Share

9 Negara dengan Penduduk Multibahasa Terbanyak di Dunia, Indonesia Termasuk?

Sri Latifah Nasution, Jurnalis · Rabu 16 November 2022 09:00 WIB
https: img.okezone.com content 2022 11 15 408 2708288 9-negara-dengan-penduduk-multibahasa-terbanyak-di-dunia-indonesia-termasuk-gqvpqSl0jg.JPG Singapura salah satu negara dengan multibahasa terbanyak di dunia (Foto: Treehugger)

BANYAK negara di dunia memiliki populasi yang bisa berbicara dalam berbagai bahasa. Tetapi di sebagian besar negara multibahasa, setiap orang setidaknya memahami tiga bahasa, namun tak jarang yang juga bisa berbicara dalam empat atau lima bahasa. Terkadang mereka menggunakan beberapa bahasa dalam satu percakapan.

Melansir dari Treehugger, campuran linguistik ini berkembang karena beberapa alasan. Hal ini bisa disebabkan oleh sejarah kolonial yang kompleks, loyalitas regional yang kuat, atau bahkan pengaruh budaya yang tidak terhindarkan dari negara adidaya di sekitarnya.

Berikut 9 negara yang memiliki populasi paling multilingual di dunia;

Aruba

Aruba terletak jauh di selatan Karibia, dekat Venezuela. Karena merupakan salah satu negara konstituen pembentuk Kerajaan Belanda, bahasa Belanda menjadi bahasa resmi negara tersebut dan telah diajarkan di sekolah.

Bahasa Inggris dan Spanyol juga menjadi bahasa wajib dalam sistem pendidikan Aruba, dan kebanyakan siswanya menjadi fasih setelah mereka tamat.

Bahasa digunakan secara luas dalam industri pariwisata Aruba, dan bahasa Spanyol (digunakan) karena kedekatan pulau itu dengan Venezuela.

Namun, tidak satu pun dari ketiga bahasa ini yang dianggap sebagai bahasa asli Aruba. Baik di jalan maupun di rumah, warga lokal berkomunikasi satu sama lain dengan bahasa Papiamento, bahasa kreol yang didasarkan pada bahasa Portugis, Spanyol, Belanda, dan Inggris.

Papiamento adalah bahasa resmi bersama Belanda, dan digunakan secara teratur di media dan pemerintahan.

Luksemburg

Penduduk negara kecil di Eropa ini fasih dalam beberapa bahasa. Saat berbicara satu sama lain, penduduk setempat menggunakan bahasa Luksemburg. Bahasa ini mempunyai kaitan dengan bahasa Jerman, tetapi tidak dipahami oleh penutur asli bahasa Jerman, karena banyaknya kata pinjaman bahasa Prancis.

Perancis dan Jerman, adalah bahasa resmi yang dituturkan oleh semua orang dan merupakan bagian dari pendidikan setiap anak. Bahasa Perancis bahkan digunakan dalam bisnis resmi pemerintahan.

Ilustrasi

Luksemburg (Freepik)

Selain ketiga bahasa di atas, Luksemburg juga menggunakan bahasa Inggris sebagai mata pelajaran wajib di sekolah.

Dengan pendekatan linguistik tersebut, hampir setiap orang di Luksemburg fasih berbicara dalam empat bahasa.

Singapura

Rambu jalan multibahasa memandu pengunjung ke tempat-tempat wisata di Singapura.

Singapura memiliki empat bahasa resmi, yaitu Inggris, China Mandarin, Melayu, dan Tamil. Papan petunjuk di negara yang memiliki beragam etnis ini berisi empat bahasa.

Ilustrasi

Singapura

Namun, hampir tidak ada penduduk yang benar-benar berbicara keempat bahasa tersebut. Bahasa Inggris adalah lingua franca utama yang digunakan antar kelompok etnis di Singapura. Bahasa yang juga menjadi mata pelajaran wajib di sekolah, hampir dikuasai oleh setiap penduduk Singapura.

Di jalanan, beberapa orang Singapura juga menggunakan bahasa kreol yang berbasis bahasa Inggris yang unik, yang dikenal sebagai Singlish.

Sebagian besar kata dapat dikenal oleh penutur asli bahasa Inggris, tetapi tata bahasa China dan kata pinjaman China dan Melayu membuatnya menjadi sulit dipahami.

Baca Juga: Lifebuoy x MNC Peduli Ajak Masyarakat Berbagi Kebaikan dengan Donasi Rambut, Catat Tanggalnya!

Malaysia

Meskipun memiliki sedikit bahasa resmi, Malaysia ternyata lebih multibahasa daripada negara tetangga Singapura. Selain menguasai bahasa Melayu, sebagai bahasa resmi negaranya, penduduk Singapura juga juga fasih berbahasa Inggris. Bahkan, mereka juga menggunakan bahasa Inggris kreol yang disebut Manglish.

Karena terdiri dari berbagai etnis, penduduk Malaysia juga bisa berbicara menggunakan bahasa Tamil, dan juga Tionghoa. Mereka bahkan bisa menggunakan bahasa Tionghoa dengan berbagai dialek, seperti Kanton, Hokkien, dan Hakka.

Afrika Selatan

Afrika Selatan memiliki 11 bahasa resmi. Di daerah perkotaan di seluruh negeri, bahasa Inggris adalah lingua franca, yang juga menjadi bahasa utama pemerintah dan media. Meski begitu, bahasa Inggris hanya digunakan oleh kurang dari 10 persen orang Afrika Selatan sebagai bahasa pertama.

Ada juga bahasa Afrikaans yang berasal dari rumpun bahasa Jermanik, dan memiliki kemiripan dengan bahasa Belanda. Bahasa ini umumnya dituturkan di wilayah selatan dan barat negara itu.

Afrika Selatan memiliki sembilan bahasa resmi Bantu. Bahasa Zulu dan Xhosa yang merupakan bahasa asli Nelson Mandela adalah yang paling menonjol. Ciri yang membedakan bahasa ini adalah bunyi konsonan ‘klik’.

Meskipun mereka mungkin tidak sepenuhnya fasih, banyak penduduk Afrika Selatan yang berbicara dalam tiga bahasa atau lebih.

Ilustrasi

Mauritius

Negara kepulauan di Samudra Hindia ini biasanya dianggap sebagai bagian dari Afrika. Penduduk harus belajar bahasa Inggris dan Perancis di sekolah.

Semua orang Mauritius fasih dalam kedua bahasa ini, tetapi tidak ada bahasa utama di jalanan.

Kreol Mauritian, kreol berbasis Prancis yang tidak dapat dipahami oleh penutur bahasa Prancis, dituturkan oleh semua orang di pulau itu dan merupakan bahasa pertama kebanyakan orang.

Sejumlah orang Mauritius keturunan India berbicara menggunakan bahasa Bhojpuri, sebuah dialek bahasa Hindi. Begitu pun dengan mereka yang keturunan Tionghoa juga memiliki pengetahuan tentang bahasa leluhur mereka.

Jadi, hampir semua orang Mauritius dapat berbicara tiga bahasa, dan juga banyak yang menguasai hingga empat bahasa.

India

Bahasa Hindi dan Inggris adalah bahasa nasional resmi India, dan mayoritas orang india terpelajar dan penduduk kota bisa menggunakan kedua bahasa tersebut. Di India selatan, bahasa Inggris lebih disukai daripada bahasa Hindi.

Setiap negara bagian di India memiliki bahasa resminya tersendiri, yang sebagian besar berbeda dari bahasa hindi. Bahasa-bahasa ini digunakan di media lokal dan di jalanan.

Ini berarti bahwa mayoritas orang India yang terpelajar setidaknya menguasai tiga bahasa, dan orang-orang yang berpindah antar negara bagian memiliki pengetahuan tentang bahasa tambahan.

Jadi, meskipun mereka mungkin tidak fasih dalam masing-masing bahasa, banyak orang India yang mampu berkomunikasi dan memahami empat bahasa atau lebih.

Suriname

Negara berbahasa Belanda di Amerika Selatan bagian utara ini didominasi oleh hutan hujan lebat. Bahasa Belanda, yang diimpor oleh mantan penguasa kolonial negara itu, adalah bahasa asli lebih dari separuh penduduk Suriname.

Ini adalah bahasa Pendidikan dan digunakan dalam perdagangan dan media juga. Bahasa utama di jalanan adalah kreol yang disebut Sranan Tongo yang dipengaruhi oleh bahasa Belanda dan Inggris. Ini adalah bahasa asli dari populasi ‘Kreol’ negara itu, tetapi dituturkan sebagai lingua franca oleh hampir semua orang.

Suriname memiliki populasi keturunan India yang besar. Selain itu, adal juga keturunan imigran Jawa dan China, yang masih menggunakan bahasa ibu mereka di rumah.

Bahasa Inggris juga merupakan bahasa yang penting. Ini cukup populer, terutama karena Suriname secara budaya lebih dekat ke Karibia Anglophone daripada ke Amerika Selatan.

Timor Leste

Negara kecil dan muda ini terletak di ujung tenggara kepulauan di Indonesia. Secara resmi lepas dari Indonesia lebih dari satu dekade lalu.

Pernah menjadi koloni Portugal, Timor memutuskan untuk mengadopsi bahasa Portugis sebagai bahasa resmi setelah kemerdekaan. Bahasa lokal Tetum, yang sangat dipengaruhi oleh bahasa Portugis, adalah bahasa yang paling banyak digunakan di jalanan.

Selain itu, bahasa Inggris dan bahasa Indonesia juga biasa digunakan di sana, dan keduanya secara resmi diakui sebagai ‘bahasa kerja’ dalam konstitusi.

Meskipun angka buta huruf masih tinggi, tetapi jumlah orang Timor yang bisa berbicara bahasa Inggris dan Portugis, selain bahasa Tetun, semakin tinggi.

1
3

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini