Share

5 Tradisi Tragis yang Dialami Janda di India, Dikucilkan hingga Bakar Diri

Asthesia Dhea Cantika, Jurnalis · Rabu 16 November 2022 20:00 WIB
https: img.okezone.com content 2022 11 16 406 2708725 5-tradisi-tragis-yang-dialami-janda-di-india-dikucilkan-hingga-bakar-diri-vyfaVSWLeb.jpg Ilustrasi wanita India (Foto: Oberons Grove)

ADA 5 tradisi menyedihkan atau tragis yang dialami oleh para janda di India. India memiliki beragam tradisi yang mewarnai kehidupan masyarakatnya termasuk janda.

Lantas, apa saja tradisi menyedihkan yang dialami oleh para janda di India? Simak ulasannya.

1. Dilarang Mengikuti Beragam Acara

Di India, janda dianggap memiliki status sosial yang berada di bawah. Sehingga mereka seperti dikucilkan. Banyak ritual keagamaan yang tidak boleh diikuti.

Bahkan, dilarang untuk datang ke acara pernikahan. Sebab diyakini sebagai penolakan kesialan yang mungkin bisa datang pada calon mempelai.

2. Harus Mengasingkan Diri

Setelah sang suami tercinta meninggal dunia, umumnya para wanita India ini tidak punya pilihan selain tinggal di ashram vidhwa (ashram untuk janda) yang dijalankan oleh pemerintah, perusahaan swasta, dan LSM.

Hal ini mengikuti tradisi Hindu yang menyebutkan bahwa seorang janda tidak dapat menikah lagi. Ia harus berdiam diri di rumah, melepas perhiasannya, dan memakai pakaian dengan warna berkabung.

3. Harus โ€˜Putihโ€™ Selama Hidupnya

Beberapa orang Hindu paling konservatif di India percaya jika seorang wanita yang suaminya telah meninggal, tidak lagi hidup. Sebab, diyakini telah gagal mempertahankan jiwanya.

Untuk melambangkan status sosialnya sebagai janda, para wanita tersebut harus mengenakan pakaian atau sari putih seumur hidupnya. Pakaian putih di India melambangkan arti berkabung, sebagai tanda duka cita bagi suami mereka yang mendahuluinya.

Follow Berita Okezone di Google News

4. Harus Cukur Rambut

Tak hanya harus mengenakan baju serba putih, seorang wanita yang menyandang status janda dipaksa meninggalkan segala sesuatu yang berkaitan dengan pernikahan, seperti sindoor, mangalsutra dan dalam kasus ekstrem bahkan perhiasan. Selain aksesoris, mereka juga harus mencukur rambut sebagai lambang mahkota dalam tubuhnya.

Bagi para janda di India, rupanya rambut bisa jadi malapetaka. Oleh sebab itu, masyarakat di Jalan Vrindavan ini berisi para janda dengan rambut pendek atau bondol.

5. Tradisi Membakar diri

Saking sakralnya janji pernikahan bagi masyarakat India, para janda di India akan melakukan tradisi membakar diri yang dikenal sebagai Sati (Suttee). Dalam tradisi Sati, saat sang suami meninggal dunia, istri juga akan menghilangkan nyawanya. Salah satu caranya dengan membakar diri.

Ilustrasi

Menurut Culture Trip, berdasarkan kepercayaan Hindu kuno, Sati melambangkan penutupan sebuah pernikahan. Tradisi ini dilakukan secara sukarela, tanpa paksaan yang berarti sang istri ingin menjadi pasangan yang berbakti dan mengikuti suami ke alam baka.

Sayangnya, seiring waktu, tradisi ini menjadi sesuatu yang 'dipaksakan'. Kabarnya, apabila janda tersebut ditinggal mati suaminya dan tak memiliki anak, ia akan 'ditekan' oleh masyarakat untuk melakukan tradisi Sati ini.

Itulah 5 tradisi menyedihkan yang dialami oleh para janda di India.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini