dari sampah, khususnya plastik. Sampah-sampah ini dibawa gelombang pasang dari laut atau sungai yang kemudian menyangkut di akar-akar mangrove.

Oleh karena itu, pemangku kepentingan terkait dan masyarakat berusaha menumbuhkan kesadaran agar tidak membuang sampah di sembarang tempat. Pemerintah juga membuat gerakan memilah sampah dari sumbernya.

Infografis Spot Kerajinan Tangan di Bali

Gerakan memilah sampah dari sumbernya bertujuan agar warga tumbuh kesadaran memilah sampah organik dan anorganik. Sehingga bila membawa sampah ke TPS 3R, maka dengan mudah petugas menaruhnya di tempat sesuai peruntukan yang selanjutnya dapat diolah sesuai kebutuhan dan kegunaan.

KTT G20 di Indonesia, khususnya di Bali menjadi dorongan agar masyarakat menyadari pentingnya menjaga lingkungan tetap hijau dan lestari.

Jika tidak mulai sekarang masyarakat bergerak untuk kelestarian lingkungan, maka ancaman rusaknya lingkungan sudah di depan mata. Semua elemen masyarakat bersama-sama melestarikan lingkungan demi generasi mendatang, serta kelangsungan planet bumi.

1
3

Berita Terkait

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini