Share

Menguak Alasan Kenapa Gorontalo Dijuluki Serambi Madinah

Asthesia Dhea Cantika, Jurnalis · Minggu 20 November 2022 16:06 WIB
https: img.okezone.com content 2022 11 19 406 2710837 menguak-alasan-kenapa-gorontalo-dijuluki-serambi-madinah-26ojyI6pTA.jpg Masjid Walima Emas di Gorontalo (Instagram @ssi_1933)

JIKA Aceh dijuluki sebagai Serambi Makkah, maka Gorontalo dikenal dengan sebutan Serambi Madinah. Apa yang melatarbelakangi julukan tersebut ditabalkan pada provinsi yang ada di bagian utara Pulau Sulawesi ini?

Gorontalo disematkan julukan Serambi Madinah lantaran sebagian besar masyarakatnya beragama Islam. Nilai-nilai keislaman yang tertanam menjadi bagian kehidupan masyarakat serta budaya setempat.

Melansir dari karya ilmiah Islam, Budaya, dan Lokalitas Gorontalo, karya Basri Amin disebutkan bahwa Raja Amai (1523-1550) adalah peletak dasar Islam di Gorontalo.

Apalagi sejak, Raja Amai yang menikah dengan Owutango, putri Raja Palasa Orgomonjolo (Kumojolo) di Siyendeng, Tomini yang memiliki hubungan dengan keluarga Kerajaan Ternate yang diketahui lebih dahulu mengenal Islam.

Saat hendak melamar putri Owutango, Kerajaan Palasa meminta syarat bahwa lamaran akan diterima jika Raja Amai memeluk Islam. Raja Amai pun memenuhi lamaran tersebut dan secara adat istiadat yang berlaku di masyarakat Gorontalo harus bersumber pada Al-Quran.

Hal itu terbukti membuat pembaharuan dalam kerajaan dengan mengembangkan prinsip adat dan kebiasaan sesuai ajaran Islam. Raja Amai bersama sang istri dan delapan raja-raja kecil di bawah Palasa pun berbagi tugas membimbing dan merancang adat istiadat yang berpedoman pada Islam.

Baca Juga: Lifebuoy x MNC Peduli Ajak Masyarakat Berbagi Kebaikan dengan Donasi Rambut, Catat Tanggalnya!

Sementara itu, melansir dari karya ilmiah berjudul Satu Atap Empat Wajah: Multikulturalisme Etnik Gorontalo, Bugis, Jawa, dan Cina di Kota Gorontalo, karya Hendri Gunawan dan Muhammad Anggie Farizqi Prasadana, pengaruh Islam yang ada di Gorontalo terlihat dari ungkapan adati hula-hula'a to sara'a, sa'a hula-hula'a to kuru'ani (Adat bersendikan syariat, syariat bersendian Al-Quran).

Ilustrasi

Nilai-nilai keislaman yang menjadi bagian hidup masyarakat juga didukung dengan banyaknya masjid di wilayah ini dengan hampir setiap kampung memiliki satu masjid bahkan lebih.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini