Share

4 Wisata Menarik Sekitar Taman Nasional Ujung Kulon, Ada Gua yang Dikaitkan dengan Khalifah Ali

Novie Fauziah, Jurnalis · Kamis 24 November 2022 10:30 WIB
https: img.okezone.com content 2022 11 23 408 2713146 4-wisata-menarik-sekitar-taman-nasional-ujung-kulon-ada-gua-yang-dikaitkan-dengan-khalifah-ali-xLWuNJH9q6.JPG Taman Nasional Ujung Kulon (Foto: Instagram/@ujungkulonindonesia)

TAMAN Nasional Ujung Kulon merupakan Kawasan Taman Nasional yang terletak di ujung paling barat pulau Jawa, tepatnya di kecamatan Sumur dan Cimanggu kabupaten Pandeglang provinsi Banten.

Luas Kawasan Taman Nasional Ujung Kulon adalah 122.956 dan 44.337 hektare dari keseluruhan luas Kawasan Taman Nasional Ujung Kulon adalah perairan.

Pada 1 Februari 1992, Komisi Warisan Dunia UNESCO menetapkan Taman Nasional Ujung Kulon sebagai Natural World Heritage Site. Taman Nasional Ujung Kulon juga merupakan rumah bagi Badak Jawa yang sangat terkenal dan terancam punah.

Taman nasional satu ini juga kerap diserbu oleh wisatawan, bagi mereka yang menyukai kehidupan alam bebas, indah dan memesona. Selain itu di dekat taman Nasional Ujung Kulon juga terdapat destinasi wisata lainnya yang tak kalah menarik.

Dihimpun dari berbagai sumber, berikut ini adalah 4 destinasi wisata di dekat Taman Nasional Ujung Kulon.

1. Gua Sanghyang Sirah

Adalah Gua Sanghyang Sirah, tempat ini kerap dikunjungi oleh wisatawan yang ingin berziarah. Konon masyarakat setempat meyakini jika gua itu pernah dikunjungi Khalifah Sayyidina Ali bin Abi Thalib RA sehingga terdapat Batu Quran.

Dalam hal kata sirah, bahasa Sunda dan bahasa Jawa kompak yang berarti kepala. Ini membuat Sanghyang Sirah makin melegenda sebagai kepalanya Pulau Jawa. Kemudian Abah Syargani, salah seorang juru kunci menceritakan tentang makna sesungguhnya Sanghyang Sirah dan Ujung Kulon.

Gua Sanghyang Sirah

(Foto: iNews.id)

Ujung Kulon berarti ujungnya kula atau ujung aku, dan sirah berarti kepala atau pusatnya ilmu pengetahuan. Untuk itu Sanghyang Sirah, memang dikisahkan sebagai tempat berkumpulnya para waliyullah.

"Maka wajar, Sanghyang Sirah menjadi tempat berkumpulnya para karuhun, yakni Wali Sanga. Ada juga Ibu Ratu Kidul, dan lain-lain," kata Abah Syargani.

Masyarakat di sekitar pesisir Ujung Kulon mendapatkan cerita turun temurun, bahwa lokasi tersebut tempat sahabat sekaligus menantu Rasulullah SAW yaitu Khalifah Ali bin Abi Thalib bertemu dengan tokoh Sunda kala itu untuk menyerahkan Al Quran sebagai pedoman menyebarkan agama Islam di Nusantara.

Cerita ini kemudian diyakini menjadi penyebab adanya Batu Quran di Gua Shangyang Sirah tersebut. Sanghyang Sirah, memang dikisahkan sebagai tempat berkumpulnya para waliyullah.

Pulau Panaitan

(Foto: Dinas Pariwisata Banten)

2. Pulau Panaitan

Pulau ini terkenal dengan ombaknya yang menantang, sangat cocok buat para surfer. Selain itu, di sini Anda juga bisa melihat arca Ganesha dan banyak peninggalan kerajaan zaman Hindu kuno lainnya di puncak Gunung Raksa.

Wisatawan bisa berkemah di pulau tersebut. Merasakan sensasi kemah di dekat pantai akan sangat seru dan menyenangkan.

Sementara itu, antara Pulau Panaitan dan Pulau Jawa dibatasi oleh Selat Panaitan. Maka secara administratif, pulau ini termasuk dalam wilayah Kabupaten Pandeglang, Banten.

Baca Juga: Lifebuoy x MNC Peduli Ajak Masyarakat Berbagi Kebaikan dengan Donasi Rambut, Catat Tanggalnya!

3. Pulau Handeleum

Kemudian ada Pulau Handeleum, kawasan wisata di dekat dan masih kawasan Taman Nasional Ujung Kulon. Wilayah ini juga merupakan pulau terbesar di antara gugusan pulau-pulau karang di teluk Selamat Datang Banten di sebelah timur laut semenanjung Ujung Kulon.

Daya tarik Pulau Handeleum adalah dipenuhi oleh hutan bakau dan aneka hewan liar, seperti Badak, Buaya Mutiara, Ular Sanca, Ular Cincin Emas, dan aneka satwa liar lainnya.

Oleh karena itu Pulau Handeuleum memiliki karang yang banyak dan akar pohon bakau, tidak memungkinkan bagi Anda untuk melakukan snorkeling. Selain itu juga memiliki pasir pantai yang tak kalah bersih dengan pulau-pulau lainnya.

Pulau Handeleum

(Foto: Instagram/@anggaraptama)

4. Gunung Honje

Siapa bilang kawasan Ujung Kulon tidak memiliki gunung, di sini terdapat Gunung Honje namanya. Merupakan salah satu wilayah Taman Nasional Ujung Kulon.

Luas wilayah Gunung Honje sekitar 19.500 hektare, dan disekitarnya dikelilingi oleh sembilan belas desa penyangga, baik yang berbatasan langsung maupun tidak langsung.

Gunung Honje

(Foto: Indonesia Traveler)

Salah satu desa yang menjadi pintu gerbang masuk ke Taman Nasional Ujung Kulon adalah Desa Tamanjaya. Anda dapat memasuki kawasan tersebut melalui desa itu.

Objek wisata menarik yang terdapat diseputar Tamanjaya antara lain Desa Nelayan Cibanua, Curug cipaniis, sumber air panas Cibiuk, dan wildlife viewing owa jawa di Curug Cikacang. Akomodasi yang terdapat di Tamanjaya antara lain Penginapan Sundajaya, penyewaan perahu/kapal, perkumpulan pemandu/guide local, dan pusat pembuatan souvenir patung badak.

1
2

Berita Terkait

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini