Share

Sandiaga: Belum Ada Laporan Kerusakan Destinasi Wisata Akibat Gempa Cianjur

Novie Fauziah, Jurnalis · Senin 21 November 2022 19:42 WIB
https: img.okezone.com content 2022 11 21 406 2712020 sandiaga-belum-ada-laporan-kerusakan-destinasi-wisata-akibat-gempa-cianjur-5l65RovCin.jpg Menparekraf Sandiaga Uno (Okezone.com/Sukardi)

GEMPA dengan magnitudo 5,6 mengguncang Kabupaten Cianjur, Jawa Barat dan sekitarnya, siang tadi, menyebabkan banyak bangunan rusak. Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Menparekraf) Sandiaga Salahuddin Uno prihatin dengan bencana yang menewaskan lebih 50 orang ini.

Sandiaga sejauh ini belum mendapatkan laporan adanya kerusakan tempat wisata yang dekat dengan pusat gempa bumi seperti Cianjur, Sukabumi, bahkan Bogor.

 BACA JUGA:Tak Hanya Objek Wisata, Borobudur Juga Tempat Ibadah Umat Buddha Sedunia

"Untuk gempa, laporan sementara belum ada laporan detail tentang lokasi destinasi wisata yang ada di Cianjur dan Sukabumi," ujar Sandiaga dalam Weekly Brief with Sandiaga Uno secara virtual, Senin (21/11/2022).

Cianjur dan Sukabumi memang banyak tempat wisata, di antaranya Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Lido, Desa Wisata Hanjeli-Kabupaten Sukabumi, Desa Wisata Situs Padang dan lainnya.

 BACA JUGA:6 Wisata Pantai dan Air Terjun Cantik di Jepara, Intip Daya Tariknya

Sandiaga masih menunggu laporan lanjutn dampak gempa terhadap sektor pariwisata.

Baca Juga: Lifebuoy x MNC Peduli Ajak Masyarakat Berbagi Kebaikan dengan Donasi Rambut, Catat Tanggalnya!

Sandiaga turut berbelasungkawa banyaknya korban baik yang meninggal dunia maupun luka-luka akibat gempa Cianjur.

"Kami sangat prihatin untuk gempa ini. Terutama untuk destinasi wisata unggulan Sukabumi dan Cianjur, pasti akan terdampak. Tapi kami belum mendapatkan laporan detail, terhadap destinasi-destinasi mana yang sudah melaporkan terkait kerusakan dan lainnya," pungkasnya.

 Ilustrasi

Sebagaimana diketahu, gempa bermagnitudo M5,6 yang berpusat di Cianjur terjadi, Senin siang pukul 13.21 WIB.

Laporan hingga Senin sore, korban meninggal tercatat sudah 56 orang. Lebih 700 orang luka-luka. Kerusakan bangunan masih terus didata.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini