Share

Dear Traveler, Ini 8 Oleh-Oleh Khas Brunei Darussalam Paling Populer

Asthesia Dhea Cantika, Jurnalis · Rabu 16 November 2022 06:01 WIB
https: img.okezone.com content 2022 11 15 301 2708107 dear-traveler-ini-8-oleh-oleh-khas-brunei-darussalam-paling-populer-WiTAGvzxDv.jpg Bandar Seri Begawan, Brunei Darussalam (Foto: wallpaperbetter.com)

REKOMENDASI 8 oleh-oleh khas Brunei Darussalam yang paling populer. Sebagai salah satu negara serumpun dengan Indonesia, Brunei Darussalam terkenal akan berbagai hal terkait Melayu yang khas.

Tak heran jika banyak wisatawan berkunjung untuk berburu oleh-oleh khas baik berupa makanan khas hingga pernak-pernik lainnya. Lantas, apa saja oleh-oleh khas Brunei yang paling populer? Simak ulasan Okezone :

1. Pernak-pernik Khas Brunei

Pernak-pernik khas Brunei bisa menjadi oleh-oleh yang tepat saat berwisata ke negara terkaya kelima di dunia ini. Pernak-pernik yang tersedia cukup beragam, mulai dari gantungan kunci, lencana, topi, dan sebagainya.

Oleh-oleh Brunei satu ini bisa didapatkan di The Mall atau Yayasan Sultan Haji Hassanal Bolkiah Complex. Harganya pun dibanderol dengan harga BND 3 atau sekitar Rp 30.000, topi BND 10 atau Rp 100.000, dan kartu pos BND 1 atau Rp 10.000.

2. Kaos Khas Brunei

Kaos khas Brunei juga bisa dijadikan oleh-oleh sepulang dari sana. Kaos yang identik dengan negara Petro Dollar Asia Tenggara ini bisa didapatkan di pasar-pasar atau tempat wisata di Brunei. Per kaos umumnya dibanderol dengan harga BND 15 atau sekitar Rp150.000.

3. Kain Jong Sarat

Kain tenun khas Brunei satu ini menggunakan bahan katun atau sutra berkualitas tinggi yang ditenun dengan benang emas dan perak. Kain yang seringkali dipakai di acara-acara khusus seperti pernikahan ini bisa ditemui di Arts and Handicraft Training Center di Kota Batu atau Bandara Brunei International.

4. Kue Cincin

Kue tradisional Melayu Brunei ini terbuat dari gula nipah atau apong, tepung beras, minyak, air, dan gula merah. Adonan yang telah dicampur itu kemudian dicetak seperti cincin sebelum dicelup ke dalam adonan tepung beras dan digoreng.

Umumnya, kue satu ini disajikan saat hari raya dan pesta perkawinan. Pasar Tamu Kianggeh menjadi salah tempat yang banyak menjual kue ini.

5. Kue Selurut

Kue selurut biasanya terdiri dua warna, yakni warna hijau dan kuning. Selurut sendiri memiliki nama-nama lain seperti jelurut, clorot, atau cerorot.

Kue yang terbuat dari adonan tepung beras, gula merah, santan, dan dibungkus janur. Kue yang biasanya disajikan sebagai makanan pembuka atau penutup ini dijual seharga USD 1 atau sekitar Rp 13.000 untuk 10 buah kue.

Baca Juga: Saatnya Anak Muda Bangkit Bersama untuk Indonesia Bersama Astra

6. Wajid

Wajid termasuk salah satu makanan tradisional daerah Temburong. Makanan yang juga dikenal di Indonesia sebagai wajik. Makanan yang dibawa orang Jawa ke sana tersebut akhirnya berkembang dan menjadi salah satu makanan tradisional. Wajid terbuat dari beras ketan dengan teksturnya tidak terlalu kenyal.

7. Kue Sapit

Kue sapit termasuk oleh-oleh khas Brunei yang terbuat dari tepung gandum, tepung beras, kelapa, telur, gula, dan garam, yang dicetak segitiga. Kue yang mirip seperti kue semprong khas Indonesia ini diyakini pengaruh dari Belanda, sehingga biasa disebut dengan kue Belanda.

Ilustrasi

8. Putut Panggang

Satu lagi jajanan khas Brunei yang berbahan dasar ketan. Mirip kelupis, namun di dalam ketan terdapat isian kelapa yang ditumis dengan bumbu merah sebelumnya. Bedanya, pulut panggang dibakar sebentar sebelum disajikan.

Aroma daun pisang bakar yang wangi dan gurihnya kelapa bercampur ketan, akan membuat siapapun tak berhenti memakannya.

Itulah 8 oleh-oleh khas Brunei yang paling populer.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini