Share

Wisata 2023 Diprediksi Mahal, Ternyata Ini Penyebabnya

Prisca Arianto, Jurnalis · Selasa 22 November 2022 16:00 WIB
https: img.okezone.com content 2022 11 21 406 2712009 wisata-2023-diprediksi-mahal-ternyata-ini-penyebabnya-MJk77FRnjq.jpg Turis di bandara (Foto: Reuters)

UNTUK para pelancong atau wisatawan yang ingin melakukan perjalanan liburan bersiaplah Anda untuk beberapa kejutan. Di antaranya, harga tiket pesawat yang naik, tarif untuk kamar hotel dan mobil sewaan telah melonjak masing-masing 12% dan 46% dari tahun 2019.

Bahkan, harga bahan bakar minyak (BBM) di Amerika Serikat lebih tinggi dari yang pernah mereka alami sepanjang tahun ini.

Kabar baiknya adalah, harga tiket pesawat, BBM, dan kamar hotel turun dari rekor tertinggi yang dicapai di awal tahun 2022, tetapi masih termasuk yang tertinggi dalam catatan sepanjang tahun ini.

Hanya harga sewa mobil yang lebih rendah dari yang dibayarkan wisatawan pada akhir tahun lalu, meski masih jauh di atas tingkat pra-pandemi.

 BACA JUGA:6 Wisata Pantai dan Air Terjun Cantik di Jepara, Intip Daya Tariknya

Melansir dari CNN Business, Selasa (22/11/2022), ini wisata 2023 bisa lebih mahal:

Tiket pesawat

Ketika penerbangan hampir terhenti pada tahun 2020, maskapai penerbangan AS kehilangan layanan sama sekali. Bahkan dengan persentase penerbangan dan jumlah kursi yang tersedia turun 3,5% dibandingkan periode yang sama pada tahun 2019.

Namun, menurut maskapai dan pakar industri pada akhir tahun 2021 lonjakan kasus Covid-19 tidak terlalu parah sehingga menyebabkan perjalanan liburan kembali pulih.

“Perjalanan liburan telah kembali sekuat sebelumnya, dan perjalanan liburan adalah alasannya pulih, begitu banyak orang ingin melakukan perjalanan selama Hari Buruh dan 4 Juli, dan seperti yang akan kita lihat segera, selama Thanksgiving dan Natal.”, kata Scott Keyes, pendiri situs perjalanan Scott's Cheap Flights.

 

Karena hal tersebut menjadikan pasokan kursi terbatas, dan tarif menjadi tinggi. Bahkan, rata-rata tiket pesawat naik sekitar 40% dari tahun 2021. Tapi, bukan hanya dibandingkan dengan harga pandemi yang tarifnya lebih tinggi. Situs perjalanan Hopper mengatakan bahwa harga tiket pesawat telah naik 7% dibandingkan dengan periode yang sama tahun 2019, dan naik 17% saat membandingkan harga bagi mereka yang menunggu hingga seminggu sebelum memesan penerbangan.

 BACA JUGA:6 Wisata Pantai dan Air Terjun Cantik di Jepara, Intip Daya Tariknya

"Perjalanan liburan pasti lebih mahal daripada yang pernah kita lihat di tahun-tahun sebelumnya," kata Hayley Berg, kepala ekonom Hopper.

Harga BBM

Tentunya tidak semua pelancong menggunakan pesawat untuk menikmati liburan. Sebagian besar dari mereka akan mengemudi. Perkiraan AAA adalah 49 juta yang akan bepergian dengan mobil selama liburan, dibandingkan dengan 4,5 juta yang terbang.

Bagi para pengemudi tersebut, harga bensin menjadi perhatian yang jauh lebih besar daripada harga tiket pesawat.

Kabar baiknya adalah harga satu galon bensin reguler secara nasional jauh di bawah rekor $5,02 yang dicapai pada bulan Juni. AAA melaporkan bahwa rata-rata pada hari Minggu mencapai $4,67, turun 27%. Dan harga terus turun, hingga harga rata-rata turun 11 sen per galon hanya dalam seminggu terakhir.

Baca Juga: Saatnya Anak Muda Bangkit Bersama untuk Indonesia Bersama Astra

Tapi tetap harga masih 8% lebih tinggi dari tahun lalu, bahkan dengan lonjakan perjalanan liburan tahunan, jumlah mengemudi di bulan November dan Desember biasanya jauh di bawah musim panas. Banyak faktor yang mendorong harga minyak dan bensin ke rekor tertinggi di seluruh dunia tahun ini. Salah satunya adalah invasi Rusia ke Ukraina, yang memicu sanksi terhadap minyak Rusia.

Menurut data dari OPIS, yang melacak harga bensin untuk AAA adalah 46% lebih tinggi dari harga rata-rata pada 20 November selama 20 tahun terakhir.

Biaya perjalanan lainnya

Harga hotel juga lebih mahal daripada yang pernah ada sepanjang tahun ini. Menurut Indeks inflasi utama pemerintah, menunjukkan biaya penginapan jauh mencapai rekor pada bulan Mei, dan rata-rata Oktober, yang terbaru tersedia, turun hanya 2% dari puncak itu.

Ilustrasi

Harga naik 6% dari tahun lalu, dan 12% lebih tinggi dari pada Oktober 2019, dan menempatkan harga rata-rata kamar hotel di $189 selama akhir pekan menjadi T $218 selama minggu Natal. Sekali lagi, permintaan yang kuat dan pasokan yang lebih ketat, beberapa hotel tidak selamat dari pandemi, bahkan mereka masih berjuang untuk menemukan staf yang mereka butuhkan untuk dibuka kembali sepenuhnya dan tentunya dengan menaikkan harga.

Perusahaan persewaan mobil melengserkan staf mereka selama bulan-bulan awal pandemi, dan menjual mobil yang harus mereka kumpulkan untuk mendapatkan uang. Perlu waktu lama bagi perusahaan persewaan mobil untuk mengisi kembali armada mereka untuk memenuhi permintaan.

Kabar baiknya adalah data IHK Oktober menunjukkan harga sewa mobil turun 3,5% dari posisi mereka pada Oktober tahun lalu, dan turun 15% dari rekor yang ditetapkan pada Juni 2021 . Tetap saja, mobil sewaan 46% lebih mahal daripada di Oktober 2019.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini