Share

Promosikan Wisata Kesehatan Bali, Sandiaga Uno: Cocok Buat Healing dan Perawatan Mental

Nur Afifah, Jurnalis · Minggu 13 November 2022 14:32 WIB
https: img.okezone.com content 2022 11 13 406 2706519 promosikan-wisata-kesehatan-bali-sandiaga-uno-cocok-buat-healing-dan-perawatan-mental-kk13BqwtpZ.JPG Menparekraf RI, Sandiaga Salahuddin Uno (Foto: ANTARA/Yashinta Difa)

MENTERI Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Menparekraf), Sandiaga Salahuddin Uno mempromosikan Bali sebagai destinasi wisata kesehatan, salah satunya melalui B20 yang merupakan forum dialog resmi G20 yang mewakili komunitas bisnis global.

Ia berharap perhelatan rangkaian pertemuan G20 yang diselenggarakan di Bali pada 15-16 November 2022 bisa mendorong lebih banyak investasi di Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Sanur, yang ditetapkan sebagai destinasi wisata kesehatan.

“Bali tidak hanya destinasi pariwisata tetapi juga untuk pariwisata berbasis kesehatan, termasuk untuk healing dan perawatan mental health. Ini menurut saya peluang yang besar,” kata Sandiaga yang ditemui usai berbicara di KTT B20 di Nusa Dua, Bali, mengutip Antara, Minggu (13/11/2022).

Infografis Destinasi Super Prioritas

Berdasarkan peta jalan pengembangan pariwisata kesehatan di Indonesia, pemerintah telah memetakan empat fokus utama yaitu pertama, potensi Indonesia dalam produk herbal, jamu, dan spa; kedua, wisata medis dengan penguatan rumah-rumah sakit serta SDM; ketiga, wisata olahraga sebagai bagian dari upaya promotif dan preventif; serta keempat, wisata sains kesehatan dengan menyasar penyelenggaraan konferensi besar para dokter dan tenaga kesehatan.

“Jadi, biasanya ada konferensi besar yang diikuti dokter-dokter, biasanya ada di Miami atau Las Vegas. kita mau pindahkan ke sini. Kita ingin tawarkan Bali sebagai tempat mereka berkumpul karena kebetulan KEK ini adanya di Bali,” tutur Sandiaga.

Follow Berita Okezone di Google News

Dengan pengembangan wisata kesehatan di Indonesia lanjut Sandi, Indonesia bisa menghemat devisa hingga USD11 miliar (sekitar Rp170,2 triliun) yang dihabiskan warga Indonesia untuk mendapatkan wisata kesehatan atau perawatan kesehatan di luar negeri.

“Dan yang terpenting juga membuka 2,37 juta lapangan kerja di sektor pariwisata berbasis kesehatan,” kata dia.

1
2

Berita Terkait

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini